Thursday , April 12 2018
Home / BERITA UTAMA / Ajak Berpolitik Dewasa dan Elegan
Netty Prasetyani Heryawan Politisi Partai Keadilan Sejahtera

Ajak Berpolitik Dewasa dan Elegan

darikita.com – BANDUNG – Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Netty Prasetyani Heryawan meminta agar semua pihak mampu berpolitik secara de­wasa dan elegan. Kedua hal itu dinilai perlu untuk men­jaga kondusivitas Pilkada di Jawa Barat.

Hal tersebut menanggapi banyaknya laporan dari ber­bagai pihak yang terkesan memojokan pasangan Sud­rajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) sebagai Calon Gubernur (Ca­gub) dan Calon Wakil Gu­bernur (Cawagub) Jawa Barat 2018.

Netty menilai, kun­jungan yang dila­ku­kan Cagub Sudrajat ke sebuah Rumah Sakit di kawa­san Suka­bumi beber­apa wak­tu lalu bukanlah merupakan sebuah kampanye. Sebab, se­buah kegiatan bisa disebut kampanye jika ada bentuk agitasi, provo­kasi serta aja­kan untuk memilih pasangan tertentu dengan me­maparkan visi-misi se­bagai kandi­dat Pilgub Jawa Barat 2018.

”Yang dilaku­kan Paslon Asyik itu adalah me­lihat seperti apa kondisi di rumah sakit sebagai bahan untuk memperkaya visi-misi, artinya di situ tidak melaku­kan visi-misi,” kata Netty ke­pada Jabar Ekspres, kemarin (5/4).

Sementara itu, terkait du­gaan adanya pemberian kaos pasangan Asyik yang dilaku­kan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan terhadap kepala sekolah, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar), dirinya mengaku telah berbincang dan bertanya langsung Ke­pala Disdik Jabar, Ahmad Hadadi. Sebab, dirinya men­dengar sempat terjadi unjuk dengan tuduhan adanya pembagian kaos yang dila­kukan Ahmad Heryawan kepada para kepala sekolah.

”Aduh, Kang Aher (Ahmad Heryawan, Red) untuk me­nyelesaikan masa jabatan sampai Juni aja masih ba­nyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Mana mun­gkin ngurusin nyetak-nyetak kaos terus diba­gikan ke kepala sekolah,” urainya.

Selain itu, terkait tudu­han yang dutujukan kepada ASN Disdik Jabar dengan dugaan kampanye meng­gunakan simbol-simbol yang ber­kaitan dengan pa­sangan Asyik se­perti penggunaan nomor tiga adalah bagian edukasi untuk meny­uksekan program keluarga beren­cana dari pe­merintah pusat. Tiga hal yang ditekankan pemerintah ialah no free sex, no drugs, no hiv aids yang sekarang menjadi masalah besar bagi generasi muda.

Program tersebut, tentunya tidak hanya diberikan kepada ASN di lingkungan Disdik Jabar, melainkan semua ASN yang ada pada Pemerintahan Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), termasuk kepada para pelajar, baik tingkat da­sar, menengah hingga pergu­ruan tinggi. Sebab, saat ini semua pihak harus membangun generasi beren­cana untuk menopang kesuksesan Indonesia emas.

”Generasi berencana ditan­dai dengan tiga hal -menunjuk­kan tiga jari-. Ya emang sim­bolnya gini, masa saya bilang dua aja atau saya tambahin empat. Saya justru berkhianat dong pada pemerintah pusat, saya menyalahi,” urainya.

Dia melanjutkan, program pemerintah lainnya juga ada yang menggunakan simbol dengan angka tiga, yaitu Ke­menterian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindun­gan Anak (KPPA) yang men­canangkan program tree end atau End Human Trafficking, End Violence dan End In Jus­tice In Enomomic. Menurut­nya, alasan tersebut menjadi dasar pihaknya kerap meng­gunakan simbol-simbol yang berkaitan dengan angka tiga.

”Terus gimana, masa saya harus katakan, mohon maaf ya karena Asyik nomornya tiga, saya tambahin jadi em­pat. Nah, saya kena juga nanti karena itu nomornya pak Deddy Mizwar,” jelasnya.

Maka dari itu, Netty menga­jak semua pihak untuk ber­politik secara dewasa dan elegan. Dia meminta semua pihak memahami secara utuh agar tidak memperkeruh su­asana kondusif yang sudah terbangun dengan baik di Jawa Barat. Kecuali, ada buk­ti verbal berupa rekaman suara maupun video dari para ASN yang menunjukkan sebuah ajakan untuk mendu­kung pasangan tertentu.

”Yang angkat tangan ada siswa, ada guru tapi sebagian­nya juga ada yang angkat tangan dua. Meskipun kita juga gak tahu duanya itu apa­kah victory atau pasangan dua, kan gak tahu dan itu tergantung persepsi masing-masing,” tandasnya. (mg1/rie)

Check Also

Berikan Ruang Konsultasi Perawatan Ginjal

darikita.com – SOREANG – Sekitar 245 orang pasien perawatan ginjal Instalansi Hemodialisa Rumah sakit Al ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *