Rabu , 24 April 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Keluarkan Fatwa untuk Game PUBG
ILUSTRASI/ISTIMEWA GUNAKAN ALAT KHUSUS: Seorang Gamer sedang memainkan salah satu game online diperangkat Personal Computer (PC).

Keluarkan Fatwa untuk Game PUBG

BANDUNG – Diindikasi terpengaruh dari game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG), Majelis Ulama Indonesia (MUI) mewacanakan akan mengeluarkan fatwa haram terhadap permainan yang berbasis aplikasi android dan PC tersebut.

Kendati begitu, ketika dikonfirmasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menyerahkan sepenuhnya keputusan pertimbangan fatwa haram game PUBG kepada MUI pusat. Sebab, MUI Jabar mengaku tidak punya kewenangan.

Wacana mengeluarkan fatwa haram game PUBG ini mengemuka pascakasus penembakan brutal yang menewaskan puluhan orang yang tengah beribadah di dua masjid Selandia Baru. Pelaku penyerangan disebut-sebut terinspirasi game berbasis online tersebut.

Seperti yaang dilansir detik.com, di wilayah India, game besutan Tancent Games itu telah dilarang dimainkan anak-anak dan remaja lantaran mengandung kekerasan. Bahkan, kepolisian di India mengancam hukuman penjara bagi yang kedapatan main game tersebut.

MUI Jabar merespons berbagai fenomena itu dengan mengkaji game PUBG. Nantinya, sambung dia, kajian tersebut akan menjadi dasar rekomendasi atau masukan kepada MUI pusat untuk mengeluarkan fatwa.

“Kita belum bicara soal fatwa. Kita lakukan kajian mesti komprehensif. Nanti hasil (kajian) umpamanya game ini punya pengaruh negatif, kita akan usul ke pusat untuk mengeluarkan fatwa. Karena kalau buat fatwa itu harus pusat,” kata Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar, saat dihubungi, Kamis (21/3).

Wacana fatwa haram PUBG ini, lanjut dia, bukan sebagai bentuk penolakan terhadap produk teknologi. Langkah ini, menurut Rafani, justru untuk mendorong para developer game agar menghadirkan atau membuat game yang dapat memberi nilai manfaat untuk kemajuan bangsa, bukan sebaliknya.

Sementara itu, seperti yang dilansir kantor berita CNN Empat masjid di pusat Kota Birmingham, Inggris, diserang oleh seorang pria tak dikenal pada Rabu (20/3) tengah malam.

Hingga saat ini, petugas penanggulangan terorisme tengah menyelidiki insiden yang terjadi di empat lokasi berbeda di utara Birmingham itu.

Kepolisian West Midlands pertama kali mendapat laporan penyerangan pada Kamis dini hari waktu setempat. Warga melaporkan bahwa seorang pria menghancurkan jendela dengan palu godam di salah satu tempat ibadah.

Tak lama, polisi mendapat laporan serupa di masjid lain, tidak jauh dari lokasi pertama. Polisi langsung mengerahkan patroli dan menyelidiki kerusakan pada kedua masjid tersebut.

“Sampai saat ini, kami belum tahu motif dari serangan kemarin malam. Apa yang bisa saya katakan saat ini adalah bahwa pasukan dan unit anti-terorisme bekerja sama untuk menemukan siapa yang bertanggung jawab,” ucap Kepala Kepolisian West Midlands, Dave Thomson, Kamis (21/3).

Aparat mengatakan, penyerangan di empat masjid itu hingga kini dianggap saling berkaitan. Artinya, insiden ini terjadi sepekan setelah teror penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, pada 15 Maret lalu. Insiden itu menewaskan 50 jemaah dan melukai 50 lainnya yang saat kejadian tengah ibadah salat Jumat.

Sejak insiden Christchurch, Kepala Kepolisian Nasional Inggris menyatakan telah mengerahkan patroli di sekitar masjid-masjid di negara itu.

Patroli itu juga dilakukan menyusul laporan kelompok anti-rasisme di Inggris yang memperingatkan peningkatan sentimen anti-Islam atau Islamophobia dan aktivitas ekstremis sayap kanan.

“Hasil jajak pendapat yang dirilis yayasan Hope Not Hate memaparkan sepertiga warga Inggris melihat Islam sebagai ancaman terhadap hidup orang Inggris,” katanya.

Seorang imam masjid di Inggris, Mohammed Mahmoud mengaku, mengalami pelecehan hingga diludahi pada pekan ini. Saat itu, ia sedang dalam perjalanan pulang setelah menghadiri acara solidaritas untuk korban teror Selandia Baru. (cnn/fin/yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *