Kamis , 18 Juli 2019
Breaking News
Home / bandung raya / Koordinasi untuk Menjaga Kondusifitas
GELAR RAKOR : Wakil Bupati Bandung Gun Gun Gunawan (tengah) menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka menjaga kesucian bulan Ramadhan 1440 H, di Wilayah Kabupaten Bandung di ruang Monitoring Polres Bandung, Soreang, Rabu (08/05).

Koordinasi untuk Menjaga Kondusifitas

SOREANG – Pada bulan Ra­madan 1440 H/2019, Pemerin­tah Kabupaten (Pemkab) Bandung mengimbau seluruh masyarakat agar dapat men­jaga kondusifitas wilayah un­tuk menjaga kekhusyuan saat melaksanakan ibadah shaum.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Bandung Gun Gun Gunawan, pada kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka men­jaga kesucian bulan Ramad­han 1440 H di Wilayah Kabu­paten Bandung yang berlangs­ung di ruang Monitoring Polres Bandung, Soreang, Rabu (08/05).

Menurutnya, ada beberapa hal yang kerap mengganggu kondusifitas di bulan Rama­dan sehingga terjadi konflik di masyarakat. Seperti meny­alakan petasan, balapan liar, tempat hiburan yang mem­bandel, peredaran minuman beralkohol (Minol) dan hal lainnya.

Untuk memelihara kenya­manan dan keamanan wi­layah, kata Gun Gun pihaknya secara rutin memberikan surat edaran setiap tahunnya ke tingkat kewilayahan keca­matan untuk disosialisasikan kepada masyarakat.

”Dalam menjaga kondusifitas ini, tetap diperlukan keterliba­tan masyarakat untuk ikut men­ghindari aktifitas yang dapat menggangu ketenangan dan keamanan selama beribadah,” jelas Gun Gun disela-sela rakor bersama di Polres Bandung.

Gun Gun menjelaskan, ter­kait himbauan tempat makan yang tidak diperbolehkan ber­jualan di siang hari, dirinya me­negaskan jika hal itu bukan untuk menghambat perekono­mian pedagang melainkan un­tuk menjaga toleransi sehingga terhindar dari konflik dengan kelompok-kelompok yang tidak menyukai hal tersebut.

”Namun kita tidak melarang hak bagi non muslim yang sedang wisata atau yang sedang melakukan safar,” tuturnya.

Dia menambahkan jika hal tersebut, sudah diatur di jam-jam tertentu dan telah dila­kukan edukasi kepada para pengusaha makanan dan warung-warung makan agar bisa memahaminya.

”Untuk tempat makan, ada jam tertentu saat berjualan selama bulan Ramadan. Selain itu, untuk disesuaikan dengan aturan agar tidak menarik perhatian. karena apabila terjadi pelanggaran akan mendapat penindakan dari aparat setempat, sebab sudah disepakati bersama,” akunya.

Gun Gun, menghimbau untuk menghentikan pere­daran, penjualan petasan di bulan suci Ramadan. Sebab, dapat mengganggu kondusifitas, melanggar ketertiban dan dapat me­nyebabkan kecelakaan.

”Kami menghimbau kepada masyarakat yang dengan sengaja memfasilitasi untuk penggunaan petasan untuk segera menghentikan aktifi­tasnya tersebut sebelum nanti akan ada aparat yang menindak,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Bandung AKBP Indra Herma­wan mengatakan, sesuai dengan aturan yang berlaku, ada dua kategori petasan. Ada jenis petasan yang diperbo­lehkan dan tidak diperbole­hkan peredaran serta peng­gunaannya.

Menurutnya, petasan yang diperbolehkan adalah bunga api yang tidak menimbulkan ledakan dengan ukuran di­bawah 2 inch. Sedangkan petasan yang menimbulkan ledakan dengan ukuran be­rapapun tidak diperbolehkan dan hanya mercon dengan menggunakan izin yang dapat diperbolehkan.

Terkait kesiapan pengamanan selama bulan ramadan, pi­haknya sudah melakukan ko­ordinasi dengan pihak-pihak terkait diantaranya dengan Pemkab Bandung, Kodim 0609, Kejaksaan Negeri (Kejari), Bale Bandung, Satpol PP, Forum Camat, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta Organisai Masyarakat (Ormas)/Organisasi Kelompok Partisan (OPK).

Indra mengaku, pihaknya telah mengantongi data tem­pat-tempat yang rawan ter­jadi pelanggaran seperti ba­lapan liar, tempat hiburan bandel, penjual petasan dan lain-lain. Indra berucap jika pihaknya memiliki saluran layanan masyarakat apabila terjadi hal yang perlu ditindak karena pelanggaran terkait surat edaran Bupati.

”Jika ada pelanggaran di masyarakat yang dapat me­micu konflik dan menggang­gu kondusifitas maka masy­arakat dapat melapor langsung ke aparat setempat karena kita sudah bersepakat dengan Kodim dan Pol PP,” katanya.

Dia berpesan kepada masy­arakat untuk ikut berperan menjaga kondusifitas di bulan Ramadan. ”Mari kita jaga ke­sucian bulan Ramadan ini, jaga kondusifitas, dengan be­ribadah yang khusyu, men­ghindari kegiatan yang tidak produktif dan mengganggu kehidmatan dalam beribadah shaum,” pungkasnya. (yul/rus)

Check Also

Jamin Pelaksanaan Mudik Aman

CIMAHI – Untuk membe­rikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara yang akan mudik melintasi jalur Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *