Thursday , April 12 2018
Home / BERITA UTAMA / Tata Ulang Pasar Tradisional
ISTIMEWA FOR JABAR EKSPRES DENGAR ASPIRASI: Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melakukan kampanye di pasar tradisional Pelita Kota Sukabumi, kemarin (8/4). Ridwan menyebutkan Sukabumi memiliki banyak destinasi wisata.

Tata Ulang Pasar Tradisional

darikita.com – SUKABUMI – Sejumlah pedagang di Pasar Pelita Kota Sukabumi mengeluhkan pembangunan pasar yang mangkrak sejak tiga tahun lalu. Padahal, pedagang sudah direlokasi ke pasar terminal lama dan pasar Pertamina.

”Pengembangnya pergi, pembangunan berhenti, dan pedagang sekarang susah,” kata Hendri Suhendra, peng­elola Pasar Pelita, saat ditemui kandidat Gubernur Jabar Ridwan Kamil, kemarin (8/4).

Menurut dia, sejak 3 tahun lalu, pemerintah merenovasi Pasar Pelita dengan menggan-deng pengembang swasta. Tapi tanpa sebab yang jelas, pembangunan tidak diteruskan.

”Awalnya saya tidak punya utang, sekarang terbelit utang. Di sini kita jualan, hanya untuk bertahan hidup. Lokasi dagang tidak strategis, pembangunan pasar yang mangkrak, utang saya banyak. Jadi kami mohon kalau Pak Ridwan jadi bisa se­gera bangun pasar ini,” kata pedagang pakaian ini.

Sementara, Ujang, pedagang sayur juga berharap yang sama dengan Hendri. ”Kami ingin pasar segera dibangun. Kami tidak mau jualan jalanan, maunya masuk kios, tapi sam­pai sekarang pembangunan pasar belum jadi,” urainya.

”Kalau Pak Ridwan Kamil jadi, saya ingin Kota Suka­bumi dibangun seperti Bandung. Pasarnya bersih, tertata, dan rapi,” ujarnya.

Mendengar keluhan para pedagang, Kang Emil sapaan Wali Kota Bandung ini menga-takan, jika takdirnya datang sebagai sebagai gubernur, maka melalui kekuasaan gu­bernur akan membantu wali kota dalam menata pasar. ”Ka­lau yang dibutuhkan adalah pasar ini harus dibangun be­kerja sama dengan dana APBD, maka gubernur harus mem­bantu dengan kebijakannya,” jelas pria yang akrab disapa Kang Emil itu. ”Kalau bekerja sama dengan pengembang dan diminta menjadi penghubung, maka kita carikan pengusaha yang kredibel,” sambung Wali Kota Bandung terbaik 2017 versi Kemendagri ini.

Menurut dia, Sukabumi ini memiliki potensi destinasi menarik untuk mendatangkan wisatawan.Salah satu ke­senangan wisatawan yakni wisata belanja. ”Tapi kalau mau belanja, pasarnya kotor, bau. Bagaimana wisatawan mau datang ke sini,” terangnya.

Emil menjelaskan, dalam membangun sebuah wilayah harus ada sinergi. Keberha­silan gubernur adalah apa­bila wali kota dan bupatinya berhasil membangun kota dan kabupatennya. ”Maka jika saya terpilih, saya dorong mereka untuk berhasil dengan ban­tuan gubernur,” ucap dia.

Setelah melihat langsung kondisi pasar di beberapa dae­rah selama kampanyenya, menurut dia, sesyai program kerja Rindu (Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum) yakni membangun ekonomi secara berkelanjutan dengan cara kerja kolaboratif antara gubernur, wali kota, bupati, stakeholder dan masyarakat. (yan/rie)

Check Also

Berikan Ruang Konsultasi Perawatan Ginjal

darikita.com – SOREANG – Sekitar 245 orang pasien perawatan ginjal Instalansi Hemodialisa Rumah sakit Al ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *