Selasa , 18 Juni 2019
Breaking News
Home / Bisnis / Investasi Meningkat 5 Persen
TETAP RAMAI: Bandung Barat memiliki alam potensial untuk menarik investor dari luar.

Investasi Meningkat 5 Persen

TETAP RAMAI: Bandung Barat memiliki alam potensial untuk menarik investor dari luar.
TETAP RAMAI: Bandung Barat memiliki alam potensial untuk menarik investor dari luar.

darikita.com, NGAMPRAH – Perlambatan ekonomi yang dirasakan Indonesia serta tertekannya nilai rupiah atas dolar Amerika, tidak berdampak signifikan untuk nilai investasi di Kabupaten Bandung Barat. Ini terlihat dari peningkatan nilai investasi setiap tahunnya yang mencapai angka 5 persen.

Kepala Badan Penanaman Modal Perizinan dan Pelayanan Terpadu (BPMPPT) Kabupaten Bandung Barat Rakhmat mengatakan, akumulasi nilai investasi dari tahun 2008-2015 mencapai angka Rp14 triliun. Di mana untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp7,02 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp6,9 triliun. ”Nilai investasi itu total sejak 2008 lalu hingga bulan Juli 2015. Setiap tahun mengalami kenaikan dan kebanyakan investasi di Bandung Barat bergerak di bidang industri, manufaktur dan properti. Untuk properti paling tinggi nilai investasinya yang mencapi 50 persen dari angka Rp14 triliun tersebut,” kata Rakhmat kepada wartawan di Ngamprah kemarin (7/10).

Menurut Rakhmat, Kabupaten Bandung Barat memiliki potensi besar bagi para investor untuk melakukan investasi. Wilayah yang luas didorong dengan kondisi sumber daya alam (SDA) yang memadai, banyak investor yang terus mengajukan perizinan tahun ke tahunnya. ”Untuk nilai investasi di bidang industri sebesar Rp10 miliar ke bawah menjadi kewenangan Pemkab Bandung Barat, jika Rp 10 miliar ke atas jadi kewenangan provinsi. Sementara, untuk PMA menjadi kewenangan pusat. Jadi, ada aturan khusus untuk investasi industri. Selain industri, misalkan properti dan lainnya, kewenangan perizinannya ditangani oleh Pemkab Bandung Barat dengan nilai investasi yang tidak ada batasan,” bebernya. Saat ini, di Bandung Barat memiliki 57 investor asing dan 53 investor dalam negeri.

Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2015 soal izin lokasi, kata dia, setiap perusahaan yang memohon izin lokasi harus memiliki izin prinsip penanaman modal yang dikeluarkan oleh pusat, provinsi dan kabupaten. ”Artinya setelah mendapatkan izin prinsip, maka bupati yang akan mengeluarkan izin lokasinya. Jadi, UU baru ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Disinggung apakah hingga saat ini ada investor yang meninggalkan Bandung Barat, Rakhmat memastikan sampai saat ini tidak ada satu orangpun investor yang meninggalkan Bandung Barat. ”Belum ada laporan investor yang pergi. Harapan saya justru investor semakin banyak untuk menanamkan investasinya di Bandung Barat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T. Soemitra menambahkan, perlambatan ekonomi yang dirasakan Indonesia memang masih bisa dihadapi terutama di Bandung Barat. Berbeda dengan tahun 1998 yang mengalami krisis keuangan. Tentu, dalam menghadapi perlambatan ekonomi ini, pihaknya akan terus melakukan pembangunan di Bandung Barat sesuai dengan perencanaan program yang sudah disusun. ”Ini bukan krisis, tapi perlambatan ekonomi,” terangnya belum lama ini.

Selain fokus untuk melakukan pembangunan, lanjut Yayat, pihaknya bersama Bupati Bandung Barat Abubakar saat ini tengah menjalankan program dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ”Kita fokus dengan program pengurangan angka kemiskinan agar masyarakat lebih sejahtera. Di samping itu, pemerintah akan terus memberikan fasilitas publik yang lebih nyaman serta pelayanan yang maksimal,” pungkasnya. (drx/mg5/fik)

Check Also

BI Jaga di Bawah 14.000

darikita.com, JAKARTA – Rupiah masih bergerak dalam volatilitas (pergerakan naik turun) tinggi. Bank Indonesia (BI) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *