Selasa , 18 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Dana BOS Madrasah Tersendat
ISTIMEWA UNJUK RASA: Ratusan guru madrasah di Sumatera Selatan menggelar unjuk rasa menuntut pencairan dana BOS. Sementara itu, di Jabar dana BOS belum dicairkan karena administrasi yang rumit.

Dana BOS Madrasah Tersendat

ISTIMEWA  UNJUK RASA: Ratusan guru madrasah di Sumatera Selatan menggelar unjuk rasa menuntut pencairan dana BOS. Sementara itu, di Jabar dana BOS belum dicairkan karena administrasi yang rumit.
ISTIMEWA
UNJUK RASA: Ratusan guru madrasah di Sumatera Selatan menggelar unjuk rasa menuntut pencairan dana BOS. Sementara itu, di Jabar dana BOS belum dicairkan karena administrasi yang rumit.
Mata Anggaran Berubah dari Akun 57 ke 52

darikita.com, ANDIR – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk madrasah terlambat dicairkan. Pasalnya, adanya perubahan mata anggaran dari akun 57 ke akun 52 pada anggaran belanja barang atau modal Bantuan Sosial (Bansos). Hal ini diungkapkan Kapala Sub Humas Kemenag Wilayah Jabar H Abdurrohim di KantorKemenag Wilayah Jabar jalan Jendral Sudirman kemarin (30/9).

Dirinya menuturkan, atas perubahan ini pemerintah harus meminta laporan terlebih dahulu kepada madrasah dalam bentuk laporan pembelian barang/modal yang diperuntukan bagi operasional sekolah.

”Jadi LPJ dulu baru diberi uang jadi perubahan ini sepertinya terjadi karena madrasah lambat memberikan LPJ,” jelas Abdurrohim.

Selain itu, madrasah juga harus memberikan penjelasan dalam bentuk laporan kegiatan mengenai kebutuhan apa saja yang telah dibeli dengan mengajukan permohonan oleh Yayasan tempat madrasah itu bernaung kepada pemerintah. Diakuinya, perubahan ini terjadi ketika anggaran sedang berjalan seharusnya perubahan terjadi 3 tahun lalu akan tetapi ini baru disosialisasikan baru 1 tahun lalu sehingga menimbulkan gejolak karena harus ada penyesuaian di lapangan.

Namun demikian, pihaknya mengaku telah melakukan sosialisasi mengenai mekanisme dan petunjuk teknis dalam membuat pelaporan. Dengan mengundangseluruh kepala perwakilan kemenag tingkat kabupaten/kota bersama Kepala Bagian Madrasah dan Bais.

”Kita telah melakukan sosialisasi dari Bulan Mei. Bahkan untuk pemberian guru honorer bagi pengajar di madrasah sudah diberikan dari Bulan Juni sampai Mei,” ungkap dia.

Selain itu, untuk mempercepat penyaluran dana ini Kemenag Kanwil Jabar juga telah membentuk bendahara pembantu yang berada di tingkat Kemenag wilayah kabupaten/kota dan disalurkan langsung kepada rekening bendahara pembantu tersebut.

Dirinya menyebutkan, saat ini terdapat 8 ribu Lembaga Yayasan yang mengelola madrasah sedangkan untuk tingkat RA ada sekitara 15 ribu lebih.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam pengajuan dana BOS ini harus benar-benar mengikuti Petunjuk Teknis (Juknis). Namun pada kenyataannya, tidak sedikit banyak terjadi kesalahan dalam pembuatan LKPJ nya sehingga ini menjadi salah satu hambatan dalam proses penyaluran karena harus dilakukan pendataan dan verifikasi ulang.

Selain, itu keterbatasan jumlah SDM baik di tingkat provinsi maupun di Kabupaten/kota juga menjadi penyebab lambatnya penyaluran ini sebab pada kenyataannya Kemenag wilayah kabupaten/kota harus bekerja ekstra.

”Bayangkan di Kabupaten Bandung aja jumlahnya 700 madrasah belum termasuk RA sedangkan jumlah petugas hanya 4 orang belum bila terjadi kesalahan dalam isian pengajuan inikan memakan waktu,” kata dia.

Sementara itu, anggota Komisi V DPRD Jabar Rustandie menyayangkan adanya keterlambatan ini. Menurut dia, keterlambatan ini menunjukan pihak Kementrian Agama tidak siap.

Dirinya berpendapat, penahanan anggaran itu berlanjut karena bisa mengancam kemunduran pendidikan agama, khusunya di Jawa Barat. ”Madrasah itu kan basisnya pendididikan agama, pendidikan moral masyarakat. Bagaimana kalau operasionalnya terhenti karena anggarannya distop? Kemenag ini ada apa sebenarnya?” cetus dia.

Rustandie mengkhawatirkan, terhambatnya operasional madrasah, baik ibtidaiyah, tsanawiyah, maupun aliyah ini sama artinya membedakan lembaga pendidikan berbasis agama

Untuk itu dirinya menegaskan, pemprov Jabar juga jangan tinggal diam ketika melihat ribuan guru dan siswa madrasah menjerit setelah berbulan bulan tidak diberikan Bantuan Operasinal. (yan/fik)

Check Also

Jamin Pelaksanaan Mudik Aman

CIMAHI – Untuk membe­rikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara yang akan mudik melintasi jalur Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *