Sabtu , 6 Juni 2020
Home / EKONOMI / Komoditas Pangan Tetap Aman Saat Ramadan dan Idul Fitri

Komoditas Pangan Tetap Aman Saat Ramadan dan Idul Fitri

JAKARTA – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo atau SYL memastikan bahwa stok sebelas komoditas pangan tetap aman selama Ramadan dan Idul Fitri yang jatuh pada April hingga Mei 2020.

Adapun, sebelas komoditas itu yakni beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabe besar, cabe rawit, daging sapi serta kerbau, daging ayam, telur ayam, gula pasir, serta minyak goreng.

Alhamdulillah. Kami sudah bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), ternyata neraca ini, oke. Sangat dalam kendali yang mampu dijadikan referensi oleh semua bahwa semua dalam kondisi yang aman dan terkendali,” ucap SYL dalam keterangan resmi secara virtual, Minggu (26/4/2020).

Menurut SYL, tadinya terdapat tiga komoditas yang ketersediaannya membuat Kementerian Pertanian (Kementan) khawatir. Ketiganya yakni bawang putih, gula pasir, dan daging sapi. Sebab, kata dia, pemerintah perlu impor untuk memenuhi ketersediaan tiga komoditas itu.

Di sisi lain, negara asal melakukan upaya lockdown demi mencegah penularan Covid-19. Akibat lockdown, ucap dia, proses pengiriman tiga komoditas pangan sempat tersendat hingga sepekan memasuki Ramadan.

“Namun pada akhir-akhir, menjelang puasa pekan terakhir atau dua pekan terakhir, proses bawang putih sudah masuk, proses-proses yang lain seperti gula pasir, sudah berproses cukup kuat,” ucap dia.

SYL pun meminta masyarakat tidak mengkhawatirkan ketersediaan pangan. Kementan akan berupaya untuk menyediakan kebutuhan pangan masyarakat dalam situasi seperti apa pun.

“Kalau begitu, insya Allah dengan rahmat dan rida Allah SWT, dengan doa-doa semua bersama, Kementan sangat yakin stok pangan, khususnya beras, dalam keadaan yang tersedia, cukup aman, dan cukup terkendali,” timpal dia. (mg10/jpnn)

Check Also

Pembagian Zakat, Polrestabes Bandung Siap Siaga

darikita.com, Pembagian zakat kerap dilakukan menjelang Idul Fitri. Tak hanya di masjid saja, organisasi-organisasi, perusahaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *