Selasa , 4 Agustus 2020
Home / Jabar Ekspres / 80 Ribu Calon Mahasiswa Bakal UTBK

80 Ribu Calon Mahasiswa Bakal UTBK

BANDUNG-Sebanyak 80.392 Calon Mahasiswa akan mengikuti Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), yang tersebar di tujuh Perguruan Tinggi se-Jawa Barat. Tujum kampus yang menjadi tempat ujian itu adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad),  Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI), Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika),  dan Universitas Siliwangi (Unsil).

Asisten Daerah Bidang Pemerintahaan, Hukum dan Kesejahteraan Sosial Provinsi Jabar Dewi Sartika mengatakan, pihaknya telah melaksanakan monitoring kepada tujuh kampus perguruan tinggi di Jawa Barat dan sekolah yang dijadikan tempat pelaksanaan UTBK pada 5 Juli mendatang.

“Satu hari itu diadakan dua sesi, jadi ini bertujuan untuk membatasi interaksi sosial, dan dipastikan tempat UTBK sudah menerapkan 100 persen protokol kesehatan,” ujar Dewi, kepada wartawan, di Gedung Sate, Rabu (1/7).

Sementara, Dewi melanjutkan, ketersediaan fasilitas di masing-masing lokasi ujian telah disterilisasi sesuai protokol kesehatan. Universitas Padjadjaran (Unpad) salah satu lokasi yang menjadi tempat UTBK nantinya.

“Di Unpad ada ruangan keperawatan yang nantinya dijadikan sebagai ruangan untuk UTBK, yang semulanya bermuatan 100 orang kini harus didorong hanya 30 persen saja, kemudian dilengkapi dengan pembatasan berupa tabir plastik,” ungkap Dewi.

Termasuk Universitas Siliwangi (Unsil), juga menjadi lokasi UTBK. Di kampus ini kata Dewi, juga menerapkan protokol kesehatan yang berbeda, di mana para peserta akan disediakan kendaraan bus oleh kampus untuk kepentingan angkutan peserta.

“Jadi setiap kampus menerapkan cara yang berebeda tujuannya untuk pembatasan social, karena setiap daerah juga medannya berebeda – beda,” katanya.

Ia mengharapkan, setiap kampus lebih responsif memberikan pelayanan kepada peserta UTBK. Khusus peserta yang mengalami gejala kesehatan atau sakit pada hari pelaksanaannya, Dewi minta peserta untuk tidak mengikuti ujian.

“Yang sakit tidak boleh ikut ujian, tapi jangan khawatir aka nada hari pengganti, untuk itu durasi UTBK ini jauh lebih panjang, ada hari cadangan bagi yang sakit,” jelasnya. (mg2/tur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *