Rabu , 26 Februari 2020
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Atasi Banjir, Proyek Dikebut

Atasi Banjir, Proyek Dikebut

BANDUNG– Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI berkomitmen untuk mengatasi persoalan banjir di wilayah Jawa Barat (Jabar).

“Hari ini (kemarin) pak Menteri hadir untuk mengkoordinasikan rencana aksi pada tahun 2020. Hadir juga ada Bupati Bogor, Bupati Bandung Barat, Wakil Bupati Subang, Wakil Bupati Karawang, perwakilan dari Kabupaten/Kota Bekasi dan Bupati Indramayu,” kata Gubernur Jabar, Ridwan Kamil usai rapat evaluasi dan rencana teknis preventif banjir di kawasan Jawa Barat di Gedung Sate, Kamis (16/1).

Emil sapaan akrab Ridwan Kamil mengutarakan, dalam mengantisipasi bencana banjir, pihaknya akan segera membangun bendungan di daerah yang kemarin terdampak banjir.

“Bendungan akan dibangun secepatnya apakah ini untuk normalisasi apakah atau pengerukan dan lain sebagainya. Kemudian anggaran juga kita akan hitung mana yang ada dianggaran 2020, kita urutkan dan tentunya jadwal secepatnya,” kata Emil.

Ditegaskan Emil, aksi tersebut merupakan komitmen dari kementerian, karena sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan segala program pengentasan banjir di 2020.

Oleh karena itu, ini akan menjadi sebuah contoh ketanggapan dari pemerintah daerah yang bekerja sama dengan pemerintah pusat.

Emil menjelaskan, khusus untuk Kabupaten Bogor, tanggap daruratnya akan diperpanjang sampai akhir bulan. Pasalnya sudah diberikan solusi oleh Bupati-nya.

“Bupati akan melakukan pemberian SK, mana yang diberi bantuan Rp 25 juta untuk hunian yang rusak ringan, mana yang dibantu Rp 50 juta untuk hunian yang berat rusaknya, dan mana yang akan diberi kontrakan sementara sambil dicari relokasi hunian tetap yang nanti juga dibantu oleh kementerian pusat,” jelas Emil.

Emil berharap, koordinasi ini terus dilakukan guna mendukung produktivitas program yang akan dilendingkan.

“Mudah-mudahan koordinasi seperti ini akan menjadi contoh agar rakyat kita fokus pada hal-hal yang sifatnya produktif dan hal kebencanaan bisa kita lakukan preventif dengan program-program,” harapnya.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, mengaku kedatangannya ke Kantor Pemerintahan Provinsi Jawa Barat ingin mengevaluasi banjir di kawasan Jawa Barat.

“Kami baru bicarakan tentang banjir yang terjadi pada bulan Januari ini, ada sembilan kepala daerah kabupaten dan kota di Jawa Barat ini yang mengalami banjir. Seperti Kabupaten Bandung Barat, Karawang, Indramayu, Subang, kemudian Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi serta Kota Depok,” katanya.

Diapun menyampaikan tentang progres baik dari Sungai Citarum, salah satunya pada 17 Desember lalu tidak terdengar banjir berkepanjangan di Dayeuhkolot dan sekitarnya.

Sebab, kata dia, dengan adanya operasi dari terowongan Cigombong telah menyelesaikan Cisangkuy untuk mengalirkan 50% aliran ke hilir Dayeuhkolot masuk ke Citarum dengan selesainya bulan April.

“Mudah-mudahan di tahun 2020 ini banjir di lingkungan Bandung bisa terkendalikan dengan lebih baik,” harapnya.

Setelah beres di hulu, pihaknya akan fokus ke hilir daerah Karawang muara Gembong yang tahun ini terkena banjir besar sehingga programnya tahun depan bisa mulai dengan adanya usulan membuat bendungan di Cideet.

“Cideet berada di Kabupaten Bogor itu untuk mengendalikan banjir di karawang mungkin tahun depan dan Bekasi ingin ada bendungan sendiri ingin ada Cijurai yang butuh irigasi, saya kira dua-duanya penting,” hematnya.

“Saya mohon, kalau kita akan bangun Cijurai Cideet gak perlu bareng-bareng, tapi pastikan dua-duanya bisa tuntas kalau itu memang dibutuhkan oleh rakyat. Jadi dengan demikian tahun 2021 bisa kita mulai mengolah bendungan untuk selesai 2023 atau paling lama tahun 2024,” katanya.

Sementara, untuk Bogor pihaknya tetap diperintahkan oleh presiden untuk mengurus semua yang terisolasi. Pihaknya sudah menangani secara darurat tapi nanti akan ditangani secara permanen di tahun 2021. “ Harapannya 3 tahun selesai semua sudah kita desain dan kerjakan. Sekarang kami kumpul untuk mensinergikan apa yang kami lakukan diketahui oleh kepala daerah, kepala daerah bisa menyampaikan pada rakyatnya bahwa kita akan menangani banjir di Jawa Barat,” pungkasnya. (mg1/drx)

Check Also

3 Hari West Java Festival Digelar

BANDUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bakal mengadakan festival besar akhir pekan ini. Bertajuk West …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *