Kamis , 27 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Hipmi Jabar Luncurkan Aplikasi

Hipmi Jabar Luncurkan Aplikasi

Untuk Mendorong Transaksi Bisnis Antar Anggota

darikita.com, JL SUMATERA – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Barat akan meluncurkan aplikasi internal anggota berbasis android. Aplikasi yang dinamai Hipmi Jabar Connection Apps tersebut rencananya resmi diluncurkan bersamaan dengan pelantikan pengurus baru Hipmi Jabar di Gedung Sate, hari ini (20/10).

Ketua Umum Hipmi Jawa Barat Jodi Janitra mengatakan, aplikasi tersebut terinspirasi dari layanan jasa Go-jek. Acuannya, para pengojek yang dulunya hanya menunggu penumpang, kini beralih ke aplikasi mobile. ”Tukang ojek yang umumnya tidak paham mengenai teknologi mobile, kini malah lebih maju dalam arti, cepat tanggap. Nah apalagi kita para pengusaha, yang sehari-hari menggunakan smartphone tentu harus lebih maju dari itu,” kata Jodi kemarin di Bober Tropica Jalan Sumatera kemarin (19/10).

Namun, tidak lantas aplikasi tersebut juga akan sama persis dengan Go-Jek. Bedanya, teknologi tersebut tidak bisa diakses oleh masyarakat umum. Sebab, proyeksi pengembangan dari aplikasi tersebut lebih mengutamakan transaksi bisnis untuk internal anggota Hipmi.

Jodi mengatakan, prototipe aplikasi tersebut diharapkan bisa digunakan secara nasional di internal Hipmi. Dengan begitu, bussines to bussines antar anggota se-Indonesia bisa terjalin tanpa melalui perantara (calo).

Alasannya klasik, di internal Hipmi tidak semuanya saling mengenal. Alhasil, kerap terjadi miskomunikasi antar anggota. ”Kalau pun transaksi terjadi, biasanya itu sudah melalui tangan ke-17 lah, artinya banyak calo yang bermain ketika saya tidak mengenal langsung si distributor atau agen. Dampaknya, harga yang tadinya murah bisa jadi sampai ke tanganbuyer dengan harga mahal. Sebab, banyak tangan yang berusaha mencari margin,” tuturnya.

Melihat situasi tersebut, Jodi sebagai Ketua Umum Hipmi 2015-2018 lantas menggagas aplikasi internal tersebut dengan menggerakkan anggota Hipmi yang bergerak di bidang IT. Hanya saja, klasifikasi kepesertaan anggota di aplikasi tersebut hanya ada distributor, agen, dan buyer. ”Dan tidak menyertakan nomor telepon dan alamat anggota. Kita hanya berkirim pesan, dan dia menjawab jika memang tertarik. Catatan lainnya, transaksi yang dilakukan wajib dalam skala tertentu,” ungkapnya sambil menambahkan aplikasi tersebut segera tersedia di basis IOS.

Terkait teknis, dia tidak memungkiri jika aplikasi tersebut mirip dengan situs jual beli online seperti yang sudah ada dewasa ini. ”Bedanya itu tadi, aplikasi ini tidak bisa diakses oleh masyarakat di luar anggota,” ujarnya.

Apakah aplikasi tersebut juga mengambil margin dari tiap traksaksi? pengusaha kue kering JnC tersebut mengatakan, hanya mengambil 10 persen dari keuntungan total. Bukan dari tiap transaksi yang dilakukan oleh anggota. ”Kita tetap berupaya untung. Sepuluh persen itu kita ambil dari keuntungan antara si pembeli dan penjual. Jadi bukan dari tiap transaksi seperti halnya web jual beli,” ungkapnya lagi.

Pelantikan dan Rakorwil

Sementara itu, kepengurusan baru Hipmi Jawa Barat hari ini tidak hanya melangsungkan pelantikan. Tapi mereka juga didapuk sebagai tuan rumah penyelenggaran rapat koordinasi wilayah (rakorwil) Jawa-Bali-Nusa Tenggara.

”Jadi besok setelah dilantik dan peluncuran aplikasi tersebut kita langsung kebut di kegiatan rakorwil. Semoga tidak ada halangan,” kata ketua panitia rakorwil Aria Aristokrat.

”Intinya, para ketua BPD (Badan Pengurus Daerah) masing-masing wilayah akan mempresentasikan kinerja mereka. Bedanya, kita baru dilantik dan langsung dihadapkan dengan proyeksi kerja,” ungkap Komisaris Margahayu Land tersebut. (rie)

Check Also

Benfica vs Bayern Muenchen, Aguias Bakal Putus Rekor Buruk

darikita.com, 1-0. Meski menjadi modal penting bagi langkah Bayern Muenchen menantang Benfica di Estadio da Luz …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *