Friday , April 13 2018
Home / NEWS / Tantangan Pendidikan Dalam Era Digital

Tantangan Pendidikan Dalam Era Digital

Oleh:
Sunaryo Kartadinata

SIAPA yang dididik di era digital? Siapakah manusia Indonesia masa depan? Apakah  Generasi 2045 adalah manusia Indoensia amsa depan? Apakah era digital akan mengubah pandangan tentang hakikat manusia? Atau akan mengubah pandangan tentang hakikat pendidikan dan  menggeser peran esensi guru? Jawaban atas sejumlah pertanyaan ini penting bagi arah pendidikan nasional saat ini.

Dalam perjalanan populasi abad 21 di dunia dikenal sejumlah kelompok generasi yang menentukan karakter sebuah masa. Dimulai dari sebutan generasi Baby Boomer bagi generasi kelahiran tahun 1946–1964. Generasi ini lahir setelah Perang Dunia II memiliki banyak saudara. Akibat dari banyak pasangan berani mempunyai banyak keturunan. Generasi adaptif, mudah menerima dan menyesuaikan diri dan dianggap sebagai orang lama yang mempunyai pengalaman hidup.

Fase generasi berlanjut ke sebutan Generasi X. Kelompok ini lahir tahun 1965–1980. Tahun-tahun ketika generasi itu lahir merupakan awal dari penggunaan PC (personal computer), video games, TV kabel, dan internet. Penyimpanan datanya pun menggunakan floopy disk atau disket. MTV dan video games sangat digemari. Menurut hasil penelitian Jane Deverson, sebagian dari generasi ini memiliki tingkah laku negatif. Seperti, tidak hormat kepada orang tua. Mulai mengenal musik punk, dan mencoba menggunakan ganja.

Beranjak ke Generasi Y lahir tahun 1981–1994. Dikenal dengan sebutan generasi milenial atau milenium. Ungkapan Generasi Y mulai dipakai pada editorial koran besar Amerika Serikat pada Agustus 1993. Generasi ini banyak menggunakan teknologi komunikasi instan seperti email, SMS, instant messaging dan media sosial seperti facebook dan twitter. Mereka juga suka main game online.

Pada tahun 1995–2010 lahir Generasi Z. Disebut juga i-Generation, generasi net atau generasi internet. Mereka memiliki kesamaan dengan generasi Y, tapi mereka mampu mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu seperti nge-tweet, menggunakan ponsel, browsing dengan PC, dan mendengarkan musik menggunakan headset. Apapun yang dilakukan kebanyakan berhubungan dengan dunia maya. Sejak kecil mereka sudah mengenal teknologi dan akrab dengan gadget canggih, yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadian mereka.

Di tahun 2011–2025 lahir Generasi Alpha. Generasi yang lahir sesudah generasi Z. Lahir dari Generasi X akhir dan Y. Generasi yang sangat terdidik karena masuk sekolah lebih awal dan banyak belajar, dan rata-rata memiliki orang tua yang kaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *