Friday , May 26 2017
Home / BERITA UTAMA / Jelang Ramadan, Harga Sembako Mulai Naik

Jelang Ramadan, Harga Sembako Mulai Naik

10308340_1441376196180645_3374817591237242327_ndarikita.com, CILAMAYA WETAN–Menjelang bulan suci Ramadan beragam harga kebutuhan bahan pokok di Pasar Cilamaya mulai merangkak naik. Kondisi ini diperkirakan akan terus terjadi sampai hari raya Idul Fitri, jika pemerintah tidak serius dalam memonitoring pergerakan harga-harga tersebut.

“Jika diperhatikan kenaikan harga bahan pokok menjelang bulan puasa merupakan sebuah fenomena yang berulang-ulang setiap tahun. Seharusnya ada langkah antisipasi yang lebih maksimal dari pemerintah .Baik terkait persediaan maupun pendistribusian barang kebutuhan tersebut,” ungkap praktisi Partai Gerindra Cilamaya Wetan, Karnawi kepada KBE, Kamis (28/5).

Menurutnya, salah satu penyebab kenaikan harga komuditas pangan di antaranya, adanya permintaan kebutuhan masyarakat selaku konsumen yang meningkat. Kenaikan biaya distribusi dan pisiologi pasar diaat menjelang bulan puasa. Bahkan penyebab lain kenaikan harga juga dipicu perubahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan meningkatnya biaya produksi pangan di tingkat petani.

“Oleh karenanya peranan pemerintah sangat penting dalam mengantisipasi dan mengontrol kenaikan harga. Agar tidak terjadi inflasi yang emakin tinggi,” katanya.

Di tempat terpisah, Endang Kewek (40) salah satu pedagang Sembako Pasar Cilamaya,sudah dua minggu ini harga sembilan bahan pokok (sembako) mengalami kenaikan. Pada umumnya mulai beranjak naik dikisaran Rp 1.000 hingga Rp 2.000.

Seperti harga telur ayam awalnya Rp 21.000/kilo sekarang menjadi Rp 22.000/kilo, bawang merah tadinya Rp 20.000/kilo kini menjadi Rp 30.000/kilo, cabai merah Rp 24.000/kilo kini menjadi Rp 30.000/kilo, cengek tadinya Rp 14.000/kilo kini menjadi Rp 20.000/kilo,kemudian harga engkol tadinya Rp 5.000/kilo kini menjadi Rp 70.00/kilonya.

“Kenaikan harga kebutuhan bahan pokok tersebut dipastikan memberatkan masyarakat. Terlebih bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah. Hal ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mencegahnya utamanya di pasar. Jangan sampai ada jarak antara regulasi dengan realita di lapangan,” pungkasnya. (irw)

Comments

comments

Check Also

Dorong Pembangunan Kawasan Metropolitan Cirebon Raya DPRD Jawa Barat Sadari Potensi Besar

darikita.com, CIREBON – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Irfan Suryanagara mengatakan, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *