Selasa , 17 September 2019
Home / Bandung Barat Ekspres / Belasan Paket Infrastruktur Dilelang Ulang
MULAI DIKERJAKAN: Sejumlah petugas terlihat mulai mengerjakan proyek infrastruktur, mulai dari pemeliharaan jalan, drainase dan trotoar. Sementara, di KBB ada belasan paket yang harus dilelang ulang.

Belasan Paket Infrastruktur Dilelang Ulang

NGAMPRAH– Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Kabagbarjas) Setda Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat, ada 11 paket lelang pekerjaan infrastruktur jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) KBB yang terpaksa dilelang ulang. Hal itu dikarenakan hasil evaluasi administrasi teknis, harga, dan kualifikasi, tidak ada perusahaan yang memenuhi syarat menjadi pemenang.

“Ada 11 paket yang harus dilelang ulang karena persyaratan tak terpenuhi oleh para peserta lelang. Sejak bulan Mei sampai sekarang saya menjabat di sini, ada 48 paket yang masuk,” kata Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Kabagbarjas) Setda KBB, Anni Roslianti di Ngamprah, kemarin (29/8).

Anni mengungkapkan, hingga batas waktu penutupan tidak ada pemenang dari 11 proyek yang terdiri dari pekerjaan jalan dan tembok penahan tanah (TPT) tersebut.

Bahkan, ketika ada masa sanggah selama lima hari, tidak ada protes atau sanggahan dari para peserta lelang. Kini proses lelang tersebut kembali dibuka kembali, siapapun boleh ikut baik perusahaan dari KBB ataupun luar KBB asalkan sesuai dengan bidangnya.

Beberapa tender yang diulang tersebut di antaranya Jalan Cimeta-Pasirlangu sebesar Rp 3 miliar, Jalan Poros Batas Nangelang-Batas Cililin, Desa Buninagara, Kecamatan Sindangkerta sebesar Rp 500 juta. Kemudian pekerjaan Poros Desa Wangunjaya sebesar Rp 260 juta, Rabat Beton Cipedang Cipicung sebesar Rp 450 juta, Hotmix Jalan Poros Desa Bojong Jati-Desa Bojong Mekar Jatimekar sebesar Rp 375 juta, Peningkatan Jalan Kehutanan sebesar Rp 500 juta, dan lain-lain.

“Nilai proyek itu bervariasi, namun yang paling besar adalah pengerjaan Jalan Cimeta-Pasirlangu sebesar Rp 3 miliar. Sementara yang paling kecil nilainya adalah lelang untuk Poros Desa Wangunjaya sebesar Rp 260 juta,” sebutnya.

Menurutnya, secara keseluruhan di tahun 2019 ini tercatat ada total 2.279 paket yang dilelangkan dan sudah masuk dalam aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pelelangan (SIRUP) LPSE KBB, dengan nilai total lebih dari Rp 795  miliar. Dari sejumlah proyek itu yang paling banyak adalah PUPR dengan 799 paket tender, seleksi, dan pengadaan langsung (PL).

Sementara yang paling sedikit adalah lelang di Bagian Rumah Tangga Setda KBB yang hanya tiga paket. “Surat edaran dari Pak Sekda tanggal 31 Juli 2019, No 027/444-Bag.Peng, terkait waktu penutupan untuk PL tanggal 30 Agustus 2019 sudah disebarkan ke semua dinas, sementara untuk lelang seleksi dan tender sudah ditutup sejak 16 Agustus 2019,” pungkasnya. (drx)

Paket Lelang yang Harus Diulang: 
1. Jalan Cimeta-Pasirlangu sebesar Rp 3 miliar
2. Jalan Poros Batas Nangelang-Batas Cililin, Desa Buninagara, Kecamatan Sindangkerta sebesar Rp 500 juta
3. Poros Desa Wangunjaya sebesar Rp 260 juta
4. Rabat Beton Cipedang Cipicung sebesar Rp 450 juta
5. Hotmix Jalan Poros Desa Bojong Jati-Desa Bojong Mekar Jatimekar sebesar Rp 375 juta
6. Peningkatan Jalan Kehutanan sebesar Rp 500 juta
7. TPT Cikande sebesar Rp 260 juta
8. Jalan Sindangkerta sebesar Rp 1,2 miliar
9. Rehabilitasi Jalan Poros Desa Sadangmekar Desa Cipada sebesar Rp 500 juta
10. Pembangunan Poros Jalan Desa Montaya Cilangari sebesar Rp 700 juta
11. Peningkatan Jalan Cikole Cikareumbi sebesar Rp 1,3 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *