Senin , 17 Juni 2019
Breaking News
Home / Metropolitan / Citarum Adalah Pertaruhan

Citarum Adalah Pertaruhan

BPLHD Masukan Isu Lingkungan di Kutbah Jumat

darikita.com, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, Citarum Bestari yang dicanangkan Pemprov Jabar merupakan program pertaruhan. Sebab sejak pencanangannya empat tahun lalu dan harus bisa selesai pada 2018 Citarum.
Untuk diketahui, program Citarum Bestari bertujuan mengembalikan kembali fungsi sungai terpanjang di Indonesia tersebut sebagai sungai yang bersih, sehat indah dan lestari
”Ini pertaruhan. Tanggal 22 Juni 2014 lalu kita canangkan Citarum Bestari dan kita lihat nanti 22 Juni 2018 Citarum seperti apa. Ini pertaruhan untuk kita dan masyarakat di sekitar Citarum,” jelas Deddy ketika ditemui di Gedung Sate Jabar kemarin (5/11).
Menurutnya, untuk mewujudkan Citarum Bestari harus ada komitmen semua pihak. Sebab walaupun kewenangannya berada pada pusat, Citarum memiliki kepentingan semua pihak.
Deddy mengingikan, program Citarum Bestari harus didukung semua pihak yang merasa memiliki kepentingan dan kepedulian jadi bukan hanya wacana dan slogan semata.
”Di sini pemprov akan terus mendukung dengan membuat program-program penataan Citarum yang bertujuan untuk memotivasi masyarakat,” kata dia.
Deddy menyebutkan, sungai Citarum sepanjang 300 kilometer ini melewati 11 kabupaten/kota di Jawa Barat dengan hulu sungai ini berada di Situ Cisanti, Kabupaten Bandung dan bermuara ke hulunya di Muara Gembong, Bekasi.
Wagub mengungkapkan, Citarum merupakan sungai strategis bagi masyarakat Jawa Barat. Sehingga dapat dikatakan wajah Jabar tercermin oleh keberadaan sungai ini.
”Di mana pun daerahnya di dunia ini, sungai adalah pusat dan awal peradaban manusia. Sebab, sumber air adalah benda yang pertama kali dibutuhkan selain sebagai sarana transportasi, pertanian dan ini merupakan sumber kehidupan,” ujar Deddy.
Deddy mengaku, sangat prihatin dengan kondisi Citarum saat ini. Bahkan dengan mimik muka serius dirinya menyesalkan atas tindakan warga dan para pengusaha yang tidak memiliki kepudulian terhadap Citarum.
”Barangkali kita sekarang sudah tidak perlu Citarum, sehingga kita jadikan sebagai tempat buang sampah, tempat buang kotoran manusia, ini kan kenyataannya,” ujar dia ketus.
Untuk itu, dirinya akan terus mengajak dan tidak akan merasa capek untuk mengubah Citarum. ”Citarum akan kita wariskan kepada nak cucu kita dan apakah nanti akan kita wariskan Citarum yang kotor atau bersih tergantung pada komitmen kita,” seru Deddy

Sementara itu, dalam sebuah rilisnya Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jabar menyelenggarakan Festival Budaya Citarum yang bertujuan mengajak masyarakat untuk peduli pada Citarum.
Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat Anang Sudarna mengatakan, acara tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak rangkaian program Pemprov Jawa Barat melalui BPLHD dalam memperkuat serta mendorong komitmen masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar Citarum untuk menjaga lingkungan hidupnya.
”Acara ini digelar untuk terus mengajak dan mendorong masyarakat untuk aktif dalam mengelola lingkungan hidup, khususnya yang ada di Das Citarum,” tutur Anang dalam rilisnya
Selain itu, melalui berbagai acara yang digelar, Anang pun berharap hal tersebut bisa mengubah pola pikir masyarakat dan para pemangku kepentingan lainnya agar bisa hidup berbudaya lingkungan.
Dan untuk mendukung berbagai program terkait Citarum Bestari, pada kesempatan ini Anang pun mengungkapkan bahwa pihaknya akan mencetak buku kutbah Jumat berbasis lingkungan. Selain itu, pada tahun ini BPLHD juga telah memfasilitasi 105 dari 122 sekolah se-Jawa Barat untuk mengikuti lomba sekolah berbudaya lingkungan tingkat nasional.
Dalam Festival Budaya Citarum ini, digelar pula dialog atau diskusi yang diharapkan bisa melahirkan ide-ide cemerlang terkait pengelolaan Citarum.
Ada pula lomba-lomba untuk menggugah karaktarer masyarakat, khususnya anak-anak agar berbudaya lingkungan seperti lomba menggambar dan menulis puisi, serta digelar pula stand pameran dari instansi atau organisasi lingkungan. (yan/rie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *