Senin , 17 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Fasum Rusak Warga Komplain
BUBUN MUNAWAR/CIMAHI EKSPRES DIBONGKAR : Salah seorang warga berada di Taman Komplek Cimindi Raya Kelurahan Pasirkaliki Kecamatan Cimahi Utara, yang dibongkar karena akan dibangun terusan Jalan Aruman.

Fasum Rusak Warga Komplain

BUBUN MUNAWAR/CIMAHI EKSPRES DIBONGKAR : Salah seorang warga berada di Taman Komplek Cimindi Raya Kelurahan Pasirkaliki Kecamatan Cimahi Utara, yang dibongkar karena akan dibangun terusan Jalan Aruman.
BUBUN MUNAWAR/CIMAHI EKSPRES
DIBONGKAR : Salah seorang warga berada di Taman Komplek Cimindi Raya Kelurahan Pasirkaliki Kecamatan Cimahi Utara, yang dibongkar karena akan dibangun terusan Jalan Aruman.
Terkait Pelebaran Jalan Aruman

darikita.com, CIMAHI- Warga RW 04 Komplek Perumahan Cimindi Raya Kelurahan Pasirkaliki Kecamatan Cimahi Utara komplain. Pasalnya, Fasilitas umum yang berada di wilayah mereka menjadi rusak akibat digunakan pembangunan jalan Aruman.

Dikta, salah seorang tokoh pemuda setempat mengatakan, ada perubahan pelaksanaan proyek jalan Aruman yang melintasi komplek perumahan Cimindi Raya. Awalnya, pembangunan jalan Aruman tersebut akan melewati jalan milik perumahan, namun karena ada komplain dari warga setempat, akhirnya rencana tersebut dilakukan perubahan dengan membongkar taman yang sebelumnya merupakan fasilitas umum di wilayah perumahan. ”Awalnya, terusan jalan Aruman ini akan tembus ke sebelah kiri jalan yang ada di perumahan, namun entah kenapa sekarang taman yang ada sejak lama dibongkar, akhirnya sejumlah pohon yang ada di taman tersebut ditebang,” jelasnya, kemarin.

Awalnya, pihaknya mengira penebangan pohon itu hanya ranting-rantingnya saja, ternyata seluruh pohon yang ada ditebang juga. Ironisnya, sebelum penebangan pohon tersebut tidak ada ijin terlebih dahulu kepada warga. “Bapak saya yang menanam pohon dan merawatnya sejak 30 tahun lalu, namun saat dilakukan penebangan pohon, sebelumnya tak pernah disampaikan dulu kepada kami, ” katanya.

Atas hal itu, kata Dikta, dirinya mempertanyakan kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan, lalu diminta untuk menyampaikannya kepada Kantor Lingkungan Hidup, dari sana diminta untuk mendatangi pihak Dinas Pekerjaan Umum. Tetapi sampai saat ini belum ada penjelasan yang pasti tentang hal itu. Karenanya, pihaknya meminta agar pemerintah mau menanggapi keluhan yang disampaikannya, jangan sampai dipingpong dari satu dinas ke dinas lain. ”Kami juga mempertanyakan kenapa saat sosialisasi, hanya warga tertentu saja yang diundang sebagian besar warga disini justru banyak yang tidak diajak untuk bicara, yang diundang sosialisasi justru lebih banyak dari warga RW 14, sedangkan kami yang terdekat dengan lokasi pembangunan justru hanya beberapa orang saja yang diajak untuk sosialisasi,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Cimahi I Made Wardana menyebutkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada warga RW 04 dan RW 14 Kelurahan Pasirkaliki yang wilayahnya terkena pembangunan Jalan Aruman tersebut. Bahkan pihaknya membantah jika lahan yang digunakan untuk pembangunan terusan jalan tersebut merupakan fasilitas umum perumahan.

”Sebelum melakukan pembongkaran taman, kami sudah meminta izin kepada PLN sebagai pemilik lahan yang diatasnya berdiri taman dan sutet, sosialisasi juga pernah kami sampaikan baik kepada warga RW 04 atau RW 14 Kelurahan Pasirjaliki,” jelasnya.

Terkait dengan permintaan warga setempat yang menginginkan adanya pemagaran disamping kanan kiri jalan, pihaknya sedang melakukan pembahasan, karena pada tahun ini belum ada anggaran untuk pemagaran jalan tersebut. ”Pada tahun ini belum ada anggaran untuk pembuatan pagar pembatas jalan, kami akan usulkan supaya hal itu dimasukan dalam tahun anggaran yang akan datang,” sebutnya. (bun/asp)

Check Also

Jamin Pelaksanaan Mudik Aman

CIMAHI – Untuk membe­rikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara yang akan mudik melintasi jalur Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *