Monday , February 12 2018
Home / bandung raya / Tetap Hormati Perbedaan Jelang Pilkada Serentak
Anggota MPR RI Agung Budi Santoso (tengah bersama Calon Wali Kota Nurul Arifim(kiri kelima) berfoto bersama dalam acara sosialisasi 4 Pilar wawasan kebangsaan di Kota Bandung.

Tetap Hormati Perbedaan Jelang Pilkada Serentak

BANDUNG – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) tahun ini nilai persatuan dan kesatuan yang di bingkai dalam Bhineka Tunggal Ika akan mengalami ujian. Sehingga, perlu pemahaman mengenai sikapo saling menghargai apabila ada perbedaan berpolitik.

Anggota MPR RI Agung Budi Santoso dari Fzraksi Partai Demokrat mengatakan, secara kultur budaya sebetulnya masyarakat Jabar memiliki sikap saling memahami perbedaan. Namun, perpecahan dan perselisihan bisa saja terjadi dengan dihembuskannya berbagai macam isu yang tidak bertanggung jawab.

Selain tiu, derasnya berbagai informasi sevcara langsung melalui berbagai media dapat dipastika akan selalu serap oleh masyarakat. Sehingga, perlu dibentengi dengan pemahaman Pilar Kebangsaan.

Kendati begitu, dia menyakini kondis masyarakat sekarang sudah dapat memfilter informasi tersebut dengan cerdas dengan dipilah mana menyesatkan dan mana yang benar.

’’Jadi Pemahaman mengenai wawasan kebangsaan ini perlu diimplementasikan oleh masyarakat karena wawasan kebangsaan ini penting,”jelas dia.

Agung menambahkan, isu hoax biasanya muncul dimedia-media sosial bahkan kebanyakan menyesatkan. Untuk menangkalnya, perlu pemahaman kepada masyarakat mengenai pengetahuan informasi.

Dengan memahami sikap politik masyarakat harus betul-betul diberikan pengertian pada pelaksanaan kandidat Calon Wali Kota Bandung untuk menyosialisasikan visi dan misinya.

“Jadi pemahaman empat pilar ini sangat penting untuk teguh berpedoman pada Pancasila dan UUD 45,”pung­kas Agung yang memiliki daerah pemilihan Kota Bandung-Cimahi ini.

Sementara itu, Calon Wali Kota Bandung yang didukung oleh Partai Demokrat dan Golkar Nurul Arifin mengatakan, beredarnya isu-isu berita hoax jangan sampai membuat resah masyarakat kota Bandung.

Dirinya mengatakan, kepada tim pemenangan dan seluruh simpatisan agar bekerja penuh dengan etika. Sehingga, tidak membuat kota Bandung terkotak-kotak.

Nuruk menilai, banyaknya isu-isu Hoak yang sengaja disebarkan untuk menjatuhkan kridibilitas pasangan calon merupakan tindakan tidak terpuji.

Untuk itu, kepada seluruh calon pemimpin yang akan bertarung dalam Pemilihan Wali Kota Bandung (Pilwalkot) harus bisa memiliki komitmen bersama. Sebab, untuk mengendalikan pendukungnya dan lapangan termasuk para pendukung yang sering menggunakan Sosmed itu.

“Saya tidak percaya kalau mereka tidak bisa dikendalikan. Saya juga memiliki relawan dan tim pemenangan,’’kata dia.

Disinggung mengenai isu berita di Sosmed yang sempat menyudutkan Nurul Arifin sebagai Calon Wali Kota ketika hadir di SMA Negeri 10 beberapa waktu lalu dia membantah jika kehadiran tersebut bagian dari kampanye.

Menurutnya, kehadiran di SMAN 10 bagia dari memenuhi janji pada acara peringatan Alumni ke 50 bahkan kegiatan tersebut sudah berlangsung lama sebelum tahapan pemilu dimulai.

Dia menduga, kejadian tersebut dia menduga sepertinya sudah didesain untuk menjatuhkan nama baiknya dengan diberitakan seolah-olah kepala sekolah dan guru memihak salah satu pasangan calon.

’’ Yang saya kasihan adalah Kepala sekolahnya dan para gurunya, kenapa mereka dikorbankan kok tega-teganya saya merasa menyesal juga datang kesana,’’tutupNurul. (yan)

Check Also

Kunjungi DAS Citarum, Kang Hasan: Tindak Tegas Pencemar Lingkungan

darikita.com – BOJONGSOANG – Calon Gubernur Jawa Barat Tubagus Hasanuddin (Kang Hasan) mendukung penuh kelestarian ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *