Friday , February 9 2018
Home / BERITA UTAMA / Kampanye Modal Ceban
RAPAT AKBAR: Bakal Pasangan Calon Gubernur Jabar Ridwan Kamil (kiri) dan Bakal Calon Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum (kanan) menggelar rapat akbar bersama partai pengusung dan relawan di Sabuga

Kampanye Modal Ceban

BANDUNG – Sebanyak 6.000 orang hadir dalam rapat dan konsolidasi partai dan relawan paslon Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), di Sabuga, Kota Bandung, kemarin (8/2). Rapat konsolidasi tersebut dinilai sebagai kesiapan tim pemenangan Rindu untuk ikut tahapan dan memenangkan Pilgub Jabar 2018.

”Rapat akbar ini dihadiri unsur partai koalisi yakni, Partai Nasdem, PKB, PPP, dan Hanura, serta ribuan relawan. Mereka ini adalah tim sukses Rindu yang akan bekerja di setiap kabupaten/kota,” papar Tim pemenangan Rindu Saan Mustopa kemarin.

Saan menegaskan, dalam empat setengah bulan ini, timnya akan memaksimalkan peta kekuatan yang miliki masing-masing partai. ”Mana yang sudah kuat kita maintain, mana yang belum kuat akan terus kita dorong,” ujar Saan.

Strategi kampanye kedua paslon ini menurut Saan juga akan dipisah. Seperti Kang Emil yang kuat di perkotaan akan di-push kesana. Sedangkan Uu akan menggarap basis pesantren. ”Tapi ada kalanya mereka jalan bareng ke wilayah-wilayah yang belum jelas mendukung siapa,” urainya.

Sementara itu, Ridwan Kamil mengaku, makin percaya diri dengan adanya kosolidasi. ”Pesannya sederhana kita ingin membangun semangat dan cita-cita para relawan warga Jawa Barat yang menitipkan ke pasangan Rindu ini tentu kita akan koordinasikan konsolidasikan. Insya Allah kami ini pasangan yang paling mantap,” ujar pria yang akrab disapa Emil tersebut.

Dia mengklaim, pasangan Rindu ini kombinasi yang pas  untuk memimpin Jawa Barat. Sebab, Emil memahami perkotaan. Sebaliknya, Uu sanggup memimpin daerah. ”Semangat itu yang akan kita tularkan kepada para relawan. Sebab, kemanangan itu harus diperjuangkan,” jelasnya.

”Walaupun survei bagus tapi itu hanya salah satu referensi. Kami tidak mau takabur, kami sudah punya ribuan relawan di desa-desa insya Allah dengan ketok pintu silaturahmi menyapa warga Jabar. Itulah yang akan dikumandangkan selama 120 hari menuju hari kemenangan di 27 Juni 2018,” sebut Emil.

Dia mengaku, untuk memenangkan simpati warga Jawa Barat, pasangan Rindu sudah membuat strategi. Yaitu dengan kampanye efesien.

”Kita akan memasuki wilayah yang kurang dikenal dengan maksimal. Kita merawat secukupnya di wilayah yang sudah baik. Kalau disamaratakan, nanti dananya tidak proposional,” urainya.

Untuk operasional kampanye, karena membutuhkan dana besar maka, kata dia, Rindu pun akan menggalang dana. Salah satunya dengan membuat wibsite Udunan. Dengan tema sepuluh ribu (Ceban).

Sementara itu dalam pidatonya, Emil itu mengajak seluruh hadirin untuk menghapuskan pengangguran, memperhatikan kesejahteraan para buruh dan guru-guru di semua tingkatan dan layanan pendidikan. Termasuk mendorong agar ribuan pesantren dan santri-santrinya dapat belajar dengan tenang, tanpa mengalami kesusahan.

Di provinsi yang sudah berusia 69 tahun ini, Emil menegaskan tidak boleh lagi ditemukan desa-desa yang ketinggalan zaman, infrastruktur yang hancur-hancuran, serta hutan balangsak dirusak dan Citarum terkotor lingkungannya.

Oleh karena itu menurut Emil, jika warga Jawa Barat berkeinginan untuk maju, maka kita semua harus menjadi bangsa yang menghargai waktu. ”Kita akan ketinggalan, jika kita selalu menyia-nyiakan waktu,” tegasnya

Suami dari Atalia Praratya ini juga mencermati situasi dan kondisi politik hari ini yang sejatinya bukan sekadar hingar bingar perebutan kekuasaan, pertengkaran antar golongan, dan bukan caci maki di media ataupun drama-drama penangkapan.

”Politik menjadi kotor. Sebab, para praktisi politik menghalalkan segala cara seperti halnya doktrin politik Machiaveli di Italia. Politik pun  menjadi penghancur peradaban. Emil mencontohkan runtuhnya kejayaan Islam di Andalusia, karena umat Islam saat itu saling bermuslihat untuk berkuasa. Jika politik menjadi kekejian, jika nafsu menjajah menjadi niatan. ini akan seperti Hitler yang menjajah dan menindas Eropa,” tegasnya.

Ridwan Kamil pun tak lupa mengutip idiom kekinian, yang ada hadir di film Dylan 1990. ”Menjadi pemimpin itu berat. Kamu tidak akan kuat. Biar aku saja. Itu kata Dilan, jika ia jadi gubernur,” tutur Emil disambut riuh peserta bertepuk tangan.

Namun, ditegaskan Emil, menjadi pemimpin itu memang berat, sekaligus mulia. Menjadi mulia jika dia menjadi teladan. Menjadi mulia jika dia membawa perubahan. Menjadi mulia jika dia mengakselerasi kemajuan. Menjadi mulia jika dia visioner membawa jalan keluar.

Oleh karena itu, berbekal pengalaman dirinya dan Uu Ruzhanul Ulum saat memimpin Kota Bandung dan Kabupaten Tasikmalaya, mereka membulatkan tekad memberikan yang terbaik untuk Provinsi Jawa Barat. ”Kami berdua adalah dua  kepala daerah  yang memiliki pengalaman melayani umat dan rakyat,” tuturnya. (pan/rie)

Check Also

Dilantik jadi Ketum PAPPI

BANDUNG – Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Jawa Barat Tubagus Hasanuddin dilantik sebagai ketua umum Perhimpunan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *