Senin , 18 Oktober 2021
Home / BERITA UTAMA / Disdagin Bandung Klaim Pasar Kreatif Pertama Raih Omzet Ratusan Juta

Disdagin Bandung Klaim Pasar Kreatif Pertama Raih Omzet Ratusan Juta

BANDUNG – Sebagai upaya pemulihan ekonomi Kota Bandung, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) kembali menggelar pasar kreatif di Pusat Perbelanjaan (Mal) Paris Van Java (PVJ) untuk 252 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Gelaran Pasar Kreatif ini rencananya juga akan diadakan di sembilan pusat perbelanjaan di Kota Bandung. Untuk penyelenggaraan Pasar Kreatif di 23 Paskal Shopping Center, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyediakan 14 stan untuk 28 pemilik UKM.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah, respon masyarakat terhadap pasar kreatif kali ini cukup baik. Sebab, dalam waktu 10 hari selama penyelenggaraan Pasar Kreatif di Mall 23 Paskal Shopping Center, para pelaku UMKM berhasil meraup omzet sebanyak Rp. 740 juta.

“Alhamdulillah yang 23 Paskal Shopping (Pasar Kreatif) kemarin itu sudah beres hari Minggu. Dan omzetnya memberi kebahagiaan dan semangat bagi pelaku UKM (Usaha Kecil dan Menengah) di Paskal kemarin. Laporannya itu di angka Rp. 740 juta yang ada di Paskal. Selama 10 hari,” ujarnya, Rabu (29/9).

Pelaku UMKM Bidang Kuliner Dapat Berpartisipasi di Pasar Kreatif

Elly juga menyarankan pelaku UKM bidang kuliner berpartisipasi dalam gelaran Pasar Kreatif. Pasalnya, peminat Pasar Kreatif makin meningkat.

“Karena tahun ini ada perbedaan. Kita ada penambahan pelaku usaha seperti makanan dan minuman dalam kemasan yang tahun lalu tidak diikutsertakan. Dan di situ juga ada fashion, aksesoris, makanan minuman kemasan, home decor,” ucapnya.

Selain penambahan pelaku UKM seperti kuliner, diizinkannya anak usia di bawah 12 tahun mengunjungi Pusat Perbelanjaan, menurut Elly, menjadi salah satu faktor kesuksesan pasar kreatif. Lantaran, dengan izin tersebut, pengunjung pusat-pusat perbelanjaan mengalami peningkatan.

“Sebelumnya kan anak usia di bawah 12 tahun dilarang masuk mal dan lumayan mempengaruhi tingkat pengunjung. Setelah berjalan empat hari (gelaran Pasar kreatif), pemerintah pusat mengizinkan anak usia di bawah 12 tahun masuk mal. Kunjungan meningkat signifikan,”terangnya.

Dengan gelaran Pasar Kreatif, Elly berharap upaya tersebut dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi Kota Bandung yang sebelumnya terdampak pandemi Covid-19.

“Tujuan (Pasar kreatif) ini jelas untuk pemulihan ekonomi. Untuk pelaku UMKM kita coba permudah, izinnya, distribusinya dan lain-lain. Kita beri akses semudah-mudahnya agar tumbuh semakin banyak dan tentunya dapat memulihkan ekonomi,” pungkasnya. (Mg4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *