Kamis , 27 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Ciayumajakuning Kawasan Metropolitan Baru
INFRASTRUKTUR MANTAP: Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) menjadi salah satu pendorong berkembangnya Kawasan Jawa Barat bagian timur karena memudahkan akses distribusi barang.

Ciayumajakuning Kawasan Metropolitan Baru

Pembangunan Infrastruktur Permudah Jalur Distribusi

darikita.com, Kawasan Jawa Barat Bagian Utara dalam perkembangnya akan menjadi kawasan metropolitan baru. Hal ini susuai dengan skema pembangunan tata ruang pemprov Jabar yang berencana akan menciptakan pemerataan pembangunan seluruh Jawa Barat.

Percepatan pembangunan di kawasan tersebut telah dilakukan Pemprov Jabar dengan membangun berbagai infrastruktur unuk tujuan mempercepat pertumbuhan di kawasan tersebut.

”Dulu Jabar utara memang tertinggal, bahkan ketika saya menjabat ketua DPRD Jabar lalu pernah mengusulkan untuk mempercepat kawasan Jabar Utara pusat pemerintahan pindah ke bagian utara,” jelas Wakil Pimpinan DPRD Jabar Irfan Suryanegara ketika ditemui di Gedung DPRD kemarin (12/11).

Berdasarkan perkembangannya, dengan dukungan pemerintah pusat, pembangunan tata ruang di kawasan Cirebon-Majalengka-Indramayu-Kuningan memasuki babak menjanjikan. Hal ini disebabkan sarana infrastruktur seperti, Jalan Tol CiKopo-Palimanan yang baru saja diresmikan beberapa bulan lalu. Selain itu, pembangunan Cileunyi-Sumedang-Dawuan dipastikan ke depan kawasan ini akan tumbuh menjadi kota-kota metropolitan baru.

Ciayumajakuning memliki posisi strategis sebagai jalur pengiriman dan distribusi barang di Pulau Jawa. Untuk itu harus menjadi perhatian pemerintah pusat maupun daerah.

Upaya pemprov dan pusat dalam pembangunannya saat ini telah memiliki sinergitas untuk memacu pertumbuhan di wilayah itu. Seperti dengan perencanaan mega proyek Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati Majalengka, Pembanguna Pelabuhan di wilayah Cirebon, dan pembukaan jalur jereta api.

”Nah saya yakin kalau semuannya sudah terbentuk bukan tidak mungkin kota-kota di utara Jabar ini akan semakin maju,” ucap Irfan.

Namun perubahan yang akan terjadi, lanjut dia, harus diimbangi dengan dukungan pemerintah daerah setempat. Khususnya dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat.

Pembangunan di daerah bukan saja mendapat dukungan dari pusat dan provinsi. Akan tetapi masyarakat lokal merupakan salah satu komponen penting. Pembangunan yang sudah direncanakan bisa segera dilaksanakan.

Ia mencontohkan, pada pembangunan waduk Jati Gede masyarakat memiliki perang penting. Bagaimana pembangunan waduk ini memakan waktu lama hanya gara-gara pembebasan lahan dan ketidaksiapan masyarakat menerima kemajuan pembangunan.

”Di sini peran pemerintah daerah untuk meyakinkan bahwa pembangunan yang dilakukan untuk kepentingan seluruh masyarakat,” ucap Irfan.

Dengan demikian, masyarakat lokal dan pemerintah daerah harus memiliki peran penting agar tidak menjadi penonton didaerahnya sendiri.

Untuk itu, pemerintah daerah di Ciayumajakuning harus bisa menangkap peluang ini sebagai pemacu pertumbuhan perkonomian dengan memacu pembangunan sektor pendukung lainnya seperti pariwisata, pendidikan, dan perdagangan antar daerah. (yan/fik)

Check Also

Benfica vs Bayern Muenchen, Aguias Bakal Putus Rekor Buruk

darikita.com, 1-0. Meski menjadi modal penting bagi langkah Bayern Muenchen menantang Benfica di Estadio da Luz …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *