Senin , 17 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Gedung B Mapolda Jateng Ludes Terbakar

Gedung B Mapolda Jateng Ludes Terbakar

MAPOLDA-JATENG-TERBAKAR-660x330

Data Intelijen Ludes

MUGASSARI – Kebakaran hebat melanda Mapolda Jateng di Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (30/9) siang. Si jago merah melahap Gedung B berlantai 3 sekitar pukul 11.00. Sontak, ratusan anggota polisi kalang kabut menyelamatkan diri.

ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG  SELAMATKAN DIRI: Asap hitam mengepul dari Gedung B Mapolda Jateng kemarin (30/9). Tampak polwan meninggalkan mapolda. Foto bawah, api cepat menyebar diduga berawal dari korsleting listrik.n
ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG
SELAMATKAN DIRI: Asap hitam mengepul dari Gedung B Mapolda Jateng kemarin (30/9). Tampak polwan meninggalkan mapolda. Foto bawah, api cepat menyebar diduga berawal dari korsleting listrik.n

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang (Group Bandung Ekspres) di lokasi kejadian, sumber api berasal dari lantai 3 Gedung B yang digunakan sebagai kantor Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jateng. ’’Api pertama kali muncul dari lantai tiga di Gedung B yang ditempati Biro SDM. Tadi baru saja selesai ada acara di aula mapolda lantai 2. Ada Rakor PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi),’’ kata saksi mata anggota Polwan, Okta, kepada Jawa Pos Radar Semarang, di lokasi kejadian.

Okta mengaku, sebelum terjadi kebakaran, ia bersama anggota yang lain sedang berada di aula Mapolda Jateng yang lokasinya di lantai 2 atau di jembatan yang menghubungkan antara Gedung A dengan Gedung B. Gedung A sendiri terletak di bagian depan mapolda, di mana ruangan kerja Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali berada.

’’Usai acara rapat, saat sedang makan siang, tiba-tiba terdengar suara pletek-pletek. Saat dicek lewat kaca sudah muncul asap hitam disusul kobaran api,’’ ujarnya.

Saat itu juga, lanjut Okta, terdengar teriakan kebakaran. Sontak, hal itu membuat penghuni gedung tersebut berhamburan keluar dari ruangan. ’’Semua langsung berhamburan keluar, asapnya sudah hitam,’’ ungkap Okta.

Kaur Monitor Bidang Humas, Kompol Nurhadi Agus, mengaku saat kejadian hendak menunaikan salat dzuhur di Masjid Taqwa Mapolda Jateng. ’’Tiba-tiba asap hitam tebal dan disusul api sudah membakar lantai 3 gedung B. Semua pada panik dan lari keluar,’’ katanya.

Sejumlah anggota polisi, kata dia, juga berusaha mengeluarkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Di antaranya, perangkat komputer, dan berkas-berkas yang masih terjangkau.

’’Hampir semua berkas, data, arsip di ruang intel terbakar. Api membesar dalam waktu sangat cepat, kurang lebih 10 menit sudah merembet ke seluruh Gedung B,’’ kata salah seorang anggota Intel Polda Jateng di lokasi kejadian.

Lantai 1 di gedung tersebut digunakan untuk kantor Direktorat Intelkam Polda Jateng, dan Biro Perencanaan Umum dan Anggaran (Rorena). Lantai 2 digunakan sebagai kantor Inspektorat Pengawas Daerah (Itwasda). Sedangkan di lantai 3 digunakan kantor Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jateng.

Kepala Bidang Operasional Dinas Kebakaran Kota Semarang Sumarsono mengatakan, pihaknya menerjunkan sebanyak 30 unit mobil pemadam kebakaran. ’’Kami di-back up dari Kendal 2 unit, Kabupaten Semarang 2 unit, dan Demak 2 unit. Totalnya 30 unit mobil pemadam,’’ ujarnya.

Dijelaskannya, api membakar seluruh ruangan di gedung B berlantai 3. Dalam insiden kebakaran tersebut, pihaknya berusaha melakukan antisipasi agar api tidak merembet ke Gedung A dan Gedung C.

’’Posisi gedung B berada di tengah-tengah. Kami berupaya melokalisasi api biar tidak menjalar ke Gedung A dan C. Gedung A sendiri merupakan ruang kerja Pak Kapolda. Jembatan penyambung antara Gedung A dan Gedung B terdapat aula yang juga terbakar,’’ katanya.

Pihaknya membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam untuk memadamkan api. Kurang lebih 50 personel pemadam kebakaran berjibaku menjinakkan api. ’’Asap hitam tebal yang mengepul berasal dari arsip-arsip kertas dan plastik, terbakar,’’ ujarnya.

Ditanya mengenai indikasi penyebab kebakaran, Sumarsono mengaku tidak memiliki kewenangan untuk menjawab hal tersebut. ’’Itu kewenangan pihak kepolisian. Kami hanya melakukan upaya pemadaman,’’ katanya.

Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol Alloysius Liliek Darmanto mengaku, belum melakukan inventarisasi berapa kerugian akibat kebakaran hebat yang melumat salah satu gedung di Mapolda Jateng tersebut. ’’Kalau soal kerugian saya belum bisa mengatakan. Tapi yang jelas, semua data-data penting di Gedung B habis terbakar,’’ ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya mengaku masih mengumpulkan data-data, termasuk mengumpulkan keterangan sejumlah saksi. ’’Tim Labfor (Laboratorium Forensik) masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sore ini (kemarin) untuk mengetahui penyebab kebakaran,’’ katanya.

Dijelaskannya, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran Gedung B Mapolda Jateng. Selain kerugian berkas-berkas penting yang ludes terbakar, dalam kejadian kebakaran tersebut juga meludeskan sebanyak 73 motor dan 3 motor rusak parah. ’’Totalnya 76 motor yang terbakar di lokasi parkir,’’ katanya.

Saat kejadian, di lokasi parkir terdapat ratusan motor terparkir. Ratusan motor tersebut di antaranya milik para anggota Polda Jateng, pegawai sipil, dan beberapa di antaranya motor barang bukti. ’’Selain itu, ada sebanyak 74 tahanan di ruang Tahti (Tahanan dan Barang Bukti) dievakuasi. Para tahanan kami titipkan ke Polrestabes Semarang. Ruangan Tahti tidak terbakar, tapi untuk antisipasi keselamatan, mereka kami pindahkan,’’ terangnya.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jateng Brigjen Pol Musyafak yang juga menjadi saksi mata mengatakan, saat itu ia usai memimpin rapat di ruang Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jateng. Di ruang lain, yakni aula Mapolda Jateng juga ada kegiatan Rakor Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Polda Jateng.

’’Kebetulan saya usai memimpin rapat di Gedung B Lantai 3 di ruang SDM. Sekitar pukul 11.00, tiba-tiba lampu padam. Sempat ada suara kemrasak, api muncul dari lubang lampu ruangan, asap masuk ruangan. Rapat langsung saya bubarkan,’’ ungkapnya.

Saat ditanya mengenai penyebab kebakaran, Musyafak mengaku belum bisa memastikan. Namun demikian, ada kemungkinan terjadi hubungan arus pendek atau korsleting jaringan listrik. ’’Kalau dugaan, ada kemungkinan terjadi korsleting listrik, ini dugaan lho,’’ katanya.

Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali mengatakan, pascakebakaran yang akan dilakukan adalah melakukan identifikasi penyebab kebakaran. Selain itu, untuk sementara beberapa satuan kerja (satker) akan ditempatkan di Gedung Wisma Perdamaian, kawasan Tugu Muda.

’’Langkah utama kita pemadaman lokasi kebakaran yang masih mengepul. Setelah selesai kita akan dilakukan penyelidikan penyebab kebakaranya apa? Ada empat bagian utama yang terbakar, yakni ruang personel perencanaan, pengawasan, intelijen, dan keuangan. Nanti ruangan mereka akan kita ungsikan ke Wisma Perdamaian. Belum diketahui jumlah kerugian akibat kebakaran,’’ ujar Nur Ali. (amu/ewb/aro/hen)

Check Also

Jamin Pelaksanaan Mudik Aman

CIMAHI – Untuk membe­rikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara yang akan mudik melintasi jalur Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *