Senin , 17 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Jangan Sampai Insiden 1965 Terulang
Fajri Achmad NF / Bandung Ekspres BELAJAR DAN BERMAIN: Peserta home schooling Pramuka mengikuti pelajaran membaca kompas di Taman Lansia Jalan Cisangkuy, Kota Bandung, kemarin (1/10). Sekitar 30 murid dibekali dengan teknik membaca kompas untuk persiapan praktik langsung setiap enam bulan sekali di alam bebas. Dengan bekal teknik baru tersebut peserta dituntun untuk mandiri dan pandai mencari jejak.

Jangan Sampai Insiden 1965 Terulang

Fajri Achmad NF / Bandung Ekspres BELAJAR DAN BERMAIN: Peserta home schooling Pramuka mengikuti pelajaran membaca kompas di Taman Lansia Jalan Cisangkuy, Kota Bandung, kemarin (1/10). Sekitar 30 murid dibekali dengan teknik membaca kompas untuk persiapan praktik langsung setiap enam bulan sekali di alam bebas. Dengan bekal teknik baru tersebut peserta dituntun untuk mandiri dan pandai mencari jejak.
Fajri Achmad NF / Bandung Ekspres
BELAJAR DAN BERMAIN: Peserta home schooling Pramuka mengikuti pelajaran membaca kompas di Taman Lansia Jalan Cisangkuy, Kota Bandung, kemarin (1/10). Sekitar 30 murid dibekali dengan teknik membaca kompas untuk persiapan praktik langsung setiap enam bulan sekali di alam bebas. Dengan bekal teknik baru tersebut peserta dituntun untuk mandiri dan pandai mencari jejak.

darikita.com, TEGAL LEGA – Kendati tidak ada lagi Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4), namun tidak berarti semangat Pancasila kemudian memudar.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial menjadi Pembina upacara dalam rangka Peringatan Kesaktian Pancasila, di Lapangan Tegallega Kota Bandung kemarin (1/10). ”Saya harap khususnya warga Kota Bandung harus miliki rasa semangat Pancasila,” tegasnya.

Oded memaparkan, kesadaran dan kecintaan kepada Pancasila harus ditanamkan sejak dini. Sebab, Pancasila merupakan satu dari empat pilar negara, yaitu Undang-undang dasar 45, Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, dan NKRI.

Dengan dipertahankan Pancasila sebagai ideologi negara, dirinya sangat yakin keamanan negara akan terjaga. ”Jika keamanan negara sudah terjamin, maka pembangunan suatu negara akan dengan mudah dilakukan,” paparnya.

Oded menegaskan, dirinya teringat akan kejadian pada 1965 silam. Di mana saat itu Pancasila dirong-rong oleh berbagai pihak. ”Sehingga keutuhan bangsa dan negara kita terancam,” ucapnya.

Oded pun berharap di kemudian hari kejadian seperti ini tidak terulang kembali. ”Sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita harus menghormati Pancasila sebagai ideologi negara yang harus dijunjung tinggi,” tegasnya. (mg-dn/rie)

Check Also

Jamin Pelaksanaan Mudik Aman

CIMAHI – Untuk membe­rikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara yang akan mudik melintasi jalur Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *