Senin , 17 Juni 2019
Breaking News
Home / BERITA UTAMA / Mengambang di Cijalupang
Eddy Koesman/Bandung Ekspres
HEROIK: Tim Rescue Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kota Bandung mengangkat mayat perempuan yang mengambang di Sungai Cijalumpang, Jalan Kampung Bojong Awi Kaler, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Arcamanik, Rabu (11/11).

Mengambang di Cijalupang

Tak Ada Tanda Kekerasan

darikita.com, Gilang Wulansari, warga Jalan Batu Permata I, RT 03/07 Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buah Batu, siang kemarin ditemukan sudah tidak bernyawa.

Mayat perempuan berumur 44 tahun itu, ditemukan mengambang di Sungai Cijalumpang, dekat SMA Negeri 24, Jalan Kampung Bojong Awi Kaler, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Arcamanik oleh masyarakat sekitar.

Penemuan mayat perempuan paruh baya itu menggemparkan penduduk sekitar. Warga berduyun-duyun mendatangi TKP. Kemacetan panjang tidak dapat dihindari, bahkan sampai ke wilayah Kelurahan Sindanglaya.

Tim Rescue Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kota Bandung, yang kebetulan ada di sekitar TKP, sedang menengok rekan kerja yang jatuh sakit langsung bertindak dengan mengontak markas komando di Jalan Sukabumi.

Kehadiran mereka sempat tersendat karena kerumunan warga. Tetapi, dalam tempo tidak lebih 10 menit, tim penyelamat ini mampu mengangkat mayat. ’’Ketersendatan kita karena banyaknya warga yang menonton penemuan mayat tersebut,’’ kata Kepala Seksi Penyelamatan DPPK Kota Bandung Elan Suparno, kepada Bandung Ekspres, kemarin.

Dia menjelaskan, tugas timnya sebatas mengangkat mayat. Setelah melalui evaluasi, selanjutnya ditangani Timm INAFIS Polrestabes Bandung. Jenazah diserahkan langsung ke PMI Kota Bandung untuk dibawa ke RS Sartika Asih.

Sempat beredar kabar, di lokasi ada yang mengenal korban. Pasalnya, beberapa orang mengaku kehilangan sanak familinya, namun setelah melihat identitas korban, semua menolak mengenalnya.

Disinggung identifikasi sementara jasad korban, Elan menyebutkan, secara kasat mata tidak ada tanda-tanda kekerasan. Mayat dalam keadaan bugar dan tidak ada lecet-lecet. ’’Sepertinya, mayat itu belum lama. Prediksi awal bisa saja terjatuh ke sungai karena air dari utara cukup deras dan besar. Di TKP saja kedalaman air mencapai 75 sentimeter,’’ ungkap Erlan.

Kepala DPPK Ferdi Ligaswara yang dihubungi membenarkan penemuan mayat perempuan yang dievakuasi Tim Rescue. Menurut Ferdi yang juga Koordinator Satkorlak Kota Bandung ini, keterlibatan DPPK karena fungsi rehabilitasi dan rekonstruksi melekat. “Tupoksi (tugas pokok fungsi) penyelamatan satu-satunya hanya ada di Damkar Bandung. Biasanya fungsi itu ada di Dnas Sosial,’’ imbuh Ferdi.

Sementara itu, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Gilang, usai tim forensik RS Sartika Asih melakukan pemeriksaan visum luar dari jasad korban. ’’Karena di saku celana korban ditemukan dompet kecil berwarna merah berisikan KTP dan uang tunai Rp 100 ribu. Kita langsung berkoordinasi dengan Polsek Buahbatu untuk mengecek alamat yang sesuai dengan KTP,’’ tutur Kapolsek Arcamanik Ajun Komisaris Asep Saepudin.

Berdasar keterangan keluarga korban, yang bersangkutan mengalami gangguan mental. Dia kabur dari rumah pamannya pada hari Selasa setelah sempat lari dari rumah tinggalnya, Senin (9/11) silam.

’’Keterangan dari pihak keluarga, korban mengalami keterbelakangan mental sejak kecil. Dan keluarga meminta agar korban tidak dilakukan autopsi, makanya kita membuat surat keberatan terkait hal tersebut,’’ tukas eks Kanit Regident Satlantas Polrestabes Bandung itu.(edy/vil)

Check Also

Benfica vs Bayern Muenchen, Aguias Bakal Putus Rekor Buruk

darikita.com, 1-0. Meski menjadi modal penting bagi langkah Bayern Muenchen menantang Benfica di Estadio da Luz …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *