Selasa , 29 September 2020
Home / bandung raya / 113 Ribu UMKM di Bandung Kekurangan Modal

113 Ribu UMKM di Bandung Kekurangan Modal

BANDUNG-Sebanyak 113 ribu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Bandung diketahui kekurangan modal untuk mengembangkan usahanya di masa pandemi Covid-19 ini. Untuk itu, mereka berbondong-bondong mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung, Atet Dedi Handiman mengatakan, pihaknya sudah menerima sebanyak 113 ribu formulir pengajuan bantuan permodalan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menurutnya, para pelaku usaha tersebut sudah tercatat di kelurahan masing-masing wilayah.

“Hasil pengecekan 113 ribu pelaku usaha mikro, saat ini tinggal dikirim ke Kementerian, BPKP dan Koperasi Pusat,” ujar Atet, Senin (7/9).

Lebih lanjut Atet menjelaskan, terdapat usulan yang timbul dari UMKM binaan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam proses pengecekan formulir para pelaku usaha. Tak hanya itu, terdapat pula lima dinas yang turut mengusulkan bantuan modal usaha.

“Kuota 75 ribu termasuk atau tidak dalam kuota usulan tersebut. Setelah itu, untuk pengumuman para pelaku usaha yang dapat bantuan, akan diumumkan oleh pihak Bank BRI. Kita tunggu ada kemungkinan akhir bulan ini cair. Nanti lihat bagaimana mekanismenya,” paparnya.

Sebelumnya pengajuan bantuan UMKM secara offline resmi ditutup pada 18 Agustus 2020. Tak hanya itu, pendafataran melalui online melalui laman https://bit.ly/PemulihanUMUMonline juga sempat dilakukan setelah adanya penutupan pendaftaran secara offline.

“Mulai 19 Agustus sudah tidak ada pengajuan. Awalnya offline ditujukkan untuk yang tidak punya akses internet, pedagang kaki lima, asongan, tukang bakso yang seperti itu,” ungkap Atet.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan fasilitas permodalan sebagai upaya penanggulangan Covid-19 dalam sektor ekonomi.

Kota Bandung sendiri mendapatkan kuota bantuan sebanyak 75.000 pelaku usaha. Adapun bantuan tersebut berupa dana hibah sebesar Rp 2.4 juta yang bersumber dari APBN.

Kepala Bidang Fasilitas UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung, Eri Nurjaman sebelumnya mengatakan bahwa usaha ultra mikro merupakan para pelaku usaha yang memiliki kemampuan minimal dan tidak memiliki akses perbankan. Seperti pedagang asongan ataupun pengusaha warung kecil. Kendati demikian, dia mengaku pihaknya juga akan memberi peluang yang sama keada para usaha mikro yang sifatnya kewirausahaan.

Eri mengaku Dinas UMKM Kota Bandung telah melakuan sosialisasi sejak 1 Juli 2020 melalui flyer yang disebar di media sosial seperti instagram. Tak hanya itu, penyampaian informasi tersebut juga dilakukan kepada komunitas-komunitas UMKM.

“Kami juga melakukan pola pendaftaran secara daring, yakni google form, email, dan juga whatsapp. Namun hingga pada saat akhir Juli kami hanya bisa mengumpulkan 6.038 pelaku usaha,” pungkasnya. (mg7/tur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *