Senin , 17 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Banyak Kendala ke SUGBK
PIKIRKAN BOBOTOH: Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar didampingi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan jajaran manajemen PT Persib Bandung Bermartabat menggelar pertemuan bersama bobotoh di Café Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, kemarin (14/10).

Banyak Kendala ke SUGBK

PO Bus Enggan Gegabah, Takut Kendaraan Hancur

darikita.com, BANDUNG – Hasrat bobotoh untuk menyaksikan Persib Bandung di laga final Piala Presiden di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tak terbendung. Namun, tingginya animo tersebut terbentur dari PO bus karena tidak mau kendaraan mereka sampai rusak karena membawa bobotoh.

piala-presiden-2-300x287

Menyikapi hal itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku, sedang berupaya mencarikan bus yang mau disewakan untuk keberangkatan bobotoh. Dia mengakui, saat ini kondisi cukup sulit mendapatkan PO bus yang mau membawa bobotoh dengan alasan enggan berspekulasi bisa pulang dengan kondisi utuh.

”Mereka (PO bus, Red) berkaca dari tahun lalu. Tapi kita cari dalam tiga hari ini. Kan perlu dihitung berapa busnya, di mana saja letaknya,” ungkapnya kala dijumpai di Grha Persib, kemarin (14/10).

Untuk diketahui, ratusan bus pulang dalam kondisi hancur akibat ulah supporter Jakarta, Jak Mania. Saat itu, rombongan bobotoh pulang dari Palembang mendukung Persib di final ISL. Dia menilai, sepakbola itu seharusnya bukan menjadi media dalam menyalurkan rasa saling benci.

”Sepakbola itu pesta rakyat, bukan mencari ketegangan tapi merupakan kompetisi. Yang menang dihormati, yang kalah nggak perlu dicaci. Jangan sampai anak cucu kita mengetahui bahwa sepakbola itu menegangkan,” paparnya.

Situasi panas supporter Bandung dan Jakarta memang menjadi polemik yang berkepanjangan. Hal ini pula yang membuat Mahaka Sport and Entertainment selaku promotor Piala Presiden menjadi bimbang dalam menentukan venue final. Pria yang akrab disapa Emil ini menilai, kondisi itu mesti diredam secara perlahan supaya potensi kericuhan tidak lagi mencuat.

”Saya bicara pada Haji Umuh (Muchtar) ini harus dimulai dari niat dulu, jangan ada provokasi,” tukasnya.

Di bagian lain, bonus berlimpah pun menanti para pemain jika sukses membawa pulang piala Presiden. Bukan hanya hadiah dari Mahaka senilai Rp 3 miliar yang akan mereka peroleh, namun wali kota Bandung Ridwan Kamil pun akan memberikan bonus tambahan sebesar Rp 500 juta. Uang itu, kata dia, berasal dari urunan dari beberapa koleganya.

”Tadi krang-kring (suara telepon) ada yang nelepon mau udunan kalau Persib juara. Insya Allah kalau terkumpul nanti bisa sampai Rp 500 juta,” tuturnya.

Dia menegaskan, hadiah yang dia dan rekan-rekannya siapkan murni bertujuan untuk melecut motivasi pasukan Maung Bandung. Uang tersebut, tidak ada unsur politis dan murni di luar APBD Kota Bandung. Bahkan Emil mengatakan jumlah itu bisa semakin membengkak jika Persib sukses keluar menjadi kampiun.

”Ya kalau ada mudah-mudahan bisa lebih, saya coba usahakan supaya nambah. Memang yang cinta Persib itu bermacam-macam, ada yang militan seperti kita, dan ada yang mendukung dalam diam. Seperti dalam berdoa dan dari uang mereka,” paparnya.

Dia lagi-lagi menegaskan, tidak ada uang rakyat ataupun anggaran dana Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam bonus tersebut. ”Ya kan kalau dari APBD nggak boleh, tapi ini Alhamdulillah ada yang nyumbang. Insya Allah ada dukungan all out dari kami di Kota Bandung,” pungkasnya.

Sementara itu, pemerintah ikut turun tangan dengan menyiapkan personil gabungan. Sekitar 32.000 personel keamanan dari Polda Metro Jaya, Polda Jabar dan TNI akan disiapkan untuk menjaga keamanan. Jakarta pun akan siaga 1 di jelang-jelang hari pertandingan dan setelahnya.

”Kalau antisipasi sekarang sejauh ini kita serahkan sepenuhnya kepada kepolisian yang ikut bertangung jawab kepolisian dan pihak Polri,”  ucap Manajer Persib Umuh Muchtar.

Dia mengatakan, hari ini dia, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan perwakilan bobtotoh akan kembali berkoordinasi dengan Polda Jabar untuk membicarakan teknis keberangkatan dan kepulangan bobotoh saat away day ke Jakarta.

”Dan di sini saya sudah dengar ada pengamanan sebanyak 32.000 ribu personel gabungan keamanan, dan itu luar biasa. Sebab, baru kali ini ada final dengan pengamanan sebanyak itu,” ungkap Umuh.

Umuh mengharapkan, dirinya sangat tidak ingin kejadian-kejadian sebelumnya yang menimpa Persib dan bobotohnya kembali terulang. Bila Mahaka telah memastikan tempat di Jakarta maka harus ada pengamanan ekstra dan harus dipertanggungjawabkan.

”Kita menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, Insya Allah semua beres. Tidak mau mendengar ada bus yang dibakar dan dirusak. Pemain dan bobotoh juga pasti masih trauma ada mobil dibakar, dihancurin,” tandasnya.

Di bagian lain, secara teknis tiket pertandingan final antara Persib Bandung kontra Sriwijaya FC Palembang, Minggu (18/10), juga menjadi perdebatan. Pasalnya penggagas Piala Presiden, Mahaka Sport and Entertainment hanya memberi jatah sebanyak 30.000 lembar tiket untuk bobotoh.

Jumlah tersebut masih dirasa kurang, lantaran bobotoh diprediksi akan hadir ke stadion dalam kapastitas masa yang besar. Oleh sebab itu, Umuh mengupayakan kepada pihak Mahaka untuk memberikan tambahan jumlah tiket kepada Persib.

Dia merinci, jika tidka mampu memenuhi permintaanya yang meminta 70.000 tiket, maka dia hanya meminta total 50.000 tiket. Hal ini untuk mengantisipasi kedatangan bobotoh di luar Kota Bandung seperti Bekasi, Purwakarta, Banten hingga Karawang yang ingin menonton laga final.

”Ini kalau ditampung bisa-bisa hampir 100 ribu bobotoh datang ke sana (SUGBK, Red),” ucap Umuh.

Hingga kini Umuh masih mengupayakan kepada Mahaka akan penambahan jumlah tiket tersebut. Kapasitas stadion SUGBK yang mencapai 88.000 tersebut memang akan dibagi kepada supporter lawan, Singa Mania, pendukung Sriwijaya FC.

Sementara itu, pentolan Viking Persib Club (VPC), Yana Umar menilai, jumlah tiket yang dikeluarkan panitia masih kurang.

Menurutnya jumlah itu perlu ditambah karena khawatir banyak bobotoh yang tidak mendapat tiket. Situasi itu menjadi berbahaya karena penonton yang terbengkalai bisa saja terkatung-katung di luar stadion dan berpotensi ricuh dengan supporter Jakarta. Mengenai tiket sendiri, Yana mengatakan bobotoh akan mendapat tiket saat masih berada di Bandung supaya lebih tertib saat masuk stadion.

”Jadi bobotoh datang ke sana udah ada tiket, jadi begitu dateng udah langsung masuk jangan sampai menunggu. Katanya mau digalang langsung di Bandung,” ujarnya.

Mengenai ramainya kabar Jakmania yang meminta jatah tiket, Yana menyayangkan hal itu. Menurutnya jika Jakmania atau warga Jakarta ingin menyaksikan laga final, mereka seharusnya membeli tiket secara normal. ”Seharusnya ga boleh pihak Mahaka itu, tidak sepantasnya dikasi, kalau mau yah beli aja. Kenapa Mahaka takut sama The Jak,” tukasnya.(mg-dn/smm/rie)

Check Also

Jujualan keur Modal Final

Menang Jadi Kado untuk Loyalitas Bobotoh darikita.com, Bandung – Demi menonton pertandingan final Piala Presiden …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *