Selasa , 18 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / 1.000 Persen Kami Datang
DUKUNG PERSIB: Ribuan bobotoh nonton bareng semifinal Piala Presiden antara Mitra Kukar melawan Persib Bandung di Taman Film, Kota Bandung, Minggu (4/10) lalu. Pada 18 Oktober mendatang final di SUGBK.

1.000 Persen Kami Datang

DUKUNG PERSIB: Ribuan bobotoh nonton bareng semifinal Piala Presiden antara Mitra Kukar melawan Persib Bandung di Taman Film, Kota Bandung, Minggu (4/10) lalu. Pada 18 Oktober mendatang final di SUGBK.
DUKUNG PERSIB: Ribuan bobotoh nonton bareng semifinal Piala Presiden antara Mitra Kukar melawan Persib Bandung di Taman Film, Kota Bandung, Minggu (4/10) lalu. Pada 18 Oktober mendatang final di SUGBK.
Bobotoh Tak Ciut Datang ke SUGBK

darikita.com, Bandung – Laga final Piala Presiden antara Persib Bandung melawan Sriwijaya FC, resmi digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Keputusan ini tentu riskan untuk pemain dan bobotoh.

Hingga saat ini, bobotoh dan dan suporter Persija Jakarta The Jak Mania belum menunjukan sikap damai. Malah, mereka sudah menyatakan menolak kehadiran bobotoh di Jakarta.

Pentolan Viking Persib Club (VPC) Yana Umar mengimbau para bobotoh yang akan datang ke GBK sebaiknya tidak berpisah-pisah.

”Seribu persen kami siap datang. Final di SUGBK sangat bagus dan pasti akan sangat ramai. Tapi, saya mengimbau agar kita berangkat berbarengan,” tandas Yana.

Meski begitu, Manajer Persib Umuh Muchtar mengaku, khawatir terhadap keamanan khususnya untuk bobotoh. Meski secara teknis, kapasitas penonton Stadion SUGBK memang paling ideal.

”Memang idealnya di Jakarta, sebab kapasitasnya nasional. Tapi dilihat dulu, karena ini hubungannya nyawa dan keselamatan mereka (bobotoh),” papar Umuh di Komplek Mitra Dago, Jalan Antapani, Kota Bandung, kemarin (12/10).

”Kalau untuk saya pemain dan pelatih tidak akan masalah pasti penjagaannya akan sangat ketat. Kalau bobotoh sampai 100.000 yang datang gimana pengawalannya?,” tambahnya.

Menyikapi hal itu, umuh pun menayakan soal asuransi kepada pihak penyelenggara melalui CEO Mahaka Sports and Entertainment Hasani Abdul Gani. Dia menekankan, jika digelar di Jakarta, pihak panitia harus mempersiapkan situasi hingga kondisi terburuk sekalipun.

”Kalau ada mobil yang rusak seperti dulu bus Persib saya dan tim dibakar pake bom molotov gimana? Untung saat itu, dekat sama gerbang tol,” ungkapnya.

”Saya percaya sama aparat, tapi jangan dulu nunggu ada korban. Lebih baik cegah dulu,” imbuhnya.

Umuh mengungkapkan, lebih baik pihak penyelanggara memikirkan dengan matang teknis pertandingan dan di luar pertandingan. Hal itu, kata dia, demi kelangsungan gelaran Piala Presiden di tahun-tahun berikutnya.

”Jangan dilihat uang yang akan masuk besar tapi yang diperhitungkan nyawa manusia. Ini kan bukan untuk sekali, kalau tiap tahun ada Piala Presiden ini kan sangat bagus,” tuturnya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Umuh mengimbau, bobotoh tidak memaksakan diri untuk menyaksikan langsung laga final. ”Saya yakin mereka (bobotoh) sudah satu hati dengan Persib. Apapun yang terjadi pasti berangkat karena untuk mendukung tim kebanggaan mereka,” jelasnya.

Dia sendiri lebih cenderung berharap ada pilihan lain selain SUGBK. Dia berharapkan laga final digelar di Stadion Manahan, Solo atau Stadion Maguwoharjo, Sleman. Bahkan dia setuju timnya bermain di kandang Sriwijaya FC, Stadion Jakabaring Palembang.

”Kalau tidak ada asap lebih baik di Sriwijaya saja, enggak masalah. Sebab, di Sriwijaya lebih aman dibandingkan Jakarta. Walaupun agak riskan juga ditunggangi oknum,” tukasnya.

Sementara itu, Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman tak gentar sekalipun venue final di SUGBK. Hanya dia risau dengan keamanan para bobotoh. Jika bisa memilih, dia katakan akan lebih aman bila digelar di Stadion Maguwoharjo.

”Ada opsi juga mainnya di Solo (Stadion Manahan) tapi lihat kemarin (pertandingan Sriwijaya FC kontra Arema) terlihat kurang bagus. Lihat Tibo (Titus Bonai) juga hampir cedera karena lapangan. Makannya saya lebih condong ke Sleman, karena lapangnya bagus,” ujar pelatih karib disapa Djanur ini.

Dia tak menampik, sekalipun Piala Presiden hanyalah turnamen pra kompetisi, namun antusias bobotoh sangat besar. Bukan tak mungkin bobotoh akan mengeruduk SUGBK di final yang rencananya digelar 18 Oktober mendatang. ”Justru saya juga kaget, ternyata animo bobotoh sangat besar,” tandasnya.

Dihubungi terpisah, media officer PT Persib Bandung Bermartabat Irfan Suryadiredja mengaku, belum mendapat informasi resmi tekait venue final.

”Secara resminya dari Mahaka belum ada. Mungkin masih proses saja. Tapi sepertinya sudah mendekati fix,” ujar Irfan via sambungan telepon kemarin (12/10). (ryt/rie)

Check Also

Jujualan keur Modal Final

Menang Jadi Kado untuk Loyalitas Bobotoh darikita.com, Bandung – Demi menonton pertandingan final Piala Presiden …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *