Kamis , 18 Juli 2019
Breaking News
Home / bandung raya / H-7 Idul Fitri Jalan Sudah Baik
JALIN KOMUNIKASI : Foto bersama usai berkoordinasi, Dinas Perhubungan melakukan komunikasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Bandung untuk memastikan kesiapan kondisi jalan saat arus mudik 2019.

H-7 Idul Fitri Jalan Sudah Baik

SOREANG – Dinas Peker­jaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bandung menargetkan kon­disi jalan alternatif yang bia­sa digunakan jalur mudik dalam kondisi bagus pada H-7 Idul Fitri 2019 mendatang. Selain menargetkan kondisi jalan, kondisi Penerangan jalan Umum (PJU) juga akan dimaksimalkan.

Kepala DPUPR Agus Nuria mengatakan, bahwa pihaknya sudah mengintruksikan ke­pada unit pelaksana teknis agar melaksanakan perbaikan jalan. Khusus kondisi jalan alternatif yang kerap dijadikan jalur mudik pada idul fitri.

”kami sudah mengalokasi­kan anggaran untuk perbaikan jalan, secara umum memang prioritas. Tapi jelang arus mudik, jalur alternatif mudik dan jalur wisata diutamana,” kata Agus saat ditemui kantor PUTR di Soreang, Senin (13/5)

Menurutnya, ada sejumlah ruas jalan alternatif arus mu­dik dan wisata di wilayah Kabupaten Bandung masih terlihat rusak di sejumlah titik. Beberapa ruas yang bu­tuh perbaikan di antaranya adalah jalur Majalaya-Ran­caekek dan Raya Banjaran-Soreang.

”secara teknis sedang dilaku­kan perbaikan oleh UPT, se­moga H-7 lebaran kondisinya sudah bagus. Selain kondisi jalan, kami juga mempersiap­kan sarana penerangan jalan umum (PJU) di jalur jalur mu­dik agar terang,” akunya.

Menurut pantauan dibebe­rapa titik ruas jalan yang akan digunakan jalur alternatif ma­sih terdapat lubang, seperti di Jln. Raya Banjaran-Soreang, Rancaekek-Majalaya. Sejum­lah lubang juga mengganggu kenyamanan pengendara.

Kondisi tersebut cukup meng­khawatirkan mengingat jalur tersebut cukup padat. Selain merupakan penghubung be­berapa wilayah dan akses pengendara untuk menuju tol.

Terkait hal itu, Agus menje­laskan pihaknya tahun ini sudah menganggarkan untuk perbaikan ruas Majalaya-Rancaekek.

”Ruas itu perlu perbaikan karena sudah menyempit dan banyak dilalui kendaraan dengan tonase tinggi serta banyak struktur beton yang rusak,” akunya.

Sementara untuk jalur So­reang-Banjaran, Ia melansir pihaknnya masih melakukan inventarisasi. Jika sudah ram­pung, ruas tersebut juga akan segera diperbaiki karena me­mang merupakan salah satu akses jalur wisata dan jalur mudik lokal.

”Kami menargetkan perbai­kan jalan di jalur mudik dan jalur wisata, rampung pada H-7 Idulfitri 2019. Saat ini, Dinas PUTR sendiri tengah merampungkan proses inven­tarisasi ruas yang akan dip­erbaiki jelang lebaran,” jelas­nya.

Agus menambahkan, semua ruas jalan yang telah dipro­gramkan untuk diperbaiki menggunakan anggaran 2019 merupakan prioritas. Ruas yang lebih diprioritaskan je­lang lebaran, adalah di jalur Cileunyi-Nagreg dan Ibun-Kamojang. Hal itu sesuai dengan hasil inspeksi dari pemerintah pusat.

Agus menambahkan, saat ini kondisi kedua ruas terse­but sebenarnya sudah layak untuk digunakan pemudik. Namun ia mengakui bahwa pihaknya masih harus mela­kukan pemeliharaan rutin di kedua ruas tersebut.

”perbaikan jalan dan PJU akan terus dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada para pengendara, khusus jelang arus mudik lebaran 2019 mendatang,” tuturnya.

Sementara itu, kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Zies Zultaqawa mengimbau pemudik untuk menghindari mudik diwaktu sibuk. Menurutnya, berda­sarkan prediksi, puncak arus mudik akan terjadi mulai H-4 idulfitri. Sehingga, arus lalu lintas di jalur-jalur mudik akan mengalami peningkatan sig­nifikan. Bahkan kemacetan dimungkinkan terjadi pada waktu-waktu tersebut.

”Kami imbau hindari H-4, H-3, H-2 dan H-1 karrna di­prediksi akan ada penumpu­kan kendaraan di jalur-jalur mudik,” tuturnya.

Zeis menjelaskan, dalam musim mudik tahun ini pi­haknya akan mendirikan 7 posko mudik. Diantaranya adalah posko keselamatan, posko penghitungan kendar­aan dan posko penjagaan lalu lintas. Posko-posko tersebut akan didirikan di sepanjang jalur mudik utama seperti Nagreg, Cikaledong, Cileunyi dan jalur-jalur alternatif.

”Untuk jalur alternatif hanya Cijapati. Untuk Cukang Mon­teng sebenarnya tidak kami rekomendasikan, tapi banyak juga pemudik yang meng­gunakan jalur tersebut, ma­kanya kami antisipasi dengan mendirikan posko di jalur tersebut,” pungkasnya (rus)

Check Also

Rancang Strategi Mudik Lebaran

BANDUNG – Meski mudik lebaran masih lama, memasuki hari pertama puasa, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *