Sunday , April 15 2018
Home / ENTERTAINMENT / Sedikit Waktu, HMGNC Jadi Pesakitan
IPAN SOPYAN/JABAR EKSPRES GENRE BERBEDA: Suasana pengadilan musik saat Homogenic menjadi terdakwa. Homogenic hadir di Pengadilan Music tanpa didampingi vokalis mereka.

Sedikit Waktu, HMGNC Jadi Pesakitan

darikita.com – BANDUNG – Homogenic (HMGNC) grup musik asal Bandung. Kelompok yang sudah berkarir lebih dari satu dasawarsa, kembali menguncang ranah musik tanah air dengan video klip dari single ‘Sedikit Waktu’.

Akibat video itu lah, HMGNC diseret Djarum Coklat Dot Com (DCDC) bekerjasama dengan Atap Promotions duduk di kursi pesakitan. Proses peradilan digelar di Kantin Nation The Panas Dalam, Jalan Ambon Nomor 8A Bandung, Jum’at (16/3).

Pada persidangan kali ini HMGNC, kudu hadir tanpa sang vokalis anyar mereka, Amanda. Lantaran dia baru saja melahirkan.

Perjalanan yang tidak sebentar membuat HMGNC sempat meubah komposisi. Sang vokalis yang dulunya ditempati Risa Saraswati itu, berhasil mengeluarkan Dua album Epic Symphony (2004) di bawah naungan FFWD Records dan Echoes of The Universe di tahun 2006.

Setelah ditinggalkan sang vokalis Tahun 2009 lalu, tak lama HMGNC bisa move on dengan menggandeng Amanda Syachridar untuk menggantikan Risa Saraswati sebagai vokalis. Tak henti di situ Homogenic juga mengeluarkan album ke-tiganya Let a Thousand Flowers Bloom.

Adanya vokalis baru, Homogenic melakukan peubahan pada format musik mereka menjadi full-band. Sekaligus memberikan warna yang baru dan berbeda dengan terciptanya nada-nada elektronik yang indah tanpa kehilangan esensi dari Homogenic.

Bersaman dengan itu grup musik yang didirikan tahun 2002. HMGNC melakukan re-branding nama band dari Homogenic jadi HMGNC sebagai identitas baru. Dan terus mengeluarkan single “This Too Shall Pass” di Tahun 2016 dan “Buka Hati” di Tahun 2017.

Dengan genre musik elektro pop yang menjadi ciri khasnya, HMGNC mendapatkan tempat di hati pencinta musik di tanah air. Lagu ‘Utopia’ judul lagu di salah satu album terdahulu. Melalui program synthesizer mereka dapat mengeksplorasi bebunyian dan menambahkan instrumen serta membangun komposisi yang lebih terang dari album sebelumnya.

Berkat ketekunan Amanda Syachridar (Vokal), Dina Dellyana (Synths, Programming), dan Grahadea Kusuf (Synths, Programming). Di album keempat ‘Let’s Talk‘ tahun 2012. Homogenic meraih tiga penghargaan sekaligus di Voice Independent Music Award (VIMA) lewat single ‘Tak Berhenti di Sini’ dan mendapat respon positif dari skena Drum n’ Bass Indonesia. Berlanjut ke tahun 2015 aktif dengan mengeluarkan single bertitel ‘Today and Forever‘ dan ‘Memories That Last A Dream’.

Di tahun ini, HMGNC kembali membuat pesaingan di ranah industri musik Tanah Air. Mereka merilis lagu berjudul ‘Sedikit Waktu’. Disaksikan ratusan pasang mata Savior (Fanbase HMGNC), Dina menjawab pertanyaan yang dilontarkan JPU, terkait makna dalam setiap bait lagu ‘Sedikit Waktu’.

Kata Dina. Lagu terbaru ini mengisahkan tentang dua sejoli yang saling mencintai dan berjanji. Namun, dalam lagu ini sang wanita diceritakan rinduan yang dalam terhadap sang kekasih. Berharap ada sedikit waktu untuk bisa bertemu.

Namun harapanya kandas. Karena mereka memiliki kehidupan dengan pasangannya masing-masing. ”Single ‘ Sedikit Waktu’ ini kisah nyata kehidupan masa lalu saya,” kata Dina.

Lagu, yang romantis namun berakhir tragis ini dirilis dihari kasih sayang atau yang biasa disebut Valentine Day. ”Hari valentine merupakan momen yang pas untuk merilis video klip terbaru karena dari segi lirik dan video klip menggambarkan sebuah kegelisahan akan rasa kasih sayang yang tidak selalu berujung bahagia,” ungkap Dina.

Walau lagunya berkisah tentang percintaan yang dramatis. Suasana persidangan malah berjalan seru dan tetap santai. Perwakilan DCDC Bandung Josef Ruru mengatakan, HMGNC dipilih sebagai terdakwa, sebab pihaknya ingin mengangkat HMGNC di kancah musik yang lebih tinggi. Selain itu mereka juga berasal dari musik indie yang berjuang dengan album- album mereka sendiri. ”Mereka punya genre yang berbeda dengan yang lain dan mereka konsisten serta yakin akan genre yang bisa mengangkat mereka,”kata Josef.

Lanjut dia, Pengadilan Musik akan terus mengangkat band-band indie yang memiliki karya sendiri dan akan mendukung para musisi band indie yang memiliki jati dirinya sendiri untuk siap bersaing dengan musisi lainnya.

”Kita akan terus mengapresiasi dengan cara menampilkan band-band indie yang menciptakan karya mereka sendiri untuk bisa dikenal dan memiliki jati diri,” harapnya.

Soni Bebek perwakilan dari Atap Promotions menambahkan, terdakwa yang masuk ke Atap Promotion dan tampil di Pengadilan Musik sangat banyak. Sejauh ini pihaknya belum bisa announce seluruhnya karena merupakan sebuah kejutan. Dan antrian band-band menurut Soni memang sangat banyak, karena untuk jadi terdakwa di Pengadilan Musik dibutuhkan mental-mental yang sangat kuat.

”Antrean untuk jadi terdakwa di Pengadilan Musik sangat banyak, untuk tampil di Pengadilan Musik dibutuhkan mental- mental yang kuat,” katanya.

Soni menyebutkan, konsep besaran publish sudah banyak yang menerima, karena di Pengadilan Musik diperlukan hal yang unik. Bagaimana mengemas atau mempromosikan sebuah produk berupa karya musik dengan cara yang berbeda yang pada akhirnya bisa menarik para pecinta musik.

”Semua terdakwa yang pernah diadili sangat merespon positif dan berharap ingin kembali menjadi terdakwa,” ujarnya.

Soni berharap, dengan menghadirkan HMGNC diharapkan bisa mengobati para Savior yang memang sudah menunggu karya-karya terbaru dari HMGNC.

Diakhir persidangan hakim memutuskan bahwa lagu terbaru HMGNC layak didengarkan dan dibebaskan dengan syarat secepatnya mengkolaborasikan remix lagu dan segera merilis karya mereka dihadapan para pecinta musik Tanah Air. (pan/ign)

Check Also

Ajay Menyerahkan Santunan Kematian Bpjs Ketenagakerjaan Kepada Juru Parkir

darikita.com – CIMAHI- Walikota Cimahi, Ajay M. Priatna didampingi Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cimahi, Ferry ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *