Wednesday , February 7 2018
Home / Nasional / Korban Longsor Terus Bertambah
RAKA DENNY/JAWAPOS EVAKUASI KORBAN: Mukhmainna Syamsuddin berhasil dievakuasi setelah 14 jam berada di lokasi kejadian kecelakaan akibat tanah longsor di Perimeter Selatan Soekarno Hatta, Selasa (6/2).

Korban Longsor Terus Bertambah

BOGOR – Hingga saat ini empat orang ditemukan tewas dalam bencana longsor di Kampung Maseng RT 02/RW 08, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk dan Riung Gunung Puncak Kabupaten Bogor. Sementara itu, korban lain di kawasan rel belum ditemukan.

Berdasarkan catatan, korban tewas antara lain Nani, 30; Aurel, 2; Aldi, 9; dan Alan Maulana Yusuf, 17.

”Satu korban yang belum ditemukan yakni Adit 11 tahun belum ditemukan. Termasuk tiga korban di kawasan rel hingga saat ini belum ditemukan,” kata Waka Polda Jawa Barat, Brigjen Pol Drs Supratman MH, kemarin (6/2).

Dia mengatakan, mengerahkan 300 personel untuk melakukan sejumlah korban hilang di dua titik. Rinciannya, Riung Gunung Puncak difokuskan mencari tiga korban hilang. Tim juga melibatkan SAR Brimob Polda Jabar, SAR Kompi Cipanas, SAR Sabhara Polres Bogor dan Gabungan Lantas serta Polsek untuk Pam Jalur.

Sedangkan di Rel KA km 13.800 Cijeruk, lanjut Supratman, pihaknya fokus penca­rian lima korban hilang. Di titik ini, tim melibatkan satu unit K-9 (anjing pelacak).

”Kami telah melakukan eva­kuasi lanjutan pencarian terhadap lima korban tanah longsor se­panjang 40 meter di lokasi Kam­pung Maseng,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Supratman, dilakukan juga pembersihan lokasi longsor di jalur Puncak. Waka Polda pun menjelaskan, untuk jalur puncak mulai dari Gunung Mas sampai Ci­loto masih ditutup dan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Sedangkan roda empat dilakukan pengalihan ke jalur alternatif melalui, Jalur Gu­nung Putri, Jonggol, Cariu, Sukamakmur, Taman Bunga Cipanas, dan Jalur Ciawi, Su­kabumi, serta Cianjur.

”Untuk pembuukaan jalur masih akan dilakukan terlebih dahulu evaluasi dengan in­stansi dengan PUPR, Dishub, BPBD baik pemda maupun pusat serta dengan korlantas Polri,” jelasnya.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Peru­mahan Rakyat (PUPR) beren­cana melebarkan jalur Puncak sebagai bentuk penataan oleh pemerintah. Jalur Puncak dianggap sebagai prioritas. Pedagang di Puncak juga menjadi pembahasan utama pemerintah pusat saat ini.

”Topografi Puncak sudah berubah saat ini, banyak titik yang bahaya. Kita tata lagi saat ini. Kita sudah bentuk tim untuk membantu menata kawasan Puncak. Anggaran sudah ada semua,” kata Men­teri PUPR Basuki Hadimul­jono, saat meninjau langsung lokasi longsor di kawasan Puncak Cisarua, Kabupaten Bogor, kemarin (6/2).

Menurut dia, hingga jalur diperbaiki, kawasan puncak masih belum aman untuk dilintasi. Maka demikian, perbaikan tebingan kawasan puncak terus di-update.

Sementara itu, rusaknya jalur rel kereta api Bogor-Sukabumi akibat bencana longsor yang terjadi di jalur KM 13.800 Cijeruk, Kabupa­ten Bogor akan segera diran­cang kembali.

Rencananya pembangunan jembatan darurat akan segera dilakukan dan diperkirakan akan selesai dalam waktu tiga hari. Jauh lebih cepat dari ren­cana yang sebelumnya yakni selama seminggu.

”Saya sudah koordinasi dengan Kemenhub, Dirjen Perkere­taapian, dan Daop 1. Hasil koordinasi akan di segera dila­kukan perbaikian, supaya nanti transpotasi dari arah Bogor ke Sukabumi bisa ber­jalan dengan seperti biasanya,” kata Kepala Dinas Perhubung­an Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik, kemarin (6/2).

Lebih lanjut, dikarenakan perbaikan tersebut merupa­kan ranah Kemenhub, pihak Dishub Jabar akan melakukan pengalihan transportasi ma­syarakat dari kereta ke bus. ”Kami akan membantu dalam pergerakanya supaya trans­poratsi yang akan menuju Sukabumi Bogor kita alihkan dulu supaya menggunakan transportasi lain yaitu dengan menggunakan bus,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga akan membantu proses pendataan dan penyisiran daerah rawan bencana sepanjang jalur kereta Bogor-Sukabumi. ”Kita akan data daerah rawan bencana di jalur kereta api, sehingga nanti kita akan lihat kalau memang tanahnya milik PT. Kereta Api segera kita akan mengadakan perbaikan-perbaikan di jalur kereta api ini,” tandasnya.

Sementara itu, banjir yang melanda wilayah DKI Jakarta akibat luapan debit air sung­ai Ciliwung masih berlangsung hingga selasa sore kemarin (6/2). Badan Nasional Penang­gulangan Bencana (BNPB) mencatat 11 ribu orang ter­dampak dengan 6 ribu dian­taranya mengungsi.

Berdasarkan laporan BPBD DKI Jakarta, hingga selasa siang (6/2), Banjir telah merendam rumah milik 7.228 kepala kelu­arga atau 11.450 jiwa. Banjir merendam 141 RT dan 49 RW di 20 kelurahan pada 12 keca­matan di Jakarta Timur, Ja­karta Selatan dan Jakarta Barat.

Tercatat 6.532 jiwa telah meninggalkan rumah mereka. Tersebar di 31 titik pengung­sian di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Meskipun ri­buan rumah terendam banjir, banyak masyarakat yang tidak bersedia mengungsi.

”Mereka tetap berada di rumahnya. Perabotan rumah tangga mereka telah dipin­dahkan ke lantai atas di ru­mahnya,” kata Kapusdatin dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kemarin.

Di wilayah Jakarta Timur, sebanyak 2.632 jiwa peng­ungsi ditampung di 24 titik pengungsian dengan rincian di Kecamatan Jatinegara 1.057 jiwa ditampung di 14 titik pengungsian, dan Kecamatan Kramatjati 1.575 jiwa di 10 titik pengungsian,

Sedangkan di wilayah Ja­karta Selatan terdapat 3.900 jiwa mengungsi di 7 titik, Ke­camatan Pancoran 3.200 jiwa di 4 titik, serta di Kecamatan Tebet 700 jiwa di 3 titik. ”Ban­tuan logistik telah disalurkan kepada pengungsi. Secara umum penanganan berlangs­ung lancar,” kata Sutopo.

Hingga selasa siang, pukul 12.00, tinggi muka air di Ben­dungan Katulampa dan Depok berada dalam posisi normal (siaga 4) sedangkan di Mang­garai masih siaga 3. ”Kondisi banjir relatif cepat surut ka­rena debit dari bagian hulu menurun dan tidak ada hujan lokal yang berintensitas ting­gi,” kata Sutopo lagi.

Selain itu, normalisasi Sung­ai Ciliwung yang dilakukan sebelumnya juga telah meny­ebabkan debit sungai menjadi lebih lancar mengalir. Petugas dari Pemda DKI Jakarta telah siaga di lapangan untuk mengantisipasi banjir. Pemprov DKI menyiagakan 450 unit pompa mobile dan stationer.

Sutopo menjelaskan, BNPB terus mendampingi BPBD dalam penanganan banjir di Jakarta. Petugas dari Pemda DKI Jakarta bersama LSM dan organisasi masyarakat berada di lokasi dan membantu mela­kukan upaya penanggulangan bencana banjir.

Sebanyak 31 titik pos peng­ungsi telah dibuka oleh BNPB, BPBD, dan masyarakat di fasilitas umum seperti masjid, aula, kantor kelurahan, kan­tor kecamatan, RPTRA, fasi­litas pendidikan, dan lainnya yang telah dihuni dan siap menerima warga yang akan mengungsi. (yul/tau/rie)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *