Selasa , 18 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Identitas Angkot Tergerus

Identitas Angkot Tergerus

Angkot-660x330
HILANG IDENTITAS: Angkutan Kota saat ini telah kehilangan ciri khas mereka yang diingat masyarakat disebabkan penempelan iklan di badan kendaraan umum tersebut.
Legislator Nilai Dishub Lalai

darikita.com, BATUNUNGGAL – Maraknya promosi perusahaan dan produk menggunakan angkutan kota, mengusik kepedulian legislator Kota Bandung.

Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Entang Suryaman menilai telah terjadi penghapusan identitas angkot. Masyarakat banyak yang mengeluh kesulitan membedakan warna asli kendaraan umum tersebut. ’’Identitas angkot mulai tergerus. Hal penting bukan tidak mungkin ada indikasi memunculkan peluang tidak kriminalitas,’’ ujar Entang, kemarin (29/9).

Dia menjelaskan, angkot di Kota Bandung, setiap trayek memiliki warna tersendiri. Dengan seluruh badan kendaraan terbungkus reklame berarti merubah ketentuan yang sudah di buat. ’’Itu tidak boleh terus dibiarkan. Dinas Perhubungan harus mengambil langkah penertiban,’’ tukas politisi Partai Demokrat tersebut.

Meskipun dalam rentang waktu tertentu ada pengujian kendaran untuk lulus kelaikan kendaraan. Namun, waktunya cukup lama. Tidak kurang dari enam bulan sekali uji kendaraan bermotor dilaksnakan. Selama masa uji belum habis kendaraan yang terbungkus reklame beroperasi dengan ketidak jelasan identitas.

Atas kejadian itu, urai Entang, hasil komunikasi dengan Dishub Kota Bandung melalui Sekretaris Enjang Mulyana, akan ada penindakan terhadap angkutan-angkutan yang dipasangi reklame.

’’Dewan tak melarang promosi di kendaraan umum. Sebab, ada aturannya. Tetapi, jangan juga nilai estetika angkot diabaikan,’’ imbuhnya.

Secara prosedural diakui Entang, kendaraan yang ditempeli reklame memiliki izin baik dari Dinas Perhubungan maupun Badan Pengelolaan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung. Sekali lagi Entang menegaskan, jangan karena berizin lantas mengabaikan nilai-nilai angkutan publik yang sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

’’Berikan pelayanan yang baik. nyaman dan ketenangan kepada para penumpang. Jangan buat bingung pengguna. Angkutan massal harus jadi pilihan masyarakat dalam mengurangi kemacetan lalu lintas,’’ pungkas Entang. (edy/vil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *