Tuesday , January 23 2018
Home / bandung raya / Warga Cimahi Bingung Buang Sampah
DOKUMENTASI/JABAR EKSPRES MANFAATKAN SAMPAH: Warga yang tergabung dalam kegiatan swadaya masyarakat Orang Hebat Sadar Lingkungan (KSM OH DARLING) menyelesaikan pembuatan kerajinan dengan memanfaatkan limbah.

Warga Cimahi Bingung Buang Sampah

darikita.com – CIMAHI – Masyarakat kota Cimahi mengaku merasa kesulitan untuk membuang sampah. Sebab, selama ini di Kota Cimahi hanya tersedia 21 tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang tersebar di 15 kelurahan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Djani Ahmad Nurjani mengaku, pihaknya sedang berupaya untuk menambah jumlah TPS. untuk menampung sampah se- Kota Cimahi.

“Untuk sekarang kami belum bisa membangun TPS, kendalanya klasik. Jadi tahun 2017 kemarin hanya melakukan revitalisasi 5 TPS, dengan nilai anggaran Rp 200 juta,” jelas Djani kepada wartawan kemarin. (9/1)

Menurutnya, DLH sedang berusaha mencari lahan yang ideal untuk pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Reuse, Reduce, Recycle atau TPS 3R sebagai program pengolahan sampah di kawasan padat penduduk.

Selain itu, program ini nantinya merupakan upaya pengolahan sampah mandiri di lingkungan masyarakat, sebelum akhirnya sisa residu sampah itu akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Djani mengakui,pihaknya sudah meyodorkan enam tempat untuk dibangun TPS 3R yaitu di Cigugur Tengah, Contong, Setiamanah dan beberala titik lokasi lainnya. Namun, sampai saat ini belum ada lahan yang dijual.

“Kalau memang lahannya ada, ya bisa dibeli, atau kalau pemilik lahan minta agar disewa saja, ya mungkin nanti akan ada pembicaraan lebih lanjut atau MoU-nya seperti apa,” kata dia.

Djani menjelaskan, untuk membangun sebuah TPS 3R, harus tersedia lahan kurang lebih 200 meter persegi, dengan akses jalan yang memadai untuk kendaraan pengangkut sampah, dan yang terpenting tidak mendapat penolakan dari masyarakat.

Namun, untuk mencari lahan dengan kriteria seperti itu di Kota Cimahi memang sangat sulit. Sebab, menurut Djani, rata-rata masyarakat akan menolak. Padahal TPS 3R ini manifestasi dari pengolahan sampah di sumber, dan tidak akan menimbulkan bau yang busuk dan menyengat seperti TPS biasa.

Sebab, pengolahan sampah di TPS 3R berbeda dengan TPS biasa yang hanya sebagai tempat penyimpanan sementara. Di TPS 3R, sampah dari rumah tangga akan dipilah antara yang organik dan anorganik.

“Untuk melakukan proses Reuse, Reduce, dan Recycle, di TPS 3R ada alat pemilahan, daur ulang, dan pengomposan. Jadi nanti kompos yang diolah di TPS 3R akan diberikan lagi ke masyarakat yang membutuhkan untuk pertanian atau berkebun,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Djani, Kota Cimahi baru memiliki 6 TPS 3R di RW 09 Leuwigoong dengan 5 orang pekerja, RW 31 Melong dengan 3 orang pekerja, RW 16 dan RW 09 Cigugur Tengah dengan 6 orang pekerja, RW 04 Leuwigajah dengan 1 orang pekerja, RW 03 Cibeber dengan 4 orang pekerja, dan RW 16 Cibabat dengan 1 orang pekerja.

“Pekerja itu ada petugas TPS nya dan ada petugas pemilahan dan pengomposan. Dari enam TPS 3R itu, ada satu yang tidak aktif, yakni di Cibabat,” paparnya.

Djani berharap jika di setiap kelurahan minimal tersedia satu TPS 3R. Mengingat jumlah sampah yang dihasilkan rumah tangga di Kota Cimahi setiap tahunnya selalu meningkat. Dan jika kebutuhan untuk TPS dan TPS 3R sudah terpenuhi, maka Pemerintah Kota Cimahi harus mulai memikirkan untuk membangun TPS terpadu yang berfungsi menampung sampah rumah tangga skala kota.

“Kalau TPS Terpadu mungkin jadi rencana jangka panjang. Karena untuk saat ini Kota Cimahi kemungkinan belum bisa membangun TPS Terpadu. Selain terkendala lahan, anggaran yang dibutuhkan juga sangat besar,” pungkasnya. (ziz/yan)

Check Also

Setelah Robot Pintar, Kini Kembangkan USG Jarak Jauh Wisnu Jatmiko, Ahli Robotika dan Sistem Kecerdasan Buatan

darikita.com – Ahli robotika dan sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence) di Indonesia mungkin banyak. Namun, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *