Rabu , 24 April 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Edubox Picu Aksi Demo Siswa
BERI PENJELASAN : Seorang anggota kepolisian memberikan penjelasan kepada siswa SMAN 19 Bandung yang melakukan aksi demo agar dalam pelaksanaan aksi tetap menjaga ketertiban.

Edubox Picu Aksi Demo Siswa

BANDUNG – Ratusan siswa Sekolah Menengah Atas Ne­geri (SMAN) 19 Kota Bandung lakukan aksi unjukrasa di lapangan sekolah. Aksi yang dilakukan dipicu karena ada­nya pungutan dana Edubox kepada siswa kurang mampu. Selain itu, siswa juga menilai selama ini pihak sekolah tidak transparan dalam penggu­naan dana.

Yang lebih parah dan akhir­nya memicu siswa berdemo adalah karena pihak sekolah melakukan pemotongan ang­garan untuk siswa yang mem­punyai Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Salah seorang siswa yang tidak mau disebut namanya mengatakan, selama ini para siswa kerap menanyakan pungutan dana Edubox. Namun selama pertanyaan dilontarkan, selam itu pula pihak sekolah bungkam tidak mau menjelaskan secara rinci.

”Dulu perjanjiannya Rp 50 ribu untuk bayar Edubox ha­nya sekali dalam setahun, tapi kenyataannya malah sebulan sekali. Padahal kita sudah bayar SPP,” katanya, disela-sela aksi, Kamis (28/2).

Tidak hanya itu, lanjutnya, puncak kekesalan terjadi saat beberapa temannya yang mendapat SKTM uangnya langsung dipotong untuk pembayaran Edubox.

”Jadi ada laporan yang ang­garan SKTM Rp 1 juta itu langsung dipotong Rp 500 ribu untuk iuran Edubox un­tuk 10 bulan. Kan itu sudah aneh masa langsung dipotong,” ucapnya dengan nada kesal.

Menurutnya, Edubox adalah sebuah jaringan internet un­tuk. Menghubungkan server sekolah, dengan beberapa jaringan pendidikan lainnya.

Aksi yang diikuti seluruh siswa mulai dari kelas X, XI dan XII dan mendapat peng­awasan dari pihak kepolisian tersebut pun berakhir dengan damai. Terlebih saat aksi ber­langsung datang Wakil Gu­bernur Jawa Barat Uu Ruzha­nul Ulum dan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dewi Sartika.

Uu mengaku, kunjungannya ke SMAN 19 setelah mendengar adanya dugaan aksi di sekolah. Kunjungan dadakan itu se­bagai bentuk respon dari pemerintah untuk menam­pung aspirasi dan mencarikan solusi permasalahan.

”Kami ingin mendengar langsung pokok permasalahan yang memicu aksi,” kata Uu.

Menurutnya, pihaknya akan membahas aspirasi yang disampaikan orangtua dan siswa SMAN 19 terkait adanya pungutan sebesar Rp 50 ribu perbulan untuk program EduBox. Sebab, persoalan dugaan pungutan itu yang memicu terjadinya aksi.

”Informasi sudah kami da­pat. Kami proses. Ini semua tidak bisa diputuskan hari ini. Kita harus tabbayun terlebih dahulu,” ujarnya.

Namun demikian, Uu menga­rahkan pihak sekolah untuk berkoordinasi sesuai dengan mekanisme, yakni melalui Kantor Wilayah Cabang (KCD) Disdik Jabar di wilayah terse­but. Kemudian baru mela­porkan ke provinsi guna mendapatkan solusi.

Uu juga mengimbau kepada satuan pendidikan terkait agar lebih mampu mengarahkan siswa pada kegiatan yang pro­duktif. Untuk itu, ia sedikit menyayangkan aksi tersebut.

”Bagaimanapun tugas siswa adalah belajar terutama di jam produktif sekolah. Apalagi sekarang sedang persiapan Ujian Nasional (UN). Tapi saya tetap mengapresiasi. Namun harus disesuaikan juga dengan peran mereka sebagai siswa,” tandasnya. (bbs/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *