Senin , 17 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Ajak Masyarakat Jaga Alam
NITA NURDIANI PUTERI/BANDUNG EKSPRES PENTAS: Warga Bandung Barat saat menggelar festival Tangkuban Parahu di Lembang kemarin (11/10). Festival ini mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menjaga kelestarian alam. Memberdayakan pariwisata bukan untuk merusaknya.

Ajak Masyarakat Jaga Alam

NITA NURDIANI PUTERI/BANDUNG EKSPRES PENTAS: Warga Bandung Barat saat menggelar festival Tangkuban Parahu di Lembang kemarin (11/10). Festival ini mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menjaga kelestarian alam. Memberdayakan pariwisata bukan untuk merusaknya.
NITA NURDIANI PUTERI/BANDUNG EKSPRES
PENTAS: Warga Bandung Barat saat menggelar festival Tangkuban Parahu di Lembang kemarin (11/10). Festival ini mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menjaga kelestarian alam. Memberdayakan pariwisata bukan untuk merusaknya.
Deklarasikan Pelestarian Hutan Larangan saat Festival Tangkuban Parahu

Darikita.com, LEMBANG – Festival Tangkuban Parahu ke 5 menjadi peringatan yang sangat penting bagi masyarakat Kawasan Bandung Utara. Pasalnya, dalam peringatan tersebut masyarakat sekitar diajak untuk menjaga dan melestarikan alam. Menurut salah satu panitia Abah Agus Peang, festival tahun ini sekaligus mendeklarasikan pelestarian hutan larangan yang berada di kampung Batuloceng, Kecamatan Lembang.

”Kita tahu kalau hutan sebagai paru-paru kota. Saat ini hutan larangan yang ada di Lembang kondisinya cukup memprihatikan,” ucapnya kepadanya Bandung Ekspres kemarin (11/10). Menurutnya, perlu ada upaya untuk melestarikan dan mengembalikan fungsi hutan.

Selain hutan yang mendapatkan perhatian, ada juga Sungai Cikapundung yang sangat ini perlu diperhatikan. Kondisi Sungai Cikapundung sekarang sudah memprihatikan. Hal ini akibat masyarakat sekitar seringkali membuang sampah ke sungai.

Tidak jarang di hulu Sungai Cikapundung ditemukan kotoran sapi. Sampah dan kotoran sapi tersebut selanjutnya mengalir ke hilir. Sehingga dalam Festival Tangkuban Parahu sekarang, ada penandatanganan Prasasti Pelestarian Hulu Sungai Cikapundung.

”Deklarasi dan penandatanganan prasasti sebagai perjanjian bahwa masyarakat akan menjaga dan melestarikan hutan larangan dan hulu Sungai Cikapundung,” katanya.

Festival sengaja digelar di Lembang karena selama ini Tangkuban Parahu sudah menjadi ikon Jawa Barat, bukan hanya ikon Bandung Barat. Bahkan hampir setiap akhir pekan, Lembang dan Tangkuban Parahu selalu ramai oleh para wisatawan.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Nunung Sobari menuturkan, acara tersebut merupakan perpaduan antara seni, budaya dan pariwisata.

”Tetapi yang paling penting dari festival ini adalah menjaga dan melestarikan lingkungan hidup,” katanya.

Menurut Nunung, hal tersebut sejalan dengan misi pembangunan pariwisata Jabar. Pengembangan pariwisata tidak perlu merusak alam. Justru dengan tertata alam dengan baik, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Baik dalam negeri dan luar negeri.

Dia menjelaskan, pariwisata bukan hanya berbicara tentang tempat. Akan tetapi, berbicara juga tentang kebudayaan. Bandung Barat dianggap sebagai wilayah yang memiliki warisan kebudayaan yang sangat banyak. Dia menegaskan, hal itu bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi peningkatan pariwisata di Bandung Barat.

”Di sisi lain, kesenian juga menjadi jati diri bagi masyarakat sekitar,” katanya. (mg5/fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *