Senin , 19 Agustus 2019
Breaking News
Home / Bandung Barat Ekspres / Bangun Pusat Pemerintahan Tingkat Kecamatan
BANGUN KOMUNIKASI: Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna saat berkomunikasi dengan wakilnya Hengki Kurniawan usai apel pagi beberapa waktu lalu

Bangun Pusat Pemerintahan Tingkat Kecamatan

NGAMPRAH– Kecamatan Sindangkerta dipilih sebagai pilot project atau percontohan program pusat pemerintahan dan ruang publik terpadu di setiap kecamatan di Kabupaten Bandung Barat.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna menyatakan, pembangunan pusat pemerintahan dan ruang publik terpadu di setiap kecamatan merupakan bentuk komitmen dari pihaknya, untuk melakukan percepatan pembangunan khususnya di wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat.

“Nanti akan menjadi satu kawasan mulai dari pusat kota kecamatan dan ruang publik yang terintegrasi antara Kantor Kecamatan, Mapolsek, Alun-alun, Puskesmas, Gedung Serba Guna, Terminal, Pasar dan Masjid Besar Kecamatan,” kata Aa Umbara di Ngamprah, Kamis (25/7).

Aa Umbara bersama sejumlah Kepala Dinas, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Maman Sulaeman dan beberapa pejabat lainnya, sudah meninjau langsung ke Kecamatan Sindangkerta, Rabu (24/7), untuk melihat calon lokasi pusat pemerintahan dan ruang publik terpadu tersebut.

Dalam kunjungannya ke Sindangkerta, Aa Umbara tak hanya meninjau Kantor Kecamatan, tapi juga mengecek langsung tanah kosong yang diproyeksikan untuk pembangunan ruang publik yang terintegrasi dengan fasilitas layanan publik lainnya.

“Kecamatan Sindangkerta sebagai contoh pertama bentuk percepatan pembangunan wilayah selatan Bandung Barat. Mudah-mudahan ini berjalan lancar, sehingga nantinya akan diikuti oleh kecamatan-kecamatan lainnya,” katanya.

Dengan adanya upaya percepatan pembangunan yang dilakukan Pemkab Bandung Barat, lanjut dia, ke depan tidak ada lagi kesan bahwa wilayah selatan termarjinalkan dalam pembangunan. Aa berkomitmen untuk melakukan pembangunan secara merata dan menyebar di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat.

“Kami ingin melakukan percepatan pembangunan dengan jargon lumpat sehingga dibutuhkan doa dari semua masyarakat Bandung Barat terhadap program yang telah dirancang,” pungkasnya. (drx)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *