Rabu , 13 November 2019
Home / bandung raya / Dibangun Sesuai Kebutuhan Pedagang
SERAH TERIMA : Bupati Bandung Dadang M.Naser (Ketiga kiri) bersama pihak PT.Primatama Cipta Sarana (PCS) menandatangi surat penyerahan aset, pengelolaan dan Hak Guna Bangun (HGB) Tanah Pasar dan Terminal Ciwidey.

Dibangun Sesuai Kebutuhan Pedagang

SOREANG – Bupati Bandung Dadang M. Naser mengapresiasi langkah PT.Primatama Cipta Sarana (PCS) yang telah menyanggupi untuk menyerahkan aset, pengelolaan dan Hak Guna Bangun (HGB) Tanah Pasar dan Terminal Ciwidey kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung.

“Dengan serah terima yang telah di laksanakan pada Selasa (3/9), tentunya kita akan menindaklanjuti pembangunan pasar sesuai rencana,” ungkap Dadang Naser saat di wawancara, Sabtu (7/9).

Menyikapi perencanaan pembangunan pasar, Dadang mengimbau agar semua pihak terkait dapat mensosialisasikan kepada para pedagang dan pihak-pihak lainnya. ”Mudah-mudahan dalam proses pembangunannya lancar tanpa kendala.Saya berharap tidak ada kegaduhan diantara pihak-pihak tertentu,”  tegasnya

Pada kesempatan itu, dirinya menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama dalam proses pembangunan  tersebut. ”Semoga apa yang sedang kita upayakan ini memberikan manfaat, khususnya bagi para pedagang Ciwidey, umumnya bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bandung,”imbuhnya

Lebih jauh Dadang menerangkan, pihaknya telah menganggarkan pembangunan infrastruktur pasar di wilayah yang didominasi olah kawasan wisata ini. Sejumlah perangkat daerah, diantaranya Disperindag, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dan juga Dinas Perhubungan (Dishub) telah menganggarkan sesuai kewenangannya masing-masing.  ”Namun karena status lahannya belum clear, anggaran tersebut tidak bisa diserap selama 2 tahun ke belakang,”paparnya.

Melalui Disperindag, katanya, pihaknya beberapa kali melakukan mediasi dengan PT.PCS, sehingga dapat dilakukan serah terima terkait pelepasan hak dari PT.PCS kepada Pemkab Bandung. Lahan yang diserahkan seluas 28.189 meter persegi terdiri dari lahan pasar, kios, lapak, lahan terminal, kantor bangunan pasar dan kantor bangunan terminal.

”Akan tetapi untuk sertifikat kepemilikan itu ada yang sudah dijual kepada perorangan. Namun untuk pengelolaan sepenuhnya sudah diserahkan kepada kita dan sudah disepakati oleh para pedagang pasar,” pungkasnya. (yul/rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *