Monday , February 12 2018
Home / BERITA UTAMA / Rindu Sadar Belum Kuat
HARLAH PPP DI BANDUNG: Bakal Calon Gubernur Jabar Ridwan Kamil (kedua kiri) bersama Bakal Calon Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum (kiri) menyapa kader Partai PPP dan simpatisannya usai jalan sehat Bandung Hejo di Lapangan Monumen Bandung Lautan Api, Jalan BKR, Kota Bandung, kemarin (11/2).

Rindu Sadar Belum Kuat

SOREANG – Bakal Calon Gubernur Jabar Ridwan Kamil- bersafari politik ke Kabupaten Bandung. Kedatangan pria yang karib disapa Kang Emil itu disambut baik warga Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

Menurutnya, tidak mudah untuk mendulang suara atau dukungan di wilayah yang bukan basis partai pendukung Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum.

”Saya ini veteran pilkada, tidak ada yang mudah. Lemah di sini kuat di sana. Jangan dihitung dari satu kabupatennya saja. Kota kabupaten di Jabar ada 27, saya sudah memulai (atau) menstart satu tahun (lalu) mencicil (dukungan), makanya dua minggu terakhir saya tidak terlalu ngabret (gencar mendulang suara) karena saya umrah dulu,” papar kata Emil di Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, kemarin (11/2).

Menurutnya setelah penetapan pasangan Rindu (Ridwan-Uu), baik Emil ataupun Uu akan intensif kampanye ke Kabupaten Bandung. Dia merasa memang kurang intensif karena sebelumnya masih terhalang pengabdian sebagai Wali Kota Bandung.  ”Kalau sudah cuti mah kan tiap hari hari bisa kesini,” ungkapnya.

Meski Kabupaten Bandung bukan basis partai yang mendukung Ridwan-Uu, dia optimistis mendapatkan raihan banyak suara di Kabupaten Bandung. Sebab, unsur kedekatan wilayah.

”Sebanyak 50 persen (pemilih) mudah-mudahan bisa lebih. Sebab, di  Kota Bandung target 75 persen. Ini kan ada keterpengauhan karena rata-rata suka piknik ke Bandung dan mengaspresiasi. Orang yang simpati ke saya rata-rata orang yang secara fisik melihat langsung perubahan. Mudah-mudahan itu dipahami, walaupun saya tahu pak bupatinya partainya beda, jadi tantangannya beda,” urainya.

Sebelumnya, Indonesia Strategic Institute (Instrat) menunjukkan ada penurunan tingkat elektabilitas Ridwan-Uu yang menorehkan angka 25,6 persen, setelah pada 2016 dan 2017 meraih 28 persen. Pria berkacamata hitam itu, menanggapi santai hasil survei tersebut.

”Masih ada lima bulan, karena kita belum ngabret (gencar), saya mah menghormati etika kepala daerah. Saya tidak mengambil hari kerja untuk sosialisai. Saya fokus ngurusi warga Bandung sampai besok ada groundbreaking monorel dan lain-lain. Nanti setelah cuti, sok tinggali subuh nepi ka subuh (kita lihat dari subuh sampai subuh) saya ada di mana-mana, nanti surveinya meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, Emil dan Uu Ruzhanul Ulum juga menghadiri Hari Lahir (Harlah) ke-45 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar di Lapangan Tegalega, Kota Bandung, kemarin  (11/02).

Peringatan Harlah ke-45 PPP tersebut diisi dengan kegiatan jalan sehat bertajuk ‘Bandung Hejo’ bersama Ketua Umum DPP PPP, M. Romahurmuziy dan diikuti sebanyak ribuan peserta yang terdiri dari kader PPP serta masyarakat umum lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Emil meminta, seluruh masyarakat yang hadir dan mengikuti acara jalan sehat untuk mendoakan pasangan ‘Rindu’ agar bisa menang dalam kontestasi Pilgub Jawa Barat 2018.

”Mulai minggu depan kampanye dan kita ingin membahagiakan warga seluruh Jawa Barat. Bilangin ke kampung-kampung, dan desa-desa agar memilih pasangan Rindu,” ungkap Emil.

Emil sapaan Ridwan Kamil menuturkan, jika dibandingkan dengan kandidat lainnya, pasangan ‘Rindu’ merupakan kandidat yang memiliki usia paling muda. Menurutnya, hal tersebut dinilai akan mempengaruhi kinerja dalam membangun Jawa Barat ke depan. ”Kita ini paling muda usianya. Usia muda itu larinya pasti cepat,” jelasnya.

Selain itu, sebagai cagub yang diusung PPP, Emil juga meminta kepada seluruh masyarakat Jawa Barat agar memilih PPP pada penyelenggaraan Pemilu 2019. Dirinya menilai, PPP sebagai partai Islam akan membawa kemaslahatan bagi masyarakat Indonesia. ”Jangan lupa nanti Pemilu 2019 coblos PPP. Mudah-mudahan membawa kebermanfaatan,” tandasnya.

Di tempat sama, Cawagub Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengaku, tidak memiliki strategi khusus dalam melakukan kampanye. Menurutnya, politik bukan sekadar teori dan harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan.

”Politik bukan akademisi tetapi politik adalah naluri dan insting, kita tidak terpaku terhadap teori-teori. Artinya bisa menetap dan bisa gerak,” urai Uu.

Uu menuturkan, dirinya mengaku optimis mampu memenangkan Pilgub Jawa Barat 2018. Hal tersebut dikarenakan pasangan ‘Rindu’ mendapat dukungan penuh dari empat partai yang memilki jaringan sampai ke bawah.

Menurutnya, PPP sebagai partai ideologis akan didukung kadernya sampai ke tingkat desa. Selain itu, PKB juga dinilai memiliki Nahdliyin dengan basis yang tersebar di seluruh daerah. Adapun Nasdem dan Hanura memiliki massa yang dinilai solid.

”Kang Emil aja relawannya 12, saya relawannya ada enam dan ini membuat kami semakin semangat untuk menang di Pilgub yang akan datang,” taandasnya. (rus/mg1/rie)

Check Also

All New Honda PCX Mulai Dipasarkan

darikita.com – JAKARTA – PT Astra Honda Motor (AHM) secara resmi mulai memasarkan All New ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *