Monday , April 24 2017
Home / BERITA UTAMA / Sungai Citarum Meluap, Tanggul Jebol Rendam Rumah di Tiga Kompleks
TIMPA MOBIL: Seorang warga di antara puing-puing tanggul yang jebol di Perumahan Bumi Orange, Kabupaten Bandung kemarin (23/2). Akibat kejadian tersebut, ratusan rumah di tiga perumahan terendam banjir.

Sungai Citarum Meluap, Tanggul Jebol Rendam Rumah di Tiga Kompleks

darikita.com, Ratusan rumah di tiga komplek perumahan Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, terendam air banjir akibat jebolnya tanggul penahan air. Ketiga komplek itu di antaranya Griya Mitra Posindo, Bumi Orange dan Permata Biru.

Menurut saksi sekaligus korban, Bayu warga Jalan Akasia 7 kompleks Bumi Orange mengatakan, air datang secara tiba-tiba sejak Senin (23/2) sekitar pukul 16.00. Seiring dengan itu, terdengar suara ledakan yang cukup keras.

”Setelah diperiksa ke luar, ternyata tanggul di pinggir rumah jebol dan bentengnya menimpa mobil,” kata Bayu kemarin.

Tidak berselang lama, air pun kemudian menggenangi sebagian komplek tersebut dengan ketinggian air sekitar sepinggul orang dewasa.

”Gara-gara tanggul sungai jebol tiga komplek di kawasan Cinunuk Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung terendam banjir. Ketiga komplek itu meliputi komplek Griya Mitra Posindo, Bumi Orange dan Permata Biru,” paparnya.

Lilis warga Griya Posindo mengatakan, banjir ini adalah banjir paling parah dalam kurun delapan tahun terakhir. Menurut dia, di Bumi Orange dihuni 460 Kepala Keluarga (KK) di 7 RT di RW 26, terutama yang paling parah adalah blok F1 2 3, blok G dan blok H. ”Ketinggian sepinggang orang dewasa,” ucapnya.

”Hingga saat ini masih ada genangan air,” tambahnya.

Lilis mengatakan, warga beserta petugas dari pemerintah sejak malam tadi telah menutup aliran tanggul yang jebol dengan karung berisi pasir. Namun akibat derasnya air hujan yang mengguyur sejak sore membuat air makin bertambah.

”Beberapa keluarga mengungsi ke posko yang disediakan aparat desa setempat dan sebagian memilih ngungsi ke rumah saudara mereka masing-masing,” paparnya.

Sementara itu, luapan Sungai Citarum dan sejumlah anak sungainya kembali terjadi akibat hujan terus menerus pada Senin (22/). Sehingga merendam kawasan Baleendah dan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, kemarin.

Banjir tersebut kembali memutuskan arus lalu lintas Ciparay Baleendah Dayeuhkolot Bandung, Selasa (23/2) sejak pagi hingga malam hari. Ketinggian air mencapai 40 sentimeter. Sehingga puluhan kendaraan roda dua yang menghadang banjir tersebut pada mogok.

Kanit Lantas Baleendah Iptu Sudi Hartono mengatakan, Jalan lancar meskipun banyak kendaraan roda dua mogok. Sebab, memaksakan melintasi genangan banjir. Sehingga sebanyak 12 personel dari Polsek Baleendah turun langsung.

”Sebanya 14 personel itu dari beberapa unit dan ada fungsi masing-masing. Anggota Bimas memantau ke masyarakat, anggota Lantas mengatur lalulintas, anggota Reskrim antisipasi adanya pencurian dan anggota Intel penggalangan masyarakat untuk diteksi dini,” kata Sudi kemarin.

Ada beberapa titik yang tergenang banjir, tutur Sudi, Di Kampung Cieunteung RW 20 dan 28. Kelurahan Andir air menggenang di Kampung Cigosol, terdapat enam RW yang tergenang banjir yakni RW 06, 07, 08, 09, 10 dan 13.

Menurut Sudi, banjir mulai menggenang dua keluarahan tersebut pada Senin (22/2) sekira pukul 23.00. Tapi hingga berita ini diturunkan, warga masih bertahan di rumah masing-masing.

Banjir yang menggenang Bandung selatan ini, kata dia, membuat akses jalan dari Baleendah menuju Rancamanyar terputus. ”Air menggenang jalan Andir-Rancamanyar di Kampung Cigosol, jadi tidak bisa dilewati kendaraan,” katanya.

Menurutnya, ketinggian air yang menggenang jalan mencapai 60 sentimeter. Sehingga tidak bisa dilalui oleh semua jenis kendaraan. ”Warga menggunakan perahu karena kendaraan tidak bisa lewat,” ungkapnya.

Sudi juga menjelaskan, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju Kelurahan Andir dari kelurahan Baleendah dan Dayeuhkolot. ”Ada alternatif jalan, tapi harus memutar jaraknya juga jauh,” jelasnya sambil merekomendasikan warga yang hendak menuju Rancamanyar dari Baleendah supaya menggunakan jalan Rencong-bojongmalaka-Cibaduyut.

Sementara itu, Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bandung H Tata Irawan menyebutkan, pihaknya telah mengirimkan bantuan pompa air ukuran 3 PK ke sejumlah desa yang selama ini kerap dilanda banjir. ”Bantuan ini sesuai dengan permintaan masing-masing desa, bahkan ada beberapa desa yang telah diberikan bantuan sarana perahu kayu untuk kepentingan evakuasi korban banjir,” ucap Tata.

Sedangkan, Bupati Bandung H. Dadang M. Naser mengungkapkan, kewenangan untuk menormalisasi aliran Sungai Cikeruh berada di tangan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWS). Pihak Pemkab Bandung kata pria yang kerap disingkat dengan sapaan DN itu, telah meminta BBWS untuk segera melakukan penanganan Sungai Cikeruh agar genangan banjir bisa diminimalisir.

Khusus kepada warga yang berada di pinggiran sungai, DN meminta agar turut membantu penanganan aliran sungai dengan tidak membuang sampah ke aliran sungai. Hal itu ditekankan saat melakukan peninjauan ke lokasi banjir di Desa Rancaekek Kulon.

Dia merasa prihatin dengan menumpuknya sampah yang tertahan di mulut jembatan. Sehingga mengakibatkan air sungai meluap ke permukaan jalan.

Di bagian lain, jalan kabupaten yang menghubungkan enam desa antara Desa Rancapanggung-Cikadu, Rancasenggang, Wangun Sari, Buninggalih, dan Bunigara di dua kecamatan yakni Cililin dan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat terputus akses jalan akibat longsor dari tebing setinggi 15 meter yang menutup jalan di Kampung Bonceret RT1/ RW 10 Desa Rancapanggung Kecamatan Cililin.

Informasi yang dihimpun, longsoran tanah tersebut turun pada Selasa (23/2) sekitar pukul 03.00. Tanah tersebut longsor dari bukit pajaratan setelah diguyur hujan sejak Senin (22/2) pukul 18.00 WIB hingga dini hari. Bahkan, selain menutup jalan, longsoran tanah juga memutuskan kabel listrik serta merobohkan satu tiang listrik.

Longsoran tanah telah menimbun seluruh badan jalan dengan ketinggian sekitar 3 meter dengan panjang sekitar 20 meter. Akibatnya, aktivitas warga dari enam desa yang biasa melewati jalan itu pun terganggu. Warga dengan kendaraan baik roda dua ataupun roda empat yang biasanya hanya menempuh jarak sekitar 1-2 kilometer ke jalan raya Cililin, kini harus memutar arah ke jalan Cimalaka dengan jarak sekitar 10 kilometer.

M Nuh Kosim, 70, warga Rancapanggung menuturkan, longsoran tanah tersebut turun setelah diguyur hujan sejak Senin. Setelah diketahui longsoran tanah tersebut menutup jalan, warga langsung melaporkan kepada desa setempat.

”Terpaksa aktivitas warga di enam desa yang biasanya melalui jalur ini harus memutar ke Jalan Cimalaka,” kata Kosim kepada wartawan ditemui di lokasi.

Dia berharap, akses jalan ini secepatnya bisa dibuka kembali agar masyarakat Cililin yang akan menuju Sindangkerta bisa melalui jalur alternatif ini. Begitu sebaliknya dari Sindangkerta-Cililin bisa lancar dan normal seperti biasanya. ”Memang warga lebih memilih jalan ini sebagai jalur alternatif. Karena lebih dekat dan cepat,” katanya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Desa Rancapanggung Dani Tohar menambahkan, akses jalan yang menghubungkan dua kecamatan ini saat ini terputus. Warga terpaksa harus memutar terlebih dahulu sambil menunggu akses jalan bisa dibuka dengan menggunakan alat berat yang sudah datang. ”Warga diminta bersabar sambil menunggu proses evakuasi longsoran tanah berlangsung,” ujarnya.

Menurut Dani, di area longsoran ini juga, merupakan tanah milik warga. Tercatat ada tiga pemilik tanah atas nama Jamaludin, Kasmada dan Anah. ”Kebetulan di sekitar longsoran tanah ini tidak ada rumah warga, melainkan hanya tanah milik warga. Sehingga tidak ada korban jiwa,” paparnya.

Pantauan di lapangan, anak-anak yang masih duduk di tingkat SMP harus berjalan kaki menuju SMPN 2 Cililin. Mereka harus melewati jalan yang sudah tertimbun longsoran tanah lantaran lebih dekat diakses oleh anak-anak.

Di lokasi juga, proses evakuasi longsor sendiri hingga pukul 15.00 masih terus berlangsung. Petugas dengan menggunakan satu unit loader terus berusaha membersihkan tanah longsoran yang menimbun badan jalan dibantu oleh jajaran dari aparat desa setempat dan personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat. (yul/gun/drx/rie)

Comments

comments

Check Also

Sevilla Pertahankan Gelar Juara Liga Europa

darikita.com, Sevilla berhasil mencatat kemenangan ketiga beruntun di ajang Liga Europa. Bertemu Liverpool di St. Jakob ...

One comment

  1. Semoga segera diperbaiki dan mendapat dana bantuan dari pemerintah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *