Selasa , 18 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Jabar Bangun 20 Masjid Raya

Jabar Bangun 20 Masjid Raya

Tersebar di 7 Daerah, Target Rampung 2018

bandungekspres.co.id– Tidak lama lagi, Provinsi Jawa Barat bakal memiliki 20 masjid raya. Lokasinya tersebar di 7 kota/kabupaten. Dengan alokasi anggaran awal sebesar Rp 250 miliar. Berasal dari APBD 2015 dan 2016.

AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRES  MONUMENTAL: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memaparkan bahwa pemerintah provinsi akan memiliki 20 masjid raya yang tersebar di 7 kabupaten/kota. Seluruh masjid itu tidak akan bersinggungan dengan kabupaten/kota.
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRES
MONUMENTAL: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memaparkan bahwa pemerintah provinsi akan memiliki 20 masjid raya yang tersebar di 7 kabupaten/kota. Seluruh masjid itu tidak akan bersinggungan dengan kabupaten/kota.

Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan menyebut, tujuh lokasi tahap awal pembangunan masjid itu salah satunya di Kota Bandung. Yakni, masjid terapung di Gedebage. Selain itu, akan dibangun di Kabupaten Cirebon, Ciamis, Garut, Purwakarta, Kota-Kabupaten Bogor.

Sedangkan untuk sisa lokasi lainnya, kata dia, dalam proses finalisasi anggaran. Dengan begitu, ditargetkan pembangunan semuanya rampung tahun 2018. ’’Insya Allah awal tahun nanti (2015). Sudah akan dimulai pembangunannya di beberapa daerah,’’ kata Heryawan ditemui di Gedung Sate kemarin (30/10).

Pria yang akrab disapa Aher ini menuturkan, untuk finalisasi anggaran keseluruhan akan segera dikondisikan. Sebab, pembangunan masjid ini masuk dalam program kerja monumental, yang sudah disepakati seluruh elemen Muspida Provinsi Jawa Barat.

Rencana ini, kata dia, diperkuat dengan lahirnya Keputusan Gubernur Kepgub 500/Kep/66-Org/2014 tentang Koordinasi Implementasi Program, Kegiatan Atau Pekerjaan Unggulan Di Jawa Barat. Dalam ruang lingkup Asisten Kesejahteraan Rakyat, pada poin 9 berupa Pembangunan Masjid Monumental Jawa Barat.

Aher memaparkan, seluruh masjid ini tidak akan bersinggungan dengan masjid milik kota dan kabupaten. Sebab, dari kriteria yang ditetapkan, semua berada di pinggir jalan provinsi atau nasional. Terlebih, kondisinya berada pada perlintasan mobilitas masyarakat. Sedangkan masjid kota dan kabupaten keberadaanya di pusat kota. ’’Jadi (masjid) saling melengkapi,’’ ucap dia.

Menurut dia, pada proyek monumental ini, dari sisi model bangunan masjid memiliki kubah, menara, dan kental ornamen budaya Jawa Barat, terutama Gedung Sate. Dengan ketahanan kualitas bangunan 20 sampai 30 tahun, sehingga akan menjadi warisan bagi masyarakat Jawa Barat.

Selain itu, rencananya luas tanah masing-masing masjid bakal memiliki kurang lebih 5 hektare. Dengan begitu, masjid tampak megah dan fasilitas memadai.

Aher menyampaikan, pada pembangunannya pihaknya akan berkolaborasi dengan sejumlah pihak terkait. Seperti, dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, yang sudah memiliki konsep masjid terapung di Gedebage. ’’Kita kerja samakan saja. Konsep dan ide besarnya dari Pemprov sedangkan rancangan arsiteknya tentu menjadi ranahnya Ridwan Kamil. Makanya saya tegaskan ke wali kota, masjid di Gedebage harus 100 x100 meter persegi atau setara dengan lapangan bola,” ungkap dia.

Aher menyebut, program monumental ini terinspirasi dari Ide Gubernur Jabar periode 1993–2003 R. Nuriana. Dia membangun lebih banyak masjid raya provinsi secara merata. ’’Seperti Mesjid Atta’wun, Puncak, serta Mesjid Raya Nyalindung, Sumedang, adalah dua peninggalan Gubernur terdahulu Nuriana,’’ pungkas Aher. (yan/hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *