Senin , 17 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / CEO BUMDes Mulai Tugas
MEMBAWA DESA MAJU: Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyematkan topi kepada Ceo BUMDes yang dikukuhkan di Gedung Sabuga Kota Bandung.

CEO BUMDes Mulai Tugas

BANDUNG – Masih tingginya angka kemiskinan di desa yakni sebesar 10,3 persen, membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam visi dan misinya ingin mewujudkan Desa Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi, Salah satu upaya untuk mewujudkan visi dan misi tersebut dengan program One Village One Company (OVOC) yang notabene salah satu pilar strategi untuk mengatasi ketertinggalan pembangunan di desa.

“Program ini ingin menggeser dari pola pembinaan menjadi pola pendampingan. Makanya, saat ini kita kukuhkan CEO BUMDes agar mereka focus mengelola bumbes menjadi BUMDes juara,” tuturnya saat memberikan laporan dalam Rapat Koordinasi dan Pengukuhan CEO BUMDes se-Jawa Barat yang berlangsung di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (15/5).

CEO BUMDes yang dikukuhkan dalam acara tersebut sebanyak 2512 orang, terdiri dari 171 orang dari Bogor, 185 orang dari Sukabumi, 172 orang dari Cianjur, 142 orang dari Kabupaten Bandung, 216 orang dari Garut, 177 orang dari Tasikmalaya, 133 orang dari Ciamis, 148 orang dari Kuningan, 206 orang dari Ci­rebon, 143 orang dari Maja­lengka, 119 orang dari Su­medang, 143 orang dari In­dramayu, 131 orang dari Subang, 78 orang dari Pur­wakarta, 120 orang dari Ka­rawang, 91 orang dari Bekasi, 80 orang dari Bandung Barat, 40 orang dari Pangandaran dan 14 orang dari Kota Banjar. “Mereka akan bertugas untuk meningkatkan pertumbuhan usaha BUMDes yang saat ini masih 75 persen akses pema­saran produknya hanya ting­kat lokal dan Cuma 1 persen saja yang levelnya interna­sional,” bebernya.

Kemudian, bagi desa yang belum mempunyai BUMDes akan diterjunkan sejumlah orang dalam bentuk program patriot desa. “Patriot desa bertugas membentuk BUMDes, sedangkan CEO adalah mengelola BUMDes,” imbuh­nya.

Tidak hanya pengukuhan CEO BUMDes, dalam kesem­patan ini juga diluncurkan Mobil Aspirasi Masyarakat Juara (Maskara). Mobil ini sengaja dirancang untuk mul­tifungsi, seperti penayangan layar tancap, polingdes dan sarana hiburan warga. “Tahun ini akan kita sebar ke 120 desa dulu di seluruh Jawa Barat. Insya allah tahun depan akan bertambah,” kata Dedi.

Sementara, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhalul Ulum yang datang mewakili Guber­nur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, filosofi pembangunan desa yang tengah difokuskan oleh Pe­merintah Provinsi Jawa Barat terinspirasi oleh hijrahnya Nabi Muhammad SAW saat ke Madinah.

“Bangunan yang pertama di bangun oleh Nabi Muham­mad saat baru datang di Madi­nah adalah Masjid Kuba yang letaknya ditengah-tengah perkampungan. Artinya, Ro­sulullah SAW membangun peradaban Islam diawali dari desa, apalagi Jawa Barat yang penduduknya maroritas muslim, tidak salah apabila mencontoh Nabi SAW,” ung­kapnya.

Kemudian, dia mengatakan, apabila membangun desa berarti sama saja membangun kabupaten/kota, membangun kabupaten/kota berarti membangun Provinsi Jawa Barat, membangun Provinsi Jawa Barat sama saja membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Artinya, membangun desa sama saja membangun NKRI,” katanya.

Dengan sejumlah perma­salahan yang ada di desa, lanjut Uu, melalui visi mis Jabar uara lahir batin, pihaknya siap berkolaborasi dengan bupati/walikota dan kepala desa untuk menekan angka-angka permasalahan yang ada di desa.

“Insya allah, dengan kita bekerjasama masalah yang ada di desa, seperti kemisk­inan, pengangguran dan lain­nya bisa ditanggulangi,” te­gasnya.

Ditempat yang sama, Direk­tur Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemen­terian Desa dan Daerah Ter­tinggal RI, Ir harlina sulistio­rini menawarkan kolaborasi untuk meningkatkan kapasi­tas dan kemampuan BUMDes dengan cara antara satu BUM­Des dengan yang lainnya melakukan kerja bersama.

“Dengan kolaborasi antar BUMDes secara ekonomi akan lebih besar dan kerja­sama dengan pihak luar pun akan lebih besar pula,” pung­kasnya. (jun/yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *