Selasa , 18 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Jujualan keur Modal Final
JELANG FINAL: Pemain Persib Bandung melakukan latihan menjelang final di Lapangan Sesko AD, Jalan Ciremai, Kota Bandung, Kamis (15/10).

Jujualan keur Modal Final

Menang Jadi Kado untuk Loyalitas Bobotoh

darikita.com, Bandung – Demi menonton pertandingan final Piala Presiden melawan Sriwijaya FC (SFC) di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), banyak cara yang dilakukan bobotoh untuk menempuh hal tersebut. Salah satunya menjual beberapa benda kesayangan mereka untuk membeli tiket.

Perjuangan bobotoh yang semangat menyambangi SUGBK sangat diapresiasi Pelatih Persib Djadjang Nurjaman. Bagaimana tidak, bagi bobotoh boleh dibilang butuh mental besar untuk datang ke Jakarta. Sebab, sejauh ini hubungan bobotoh dengan The Jakmania -suporter Persija Jakarta belum menujukan sikap damai.

Tak hanya itu, seperti halnya final ISL 2014, bobotoh pun rela menjual barang berharganya demi mendukung Persib. Karena itu, dia berharap bisa menyembahkan kado terbaik untuk pendukung setia Maung Bandung.

”Ya luar biasa itulah bobotoh Persib saya tidak menyangka sekelas turnamen seperti begini dukungan Persib luar biasa, animonya luar biasa ini akan menjadi dukungan moril pemain di lapangan dan cukup terenyuh lihat bobotoh segitunya terjadi. Seperti di Palembang ada yang jual-jual barang kerena ingin menyaksikan ke stadion saya pikir apresiasi hal itu, mudah-mudahan kmi bisa membalas dengan kemenangan,” tandasnya.

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman menegaskan penggawanya jangan sepelekan

”Saya sampaikan kepada pemain belum selesai permaianan jangan katakan kita sudah menang. Anggapan seperti itu menganggap enteng lawan membuat underestimate, kita harus tetap fokus,” ujar Djadjang, di Mes Persib Jalan Ahmad Yani kemarin.

Soal kualitas Djanur melihat, setiap tim yang mengikuti Piala Presiden tak jauh berbeda dengan manggung di Indonesia Super League. Tak terkecuali SFC, kendati banyak diperkuat materi pemain anyar. ”Sama-sama bisa dikatakan berimbang,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Djanur memang memiliki kenangan manis di Stadion GBK. Di balik teror suporter tim Persija Jakarta, The Jakmania namun biasanya dengan kondisi lapangan yang bagus membuat pemain tampil lebih semangat.

”Justru saya rasakan dulu sebagai pemain seperti itu. Bisa lebih lepas rasanya main di SUGBK, tidak ada hambatan. Lapangan bagus, semua bagus,” paparnya.

Dari sisi teknis, di partai pemungkas nanti tiga pilar dipastikan absen. Ya, Tantan terkena cedera di lutut kanan, Hariono mendapat kartu merah, sementara M Ridwan sedang dalam masa pemulihan. ”Tapi sisa 20 pemain latihan dua season lagi. Sama uji lapangan nanti tentukan jadi starting line up,” jelasnya.

Teknis lainnya, Hariono yang absen sempat simpang siur. Sebab, ada kabar pihak penyelenggara akan melakukan pemutihan kartu kepada setiap tim yang lolos ke fase final.

”Sebetulnya di regulasi sudah ditentukan cuma kitanya yang ngotot berandai-andai main ternyata tidak bisa main bukan mengubah karena konsisten dituliskan regulasi,” jelasnya.

Check Also

Banyak Kendala ke SUGBK

PO Bus Enggan Gegabah, Takut Kendaraan Hancur darikita.com, BANDUNG – Hasrat bobotoh untuk menyaksikan Persib …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *