Sunday , April 15 2018
Home / Bisnis / Kimia Farma Antisipasi Pemalsuan dengan Barcode
PRODUK BARU: Sejumlah pejabat Kimia Farma tengah memperlihatkan produk Marck terbaru untuk kalangan remaja dalam gathering akhir pekan kemarin.

Kimia Farma Antisipasi Pemalsuan dengan Barcode

darikita.com – BANDUNG – Banyak produk komestik import yang masuk ke Indonesia melalui jalur ilegal. Bahkan tak tanggung-tanggung mereka tak memiliki izin edar maupun persayaran lainnya. Tak hanya itu, BPOM pun menyatakan beberapa produk kecantikan itu ada yang palsu dan membahayakan penggunanya.

Menanggapi masalah itu, Direktur Pengembangan bisnis PT Kimia Farma Persero Tbk Pujianto pihaknya sudah mengantisipasi dengan beberapa langkah. Meski tidak berdampak langsung pada produknya namun diakui Pujianto adanya kosmetik dan obat ilegal sangat menganggu terutama kepercayaan konsumennya. Seperti produk kecantikan yang baru mereka luncurkan yakni Marcks Teen Compact Powder with UV Protection dilengkapi dengan pengaman agar tak mudah ditiru.

“Kita lengkapi dengan beberapa pengaman sepeti barcode dan label. Bahkan barcodenya terdapat kode tertentu yang setiap beberapa waktu sekali akan diganti untuk menghindari peniruan produk,” ujar Pujianto kepada wartawan di Bandung, akhir pekan ini.

Pujianto menambahkan, produk kecantikan dengan mengusung brand Marcks Teen Compact Powder with UV Protection sebagai respon industri kosmetik khususnya untuk pasar remaja yang terus tumbuh. Marcks’ Teen Compad Powder with UV Protection hadir agar para remaja putri melakukan perawatan yang tepat untuk menjaga kulit agar tetap sehat dan cantik alami.

Berdasarkan data Kementrian Perindustrian (2016), pertumbuhan pasar industri ini rata-rata mencapai 9,67 persen per tahun dalam enam tahun terakhir (2009-2015). Diperkirakan besar pasar (market size) industri kosmetik sebesar Rp 46,4 triliun di tahun 2017 ini.

Dia menyampaikan, dari data itu tercatat pertumbuhan pasar industri kosmetik di Indonesia rata-rata telah mencapai sekitar 9,67 persen pertahun. Dan itu terjadi selama enam tahun yakni pada 2009 hingga 2015 lalu. “Dari data itu, kami perkirakan pula market size di industri kosmetik Indonesia telah mencapai sekitar Rp 46,4 triliun di 2017. Atas dasar itu, kami akan terus berusaha hadirkan produk-produk kebutuhan masyarakat, termasuk juga remaja putri Indonesia,” paparnya.

Pujianto menuturkan Marcks Teen Compact Powder with UV Protection dihadirkan dengan maksud agar para remaja putri Indonesia dapat melakukan perawatan secara tepat dalam menjaga kulit. Sehingga kulit mereka tetap sehat dan terlihat cantik alami.

Setidaknya ada lima varian warna pada produk tersebut. Secara rinci yakni Creme untuk warna kulit kuning langsat, Pink untuk kulit sawo matang, Putih untuk kulit putih, Invisible untuk kulit yang cerah, serta Natural Beige untuk kulit agak gelap. “Bentuk produk kami itu berupa bedak padat yang di dalamnya telah mengandung Ekstra Chamomile sehingga dapat melindungi wajah dari iritasi ringan dan juga kulit tetap terjaga kelembabannya,” papar Pujianto. (rls/rie)

Check Also

Ajay Menyerahkan Santunan Kematian Bpjs Ketenagakerjaan Kepada Juru Parkir

darikita.com – CIMAHI- Walikota Cimahi, Ajay M. Priatna didampingi Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cimahi, Ferry ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *