Wednesday , April 26 2017
Home / BERITA UTAMA / Sebar Deviden Rp 862,9 M Klemi Jabar Komisaris Utama Independen
FAJRI ACHMAD NF /JABAR EKSPRES RUPST BANK BJB: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kelima dari kiri) didampingi Dirut bank bjb Ahmad Irfan (keempat dari kiri) usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), kemarin (29/3).

Sebar Deviden Rp 862,9 M Klemi Jabar Komisaris Utama Independen

darikita.com, BANDUNG – Bank bjb menyetujui pembagian dividen Rp 862,9 miliar. Total dividen ini setara 55 persen dari laba bersih 2016 sebesar Rp 1,56 triliun.

Di samping itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) bank bjb tahun buku 2016 juga menyepakati komisaris utama independen baru. Salah satunya perubahan jajaran komisaris dengan penunjukkan Klemi Subiyantoro sebagai komisaris utama independen bank bjb.

Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan mengatakan, hingga akhir tahun lalu, pihaknya menorehkan pertumbuhan laba bersih sebesar 14,4 persen lebih tinggi daripada realisasi tahun sebelumnya. ”Nominalnya, mencapai Rp 1,56 triliun,” tandas Ahmad Irfan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2016 di Hotel Aryaduta, Jalan Sumatera Bandung, kemarin (29/3).

Dia mengatakan, pada akhir 2016, bank bjb menerbitkan Medium Term Notes (MTS) atau surat utang jangka menengah bernilai Rp 1,1 triliun. Ini dilakukan, guna mendukung rencana ekspansi bisnis dalam hal penyaluran kredit, mencanangkan penyaluran pembiayaan 12-15 persen lebih tinggi daripada 2016.

Hingga akhir 2016, sebutnya, pihaknya menggelontorkan kredit bernilai total Rp 63,14 triliun atau naik 14,2 persen lebih tinggi daripada realisasi hingga 2015 yang nilainya Rp 56,3 triliun. Menurutnya, pertumbuhan tertinggi terjadi pada kredit konsumer, yaitu 15,7 persen atau menjadi Rp 44,2 triliun. Sedangkan kredit komersial, ujarnya, Rp 10,8 triliun, dan kredit mikro Rp 3,5 triliun. Sementara kredit mortgage, sambungnya, mencapai Rp 4,55 triliun.

Menurut dia, kesuksesan bjb mendongkrak kredit, diikuti keberhasilan pihaknya menekan Non-Performing Loans (NPL) atau kredit bermasalah, yang sebelumnya (2015) sebesar 2,91 persen, menjadi berada pada level 1,69 persen.

Termasuk dengan Net Interest Margin (NIM) yang pada akhir 2016 menyentuh angka 7,4 persen. Selain itu, pihaknya mencatat Capital Adequated Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal sebesar 18,4 persen. Hal ini yang kemudian membuat jajarannya lebih leluasa untuk berekspansi bisnis.

Comments

comments

Check Also

Emil Tak Takut Terjun Bebas

darikita.com, SUMUR BANDUNG – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku tidak takut dengan beragam opini ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *