Friday , April 13 2018
Home / bandung raya / Waspada Penyakit Kerdil
LAKUKAN PENCEGAHAN: Petugas Dinas Kesehatan menyusuri rumah warga yang memiliki balita untuk diberikan Obat anti Cacing sebagai antisipasi stunting (kerdil) pada anak.

Waspada Penyakit Kerdil

darikita.com – SOREANG – Kurang pertembuhan pada anak atau di sebut Stuting (kerdil) terjadi akibat kekurangan gizi sejak dalam masa kandungan atau disebabkan oleh parasit cacing.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Rikmasari menjelaskan, Kerdil (Stunting) pada anak mencerminkan gagal tumbuh.

Kondisi ini terjadi pada umumnya dapat terlihat di usia balita. Untuk penyebabnya akibat kekurangan gizi kronis, sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk se usianya.

Selain itu, kekurangan gizi kronis bisa juga terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Dengan demikian periode 1000 hari pertama kehidupan harus mendapat perhatian khusus. Sebab, pada masa tersebut merupakan penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas anak nanti.

’’ Jadi ibu-ibu harus memahami masalah ini dengan sebaiknya agar anak-anak kita nanti menjadi generasi cerdas,” jelas Rikmasari ketika ditemui kemarin (2/4)

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Achmad Kustijadi mengatakan, masalah stuting khususnya pada anak usia balita bisa dminimalisir dengan pemberian Obat Pencegahan Masal (POPM) Cacingan yang diberikan pada bulan April dan Oktober 2018.

Dia menyebutkan, untuk wilayah Kabupaten Bandung Ada 10 Desa di 8 Kecamatan menjadi prioritas stunting di antaranya Desa Rancatungku Kecamatan Pemeungpeuk, Desa Dampit, Narawita dan Tanjungwangi kec. Cicalengka, Desa Mekarlaksana kec.Cikancung, Desa Babakan Kec. Ciparay, Desa Girimukya Kec. Pacet, Desa Cihawuk Kec. Kertasari, Desa Karangtunggal Kec. Paseh dan Cibodas Kec. Pasirjambu.

’’ Jadi pemberian obat cacing ini berkontribusi 30 persen penurunan stunting,” kata Acmad.

Dia menuturkan, berdasarkan hasil riset kesehatan Dasar tahun 2013 prevalensi stunting di kabupaten Bandung sebesar 40,7 persen dan data ini digunakan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) untuk dasar penentuan 100 kabupaten kota untuk intervensi standing stunting.

Sehingga, Kabupaten Bandung termasuk daerah prioritas stunting oleh Kementrian Kesehatan. Berdasarkan hasil BPB (Bulan Penimbangan Balita) tahun 2017, terlaporkan dari 253.078 anak yang ditimbang, 8,06 persen mengalami stunting.

Untuk Obat cacing diberikan lanjut dia, menyasar 752 ribu anak-anak dari usia 1 hingga 12 tahun. Pelaksanaan POPM cacingan ini mulai dilakukan pada hari senin (2/4) di beberapa sekolah dan posyandu.

’’Bentuk obat cacingnya berbentuk pil manis rasa jeruk, sehingga sangat cocok untuk anak-anak,’’ujar dia.

Acmad menambahkan, untuk intervensi penanganan stunting tambah diperlukan kerjasama lintas instansi yakni Dinas PUPR, Dinas Perkimtan, Disperindag, DP2KBP3A juga para kader PKK dan Kemenang.

“ Semuanya memiliki peran penting dalam menekan angka stunting di Kabupaten Bandung,” tutup dia. (yul/yan)

Check Also

Berikan Ruang Konsultasi Perawatan Ginjal

darikita.com – SOREANG – Sekitar 245 orang pasien perawatan ginjal Instalansi Hemodialisa Rumah sakit Al ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *