Senin , 17 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Bupati Luncurkan KIS
HENDRIK KAPATYADI/BANDUNG EKSPRES SIMBOLIS: Bupati Bandung Barat Abubakar menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) saat peluncuran KIS kemarin.

Bupati Luncurkan KIS

Sebagai Lanjutan Program Pemerintah Pusat

darikita.com, Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bandung Barat meluncurkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang bersumber dari APBD 2015 sebesar Rp 24 miliar. Program ini merupakan implementasi visi CERMAT (cerdas rasional maju agamis dan sehat) untuk perbaikan serta peningkatan pelayanan terkait pemenuhan hak dasar masyarakat, salah satunya dalam bidang kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu.

Bupati Bandung Barat Abubakar mengatakan, peluncuran program KIS ini merupakan penyempurnaan dari program KIS pemerintahan Jokowi-JK yang sumber dananya berasal dari APBN. ”KIS yang didanai dari APBD kabupaten ini bertujuan untuk melayani masyarakat yang tidak terlayani oleh KIS pusat. Sehingga kami bermaksud menyempurnakan program tersebut. Diharpakan tidak ada lagi kecemburuan dari masyarakat yang menjadi sasarannya,” ujar Abubakar dalam kegiatan peluncuran Kartu Indonesia Sehat di Pelataran Kecamatan Cihampelas kemarin (3/11).

Abubakar menuturkan, dalam pelaksanaannya, pemkab bekerjasama dengan BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hanya saja, pogram ini ditujukan bagi masyarakan penerima bantuan iuran (PBI) yang temasuk dalam kategori masyarakat Pra KS dan KS1 alasan ekonomi dari hasil pendataan keluarga yang dilaksanakan BP3AKB beberapa waktu lalu.

Untuk bisa memberikan rasa keadilan terkait pemenuhan hak dasar masyarakat, Abubakar meminta seluruh aparat ke wilayahan agar bisa lebih adil dan tepat dalam menentukan serta memilah masyarakat yang menjadi sasaran program ini. ”Untuk sementara lupakan dulu persaudaraan, pertemanan dan persahabatan untuk memberikan rasa keadilan dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Dengan demikian secara bertahap permasalahan pelayanan yang menyangkut data bisa teratasi secara perlahan. Prioritaskan mereka yang lebih membutuhkan sesuai kondisi perekonominnya,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat Pupu Sari Rohayati menambahkan, program KIS merupakan program yang sama dengan Kartu Cermat Bidang Kesehatan, hanya saja penamaannya menyesuaikan dengan program kesehatan yang diluncurkan pemerintah pusat. ”Tujuannya agar tidak ada dua kartu program kesehatan yang mungkin bisa membingungkan masyarakat. Dengan demikian, hanya ada satu program kesehatan yang diberikan oleh pemerintah, yaitu Kartu Indonesia Sehat, hanya saja sumber pendanaannya yang berbeda karena KIS yang saat ini diluncurkan berasal dari APBD Kabupaten. Jadi, meskipun namanya berbeda, tetapi manfaat yang diberikan tetap sama,” imbuhnya.

Pupu memastikan, program ini tetap bisa memberikan pelayanan kesehatan mulai dari fasilitas tingkat 1 sampai fasilitas tingkat 3 dan disesuaikan dengan kasus yang terjadi. Sedangkan penyelenggaraannya tetap dikerjasamakan dengan BPJS Kesehatan. ”Dan yang jelas kami akan mendistribusikan kartu ini by name by adress sesuai data penerimaanya,” ujarnya.

Saat ini, kata Pupu, ada 93.299 jumlah penerima program KIS di Kabupaten Bandung Barat. Sementara, total target yang harus terbagi KIS mencapai angka 107 ribu peserta. Kata Pupu, sejumlah rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan Pemkab Bandung Barat mulai dari Rumah Sakit Cililin, Lembang, Soreang, Cibabat, Cicendo, Rumah Sakit Jiwa (RSJ), Rotinsulu dan RSHS. (drx/fik)

Check Also

Benfica vs Bayern Muenchen, Aguias Bakal Putus Rekor Buruk

darikita.com, 1-0. Meski menjadi modal penting bagi langkah Bayern Muenchen menantang Benfica di Estadio da Luz …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *