Friday , May 26 2017
Home / BERITA UTAMA / Jabar Waspadai Aliran Sesat
JAGA KEBHINEKAAN: Ketua Umum PB NU didampingi Gubernur Jabar Ahmad Heryawan memberikan stetmen kepada awak media untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Jabar Waspadai Aliran Sesat

darikita.com, CIMAHI – Banyaknya aliraan sesat yang menyimpang dari aturan syariat agaman islam harus diwaspadai oleh semua pihak.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, pemerintah bersama masyarakat harus mampu memberikan pengawasan atas perkembangan keagamaan yang ada di Jawa Barat. Sebab, tidak menutup kemungkinan aliran sesat berkembang di Jabar.

Menurutnya, terjadinya banyak aliran sesat yang berkembang khususnya di Jabar, disebabkan karena masyarakat kurang pemahaman dalam urusan agama. Mereka dalam mejalankan kesehariannya tidak berlandaskan agama secara benar. Bahkan, kurang mendapatkan siraman rohani.

Dirinya menilai, saat ini pola-pola penyebaran aliran sesat bisa menipu umat islam yang memiliki pengetahuan agama islam yang kurang.Bahakan, penyebar aliran sesat ini banyak menipu masyarakat dengan berpura-pura menjadi ulama seperti, ustad atau kyai.

“Ketika ada ustad atau kyai dari aliran sesat, masyarakat akan sangat mudah tergoda melihat ilmu agama yang dia miliki,” jelas dia ketika ditemui saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kampus II, Jalan Kolonel Masturi kemarin (15/5)

Lebih lanjut dirinya memaparkan, dalam kontek ajaran Agama Islam yang dibawakan oleh Nabi Muhammmad Islam selalu membawa kesejukan bagi umat. Bahkan Islam juga mengajarkan kerukunan, sikap toleransi, dan persatuan.

Untuk itu, dalam perkembangannya, aliran-aliran sesat ini saat ini banyak menyasar didaerah dan generasi muda melalui perkembangan teknologi informasi.

Selain itu, migrasi ustad turut pula meningkatkan persentase keterlibatan masyarakat dalam ajaran sesat. Sebab masyarakat di desa sangat kurang dalam pemahaman agama karena ustad-ustadnya pindah ke kota. Padahal ketersediaan ustad di desa sangat memadai.

“Kedepan, kita akan kerjasama dengan lulusan dari Al Aazhar untuk membangun desa dan mengajarkan agama di desa-desa sebagai salah satu upaya mencegah perkembangan aliran sesat,” ujarnya.

Comments

comments

Check Also

Dorong Pembangunan Kawasan Metropolitan Cirebon Raya DPRD Jawa Barat Sadari Potensi Besar

darikita.com, CIREBON – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Irfan Suryanagara mengatakan, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *