Senin , 17 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Djanur Pesimistis di PJS
MAKIN BERAT: Perjalanan Persib Bandung dalam menatap Piala Jenderal Sudirman akan sangat sulit. Selain karena sejumlah pemain ikut dalam Habibie Cup, dan beberapa lainnya masih di kampung halaman masingmasing. Kondisi juga diperparah dengan adanya pemain yang ingin dikontrak jangka panjang, sementara manajemen tetap minta bayar per pertandingan.

Djanur Pesimistis di PJS

Pemain Minta Kontrak Jangka Panjang

darikita.com, Sikap pesimistis mulai menyelimuti Persib Bandung jelang berlaga dalam turnamen Piala Jenderal Sudirman (PJS). Faktor persiapan mepet dan minimnya jumlah pemain yang berlatih digadang-gadang memperperburuk keadaan: hanya 10 pemain yang berlatih di hari kedua latihan.

Teknisnya, memang lima pemain Persib masih bermain di Habibie Cup. Sedangkan sisanya, sebanyak delapan pemain masih berada di kampung halaman masing-masing.

Di bagian lain, terjadi intrik internal. Pemain dikabarkan dalam kondisi serbasalah. Mereka menginginkan kontrak selama mengarungi Piala Jenderal Sudirman. Tapi manajemen hanya akan membayar mereka per pertandingan.

”Ini situasi yang tidak menguntungkan, tidak ideal, sangat jauh dari ideal. Sehingga dalam hal ini saya agak kurang percaya diri dengan persiapan yang ada,” kata pelatih Djadjang Nurdjaman kemarin.

Pria yang akrab disapa Djanur mengatakan, kondisi saat ini sedang pelik. Tekanan berat karena tingginya tekanan untuk kembali merengkuh juara, tapi sebaliknya situasi dan kondisi tidak memungkinkan.

”Seperti kita tahu bahwa tuntutan di Persib selalu seperti itu, ingin dapat yang terbaik. Sementara kondisi tim sekarang seperti ini. Pasti buat saya sangat menguras pikiran,” tuturnya.

Selama menukangi Persib sejak 2012, dia menyebut kondisi saat ini adalah paling sulit baginya. Bahkan dengan kondisi yang ada sekarang, Djanur sebenarnya ogah timnya bermain di Piala Jenderal Sudirman. Tapi manajemen menginginkan Persib tetap bermain meski kondisinya seperti sekarang.

”Bahkan kalau saya boleh memilih, tapi itu tidak mungkin, sebetulnya saya tidak siap untuk ikut turnamen ini. Tapi kan tidak mungkin kita tidak ikut,” jelasnya.

Disinggung soal target setelah melihat kondisi tim, dia pun enggan bicara lebih jauh. Apalagi sampai sesumbar. Menurutnya, hal itu akan dibicarakan lebih lanjut dengan jajaran manajemen. ”Kita mau ketemu dulu dengan manajemen biar tahu targetnya seperti apa,” ungkapnya.

Langkah skuat Maung Bandung menuju tangga juara di Piala Jenderal Sudirman memang berat. Sebab, Persib Bandung bakal satu tim bersama Surabaya United selaku tuan rumah, Pusamania Borneo FC, Persela Lamongan dan PS TNI.

Menyikapi lawan, Djanur mengaku, jika dalam grup ini semua tim memiliki kualitas yang baik dan diprediksi bisa menghambat langkah Persib Bandung. Namun dirinya menilai Surabaya United dan PBFC bisa menjadi sandungan dalam turnamen kali ini

”Saya pikir sama saja dimasing-masing grup ada tim unggulan. Di grup kita ada Surabaya United sebagai tuan rumah ada Pusamania Borneo FC yang menyulitkan kita di Piala Presiden kemarin,” katanya.

Djanur mengungkapkan, dua tim lain bukan tidak mungkin memberikan kejutan dan bisa melaju cukup jauh dalam turnamen ini. (ris/bbs/rie)

Check Also

Benfica vs Bayern Muenchen, Aguias Bakal Putus Rekor Buruk

darikita.com, 1-0. Meski menjadi modal penting bagi langkah Bayern Muenchen menantang Benfica di Estadio da Luz …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *