Senin , 17 Juni 2019
Breaking News
Home / Nasional / Banyak PHK, Penarikan JHT Capai Rp 11,1 Triliun
FAJRI ACHMAD NF. / BANDUNG EKSRES
BERISIKO TINGGI: Pekerja menghaluskan dinding gedung di Jalan Naripan, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. Keselamatan pekerja hingga kini masih sangat rendah dan tidak sesuai risiko.

Banyak PHK, Penarikan JHT Capai Rp 11,1 Triliun

darikita.com, Merebaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) tahun ini turut berpengaruh pada pencairan jaminan hari tua (JHT). Hingga Oktober 2015, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan sudah menggelontorkan dana JHT sebesar Rp 11,1 Triliun. Jumlah ini dirasa cukup besar bila dibandingkan dengan pencairan JHT tahun lalu, Rp 12 Triliun.

Diakui oleh Drektur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G. Masassya, kenaikan pencairan dana JHT terjadi pada September 2015. Namun, tren mulai sedikit menurun pada bulan lalu. ”Total, sudah ada 46 ribu orang yang mencarikan dana JHT,” tuturnya di Jakarta, kemarin (6/11).

Dari dana Rp 11,1 triliun itu, tercatat senilai Rp 8,1 triliun dicairkan selama kurun waktu Januari-Agustus. Sedangkan sisanya, ditarik selama September-Oktober. Tiga daerah yang paling banyak mencairkan JHT meliputi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Jawa Barat (Jabar), dan Sumatera Utara (Sumut).

Meski terjadi lonjakan tajam tahun ini, Elvyn menuturkan, penarikan JHT oleh peserta yang terkena PHK bukan saja yang PHK di 2015. Ada pula dari pegawai yang PHK pada tahun 2012 hingga 2014.

”Karena saat ini tidak ada lagi masa tunggu 5 tahun 1 bulan. Melainkan cukup 1 bulan. Sehingga, sekarang cenderung lebih banyak,” jelasnya.

Oleh karenanya, angka klaim JHT Rp 11,1 triliun diperkirakan masih akan bergerak naik. Hingga akhir tahun, BPJS ketenagakerjaan diprediksi akan menggelontorkan dana JHT hingga Rp 16 triliun. ”Perkiraan realisasi penarikan sampai dengan akhir tahun maksimal segitu, Rp 16 triliun,” katanya.

Kendati demikian, dia memastikan bila kondisi keuangan pihaknya masih berjalan dengan baik. Saat ini, BPJS ketenagakerjaan masih mengelolah dana sebesar Rp 198 Triliun dengan 19 juta peserta. ”Likuiditas kami masih terjaga,” tegasnya.

Seperti diketahui, tahun ini jumlah pegawai yang mengalami PHK cukup mengejutkan. Dari catatan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), hingga Juli 2015 sudah lebih dari 11 ribu pegawai yang kena PHK. Dampaknya, jumlah pengangguran pun terbuka per Agustus 2015 tercatat meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, tingkat pengangguran terbuka per Agustus 2015 mencapai 7,56 juta orang. Jumlah tersebut meningkat 320 ribu orang jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 7,24 juta orang. (mia/rie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *