Tuesday , January 23 2018
Home / BERITA UTAMA / Baru 2 Kandidat Lapor LHKPN
ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES TES KESEHATAN: Empat pasang cagub dan wagub Jabar ber-wifie bersama saat usai melakukan tes kesehatan di RS Hasan Sadikin, Jalan Eyckman, Kota Bandung, kemarin (11/1). Pengetesan kesehatan ini dilakukan sebagai syarat pendaftaran Pilgub 2018.

Baru 2 Kandidat Lapor LHKPN

Bandung – Dari empat pasangan bakal cagub dan cawagub Jawa Barat, hanya dua kandidat yang melampirkan Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggaran Negara (LHKPN) kepada KPUD Jabar. Hingga kemarin (11/1), baru Dedi Mulyadi (koalisi Golkar dan Demokrat) serta cawagub Ahmad Syaikhu (koalisi PKS, Gerindra dan PAN) yang melaporkan.

”Iya dari beberapa persyaratan salah satunya Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) baru dua saja yang sudah melampirkan, tapi itu harus diperiksa lagi,” tutur Komisioner KPUD Jawa Barat Endun Abdul Haq saat ditemui di RSHS Kota Bandung, kemarin (11/1).

Selebihnya lanjut Endun Abdul Haq, hanya melampirkan resi Surat Keterangan Pelaporan bukan LHKPN asli sebagaimana mestinya. Di antaranya bakal pasangan calon Ridwan Kamil dengan Uu Ruzhanul Ulum, Deddy Mizwar, Mayjen Sudrajat, dan TB Hassanuddin dengan Irjen Anton Charliyan.

Dia mengatakan, kebanyakan pasangan bakal calon hanya melampirkan tanda terima atau resi ini lebih disebabkan karena dalam persyaratan yang diatur KPUD Jawa Barat meminta LHKPN terbaru, yaitu 2018. Sedangkan yang dimiliki umumnya pasangan calon merupakan data lama.

”Mereka perlu meng-update LHKPN-nya, dan memang proses pembuatan LHKPN tersebut membutuhkan waktu,” urainya.

Selama proses pembuatan tersebut, kata Endun, KPUD Jawa Barat dalam hal ini akan terus berkomunikasi dengan KPK mengenai progres LHKPN dari masing-masing calon. Selain itu, meskipun nanti calon kepala dan wakil daerah ini akan melengkapi dan yang lebih dahulu melengkapi. Hal tersebut tidak secara otomatis LHKPN akan diterima KPUD Jabar.

”Karena semua berkas kelengkapan salah satunya LHKPN harus melalui proses pemeriksaan terlebih dahulu. Sehingga data-data yang dilampirkan dinyatakan valid,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *