Selasa , 29 September 2020
Home / BERITA UTAMA / Ketat Kawal Pendakwah, Kapolda Minta Panitia Tingkatkan Koordinasi

Ketat Kawal Pendakwah, Kapolda Minta Panitia Tingkatkan Koordinasi

BANDUNG – Aksi penusukan yang dialami Syekh Ali Jaber membuat jajaran Polda Jabar meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap kegiatan keagamaan yang melibatkan tokoh agama atau pendakwah di tempat umum.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengungkapkan, pengamanan tersebut dilakukan sebagai antisipasi agar kasus yang menimpa Syekh Ali Jaber tak lagi terulang.

“Di mana-mana kan seperti itu sekarang ada pengamanan ulama. Karena ada kejadian dari Syekh Ali Jaber, AS Ops Kapolri mengeluarkan telegram khusus untuk seluruh internal di seluruh Indonesia untuk melaksanakan pengamanan. Jangan sampai ini menjadi polemik, kami tetap amankan semuanya,” tegas Kapolda di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Selasa (15/9).

Kapolda juga mengingatkan, kepada setiap panitia yang akan menggelar acara kegiataan keagamaan di tempat umum, untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Sehingga, teknis pengamanannya akan dilakukan.

“Jadi kalau mau diamankan beritahukan pada kami (polisi), kalau enggak kan kami enggak tahu (kegiatan). Semua yang memberitahukan ke kami supaya bisa diamankan kegiatannya,” katanya.

Sementara, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar, Rachmat Syafei berharap, polisi harus selalu hadir dalam acara keagamaan. “Diharapkan anggota Polri bisa hadir, kepada masyarakat juga jangan takut misal ada anggapan polisi mengawasi, tapi yang kita lihat itu istilahnya itu keamanannya. Maka kami mengimbau protokol keamanan itu bisa dijalani semua,” ujar Syafei. Syafei menambahkan, MUI mengutuk keras insiden penusukan yang menimpa Syekh Ali Jaber di Masjid Falahuddin, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung.

“Kami mengutuk dengan keras tindakan penusukan terhadap Syekh Ali Jaber, seorang ulama yang mendedikasikan hidupnya untuk kegiatan dakwah Islam yang lebih mengkhususkan pada pengajaran Al-Quran dan telah mencetak ribuan tahfizh Al-Quran di Indonesia,” kata Rachmat.
Untuk itu, pihaknya mendesak penegak hukum dalam hal ini adalah kepolisian untuk membongkar secara tuntas dan transparan apa motif penusukan yang dilakukan oleh pelaku dan aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.
“Adanya informasi yang menyebutkan pelaku mengidap gangguan kejiwaan, hendaknya jangan mudah dipercaya. Pihak kepolisian harus segera melakukan penelitian dan penyelidikan dengan melibatkan para pakar atau ahli di bidang kejiwaan,” tegasnya.
Rachmat juga mengimbau kepada para alim ulama, untuk tidak sungkan meminta pengamanan dari pihak kepolisian saat menyampaikan dakwahnya. Hal itu untuk memberikan keamanan agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.
“Para alim ulama harus hati-hati dan kalau perlu meminta bantuan (pengamanan) kepada pihak kepolisian setempat,” ujarnya.
Rachmat juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berita-berita yang beredar di media sosial yang sumbernya tidak jelas dan bernada mengadu domba antara umat Islam dan pemerintah. “Masyarakat harus hati-hati dan jangan mudah terprovokasi oleh berita, terutama di media sosial,” imbuh Rachmat.
Dirinya pun mengapresiasi langkah cepat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jabar untuk melakukan pendampingan dan penerapan protokol keamanan kepada para alim ulama dalam menyampaikan dakwahnya demi keamanan dan kelancaran syiar Islam di Jabar.
Sebelumnya, AA,22, pemuda yang menusuk Syekh Ali Jaber sudah ditetapkan polisi sebagai tersangka. Beberapa hari lalu, AA menusuk Syekh Ali Jaber saat mengisi pengajian di acara Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Masjid Falahudin, Lampung.

Syekh Ali Jaber langsung dibawa ke rumah sakit ketika mendapat luka robek di lengan.
Ia pun dalam kondisi sadar ketika dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan.
Warga pun langsung mengamankan pelaku penusukan.

Menurut informasi yang beredar, pelaku disebut mengalami gangguan jiwa.

Namun, kini beberapa bukti yang muncul memperkuat bahwa pelaku sehat dan tak gangguan jiwa. (mg1/bbs/drx)

JALIN SILATURAHMI: Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi saat mengunjungi kantor PWNU Jabar beberapa waktu lalu dalam membangun komunikasi bersama ulama.

Check Also

Antisipasi Covid-19, 60.000 Unit APD Disalurkan

BANDUNG – Sebanyak 60.000 unit Alat Pelindung Diri (APD) akan didistribusikan kebeberapa daerah di Indonesia. Pelepasan APD tersebut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *