Selasa , 18 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Bukti Keberagaman Budaya
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRES KEMILAU NUSANTARA: Peserta mengikuti karnaval Kemilau Nusantara 2015 di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Minggu (25/10). Kemilau Nusantara menjadi agenda tahunan itu mengangkat tema "Pusparagam Nusantara", diikuti 16 provinsi di Indonesia serta 25 kota/kabupaten di Jawa Barat. Hanya saja, untuk tahun ini kegiatan Kemilau Nusantara tanpa dimeriahkan Kabupaten Garut dan Kabupaten Pangandaran

Bukti Keberagaman Budaya

Kemilau Nusantara ke-12 Tanpa Garut dan Pangandaran

bandungekspres.co.id– Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sukses menggelar helaran Kemilau Nusantara ke-12.

Kegiatan yang dibuka Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan ini mengusung tema “Pusparagam Nusantara” diikuti 41 kontingen dari provinsi dan 26 Kab/Kota se-Jabar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Nunung Sobari menjelaskan, peserta helaran Kemilau Nusantara untuk tingkat provinsi, ada 16 kontingen unit. Sedangkan dari Kabupaten/Kota di Jawa Barat, yang ikut serta 25 kab/kota. Tercatat, hanya Kabupaten Garut dan Kabupaten Pangandaran saja yang tidak ikut serta.

Dia menjelaskan, tujuan diselenggarakannya Kemilau Nusantara ini untuk merepresentasikan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang multicultural. Kemudian, kaya akan ragam jenis kesenian dan kebudayaan seperti tari, musik, teater, sastra, seni rupa, hingga adat istiadat yang mengatur tata cara kehidupan.

”Cermin keberagaman yang kita miliki juga merefleksikan betapa kreatifnya masyarakat Indonesia. Seperti contohnya dengan cara melakukan arak-arakan dan lomba foto melalui kegiatan ini,” tuturnya.

Dia berpendapat, hasil dari kreasi masyarakat yang kreatif tersebut harus dilestarikan dan dipromosikan kepada khalayak banyak. ”Supaya seluruh masyarakat Indonesia, dapat lebih menghargai dan menjaga keberlangsungan kebudayaan dan kesenian warisan nenek moyang kita.” paparnya.

Terkait tema, Pusparagam Nusantara itu sendiri diartikan sebagai Suasana Segar, Meriah, Gembira, Penuh Warna, Berbeda-beda (Beragam). Namun terkomposisikan secara harmonis. Lalu, arti dari Puspa adalah bunga dan setiap kebudayaan di nusantara yang kaya warna dan beragam corak, yang sejatinya adalah bunga-bunga nusantara.

”Jika diartikan sebagai Pusparagam Nusantara mengeluarkan semerbak harum bunga dan memercikkan pesona keindahan warna warni kebudayaan Indonesia,” tuturnya lagi.

Secara teknis, dalam arak-arakan ini dilakukan penilaian untuk kategori kabupaten/kota dan provinsi oleh dewan juri yaitu Aat Soeratin (budayawan), Tisna Sanjaya (seni rupa) dan Joko Kurnain (seni artistik), yang berada pada lokasi yang berbeda.

Seluruh peserta akan berparade kurang lebih 1 kilometer, beratraksi sepanjang rute arak-arakan dan hanya diperbolehkan memberikan penghormatan di depan tribun utama selama satu menit.

Seluruh tim juri, disebar di titik sepanjang kawasan parade mulai dari start hingga finis. Bagi peserta yang akan melakukan display di depan panggung lebih dari satu menit, maka langsung didiskualifikasi. ”Setiap jarak 200 meter, ditempatkan tim juri, hingga finis,” tegasnya.

Proses pembukaan Kemilau Nusantara akan mengomposisikan beberapa unsur. Yaitu, Sembilan orang pemain Egrang setinggi empat meter, berkostum simbol-simbol budaya nusantara. Kelompok musik Bedug Jepang, marching band (dengan alat musik daur ulang) yang akan berperan sebagai “Palatuk” atau pembuka jalan arak-arakan Kemilau Nusantara 2015. Serta, sembilan orang penari membawakan koreografi etnikontemporer sebagai respons atas makna Kemilau Nusantara kekinian yang berbasis tradisi.

”Kemilau Nusantara tahun ini pun kembali menghadirkan lomba foto dengan 2 (dua) kategori, yaitu kategori On The Spot, peserta mengirimkan hasil foto even Kemilau Nusantara pada hari berlangsungnya acara,” pungkas Nunung.

Tumbuhkan Inovasi dan Kreativitas Budaya

Berbagai Kreasi dalam bentuk kekhasan dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat dan beberapa provinsi di Indonesia di tampilkan dalam gelaran even tahunan Dinas Pariwisata Jabar yang bertajuk kemilau Nusantara.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa mengatakan, Even helaran Kemilau Nusantara XII 2015 digelar oleh kontingen dari berbagai daerah berhasil menyuguhkan kreasi dan inovasi seni dan kebudayaannya.

”Sebagian besar para kontingen menyuguhkan seni helaran dengan fesyen dan ini sangat menarik. Sebab mencerminkan keaneka ragaman budaya di Jabar dan ini perlu dimunculkan identitas budayanya masing-masing,” jelas Iwa kemarin.

Selain dengan berbagai macam desain menarik, lanjut dia beberapa daerah juga menampilkan kekhasan dan cirinya dnegan emmperagakan berbagai kesenian tradisional

Menurutnya, adanya inovasi dan kreativitas dalam seni budaya sangat baik. Sebab berdasarkan perkembangannya seni budaya memang harus berkembang dengan disesuaikan tuntutan jaman asalkan tidak keluar dari akar budayanya.

Selain itu, lanjut Iwa, penampilan pada karnaval ini merupakan bagian dari eksplorasi seni dengan dasar kesenian budaya yang ada di daerahnya.

”Jadi kalau ke depan digelar inovasi dalam bentuk fesyen berkulture budaya saya pikir sangat menarik juga. Sebab di Jabar sendiri banyak perancang-perancang berbakat,” ucap Iwa.

Pada kesempatan tersebut kesenian Jawa Barat tampil menjadi arak-arakan yang terbaik untuk tingkat nasional, pada even helaran Kemilau Nusantara XII tahun 2015. Sedang untuk tingkat provinsi, tim kesenian dari Kabupaten Purwakarta menjadi yang terbaik.

Pengumuman hasil Kemilau Nusantara sekaligus penutupan dan penyerahan hadiah dilakukan oleh Sekda Jabar, Iwa Karniwa didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Nunung Sobari. (yan/rie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *