Senin , 17 Juni 2019
Breaking News
Home / Advertorial / Gubernur Jawa Barat Berharap Penerimaan Siswa Baru Adil
RAPIM: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhalul Ulum dan Sekda Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa hadir dalam rapat pimpinan terkait persiapan seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK/SLB Tahun Ajaran 2019/2020 di Gedung Sate (22/4).

Gubernur Jawa Barat Berharap Penerimaan Siswa Baru Adil

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan, kuota untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK di Jawa Barat hanya 34 persen yang masuk ke sekolah negeri. Sisanya, yakni sebesar 66 persen akan dicover oleh sekolah swasta.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa saat menjadi narasumber dalam acara Jabar Punya Informasi (JAPRI) di Aula Lokantara Gedung Sate, Bandung, kemarin (8/5).

SOSIALISASI: Sekda Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa didampingi Kadisdik Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika dan Kadisdukcapil Provinsi Jawa Barat Heri Suherman menjadi narasumber dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) guna mensosialisasikan seleksi PPDB tingkat SMA/SMK/SLB Tahun Ajaran 2019/2020 di Gedung Sate, Rabu (8/5).

“Kenapa heboh karena, kami Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memiliki kewenangan mengelola SMA/ SMK/SLB negeri, hanya memiliki kuota 34 persen. Makanya, Pak Gubernur menginstruksikan kepada kami agar aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mendekati adil,” paparnya.

Oleh sebab itu, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi prinsip keadilan bagi masyarakat dan terhindar dari praktek kecurangan serta pemanfaatan pihak lain yang ingin mencari keuntungan.

TANYA JAWAB: Kadisdik Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika menjawab sejumlah pertanyaan dari wartawan saat mensosilisasikan seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK/SLB Tahun Ajaran 2019/2020 dalam acara Japri di Gedung Sate, Rabu (8/5).

“PPDB harus memenuhi hak-hak dasar masyarakat, objektif, transparan, akuntabel dan tanpa diskriminasi, sehingga dapat mendorong akses layanan pendidikan diseluruh wilayah Jawa Barat,” imbuhnya.

Diterangkan, dalam PPDB kali ini ada tiga jalur, pertama jalur zonasi dengan kuota sebesar 90 persen yang didalamnya sudah termasuk 70 persen untuk keluarga tidak mampu sisanya kombinasi dengan nilai akademik. Kedua, jalur prestasi dengan kuota 5 persen dan ketiga jalur perpindahan orang yang juga 5 persen.

“Penentuan zonasi untuk SMA berdasarkan usulan kabupaten/kota, melalui kesepakatan musyawarah kerja kepala sekolah,” terangnya.

Sedangkan, untuk PPDB SMK tidak ada zonasi, yang ada adalah tes minat dan tes kesehatan.

Kemudian, Pendaftaran PPDB bagi calon peserta didik SMALB dilaksanakan bersamaan dengan SMA dan SMK. “Pendaftarannya dilakukan bisa secara daring (online) oleh operator sekolah atau luar jaringan (offline) langsung di SLB yang dituju,” imbuhnya.

Seleksi SMALB dilaksanakan dengan ketentuan, semua peserta didik berhak mengikui seleksi PPDB pada semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan. Yakni, mereka yang memiliki potensi kecerdasan atau bakat istimewa, seperti di bidang ilmu pengetahuan teknologi, estetika dan olahraga berhak mengikuti seleksi pada semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan. “Seleksi dilakukan melalui verifikasi dokumen persyaratan umum dan dokumen hasil penilaian sesuai dengan jenis kekhususan calon peserta didik,” tambahnya.

Persyaratan untuk calon peserta didik baru SMALB secara umum tidak jauh berbeda. Ada beberapa yang khusus, seperti menyertakan dokumen hasil penilaian kekhususan calon peserta didik dari pakar atau tim kelompok kerja layanan khusus. “Poin penting lainnya adalah calon peserta didik SMALB tidak diperlukan fotokopi Sertifikat Hasil Ujian Nasional,” bebern

Sementara, untuk tahapan PPDB antara lain, penetapan zonasi tanggal 24 april 2019, sosialisasi mulai 1 Mei – 16 Juni 2019, Pendaftaran 17-22 Juni 2019, verifikasi dan uji kompetensi 24-26 Juni 2019, pengumuman 29 Juni 2019, daftar ulang 1-2 Juli 2019, awal tahun ajaran 2019-2020 dimulai 15 Juli 2019 dan masa pengenalan sekolah 16-18 Juli 2019.

Sekda iwa juga menerangkan jika PPDB tahun 2019 kali ini dilakukan secara daring yang bekerjasama dengan ITB karena dinilai mumpuni dalam hal teknologi. “Karena kami tidak ingin ada masalah,” terangnya.

Terkait pengumuman akan diserahkan ke sekolah. Tapi, untuk informasi secara umum mengenai PPBD tahun 2019 untuk tingkat SMA/SMK/SLB negeri masyarakat juga bisa melihat halaman resmi Disdik Jabar. “Silahkan akses ke website Disdik Jabar,” pungkasnya. (jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *